Cerita Rakyat
Cerita Rakyat
Deskripsi Jawa Barat Majalengka
Situ Sangiang
- 14 Agustus 2018

 

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar. Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Nusa Tenggara, dan Bali adalah beberapa pulau  yang ada di Indonesia. Pulau-pulau itu memiliki berbagai tempat dengan sejuta pesona, keindahan alam dan menyimpan cerita-cerita dibaliknya yang mampu membuat siapapun yang melihat dan mendengarnya menjadi tertarik dan jatuh cinta.

Situ Sangiang. Terletak di Desa Sangiang, Kecamatan Banjaran, Kabutapen Majalengka, Jawa Barat. Situ Sangiang adalah salah satu situ yang telah dijadikan objek wisata yang begitu indah dan menyimpan banyak cerita dibalik keberadaannya.
Situ Sangiang ini menarik biaya Rp.5000,00 untuk anak-anak dan Rp.10.000,00 untuk dewasa bagi siapapun yang ingin mengunjunginya. Saat memasuki kawasan Situ Sangiang para pengunjung dapat langsung merasakan aura mistis disekitarnya. Hal ini dikarenakan sebelum dapat melihat keindahan situ, para pengunjung perlu berjalan dijalan setapak dimana kanan dan kiri jalan setapak itu penuh dengan pepohonan, suara burung dan hewan-hewan hutan juga terdengar sangat jelas. Selain itu, para pengunjung juga akan melewati gerbang ziarah yang mampu membuat bulu kuduk merinding.

Ya. Selain sebagai tempat wisata yang memiliki cerita dibaliknya, Situ Sangiang juga banyak dikunjungi untuk tujuan berziarah. Dimana terdapat makam-makam para leluhur yang sangat dihormati disini. Oleh karena itu, para pengunjung dilarang untuk sembarangan berkata dan sembarangan bertindak, termasuk saat berada di area situ.
Saat berada di area situ, para pengunjung hanya boleh menikmati pemandangan dan berofoto ria bersama. Para pengunjung dilarang untuk berenang, membuang sampah dan memancing ikan yang ada di situ. Hal ini karenakan banyak warga yang percaya bahwa ikan-ikan yang ada di situ bukan ikan biasa melainkan ikan yang merupakan jelmaan manusia, sehingga para warga sendiri juga tidak ada yang berani memancing disana, bahkan jika ada ikan yang mati maka ikan tersebut akan dikubur warga layaknya manusia dan jika tidak para warga percaya bahwa akan datang sebuah bencana.

Selain itu Situ Sangiang ini menyimpan sebuah legenda lain, dimana situ ini diyakini sebagai tempat hilangnya atau tenggelamnya Sunan Talaga Manggung dan keratonnya. Menurut kepercayaan warga sekitar ikan-ikan yang ada didalam situ merupakan jelmaan para prajurit dan para pengawal kerajaan. Oleh karena itulah ikan-ikan yang berada di situ ini dilarang untuk dipancing apalagi untuk dimakan.

Selain itu Situ Sangiang ini juga menyimpan misteri lain. Menurut kuncen setempat Situ Sangiang ini berbentuk sebuah kwali dimana pernah suatu ketika ada seseorang yang mencoba meneliti kedalaman situ namun kedalamannya tidak dapat diketahui. Air situ ini juga menyimpan misteri, konon ketika air surut itu adalah pertanda akan datang musim penghujan dan ketika air naik maka itu pertanda akan datangnya musim kemarau.

Begitulah Situ Sangiang, menyajikan pesona dan keindahan alam yang tak terlupakan bersama dengan cerita-cerita dibaliknya. Situ yang berada di pelosok negeri namun menyimpan keindahan dan cerita unik dibaliknya.

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker
Gambar Entri
SALE-SALEAN
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Di rumah adat Batak tradisional, terdapat sebuah bagian penting yang disebut Sale-salean. Sale-salean merupakan rak atau ukiran berbentuk segi empat yang digantung di atas tungku perapian (tataring). Fungsinya sangat praktis sekaligus mencerminkan kearifan leluhur dalam memanfaatkan ruang di dalam rumah. Di tempat inilah masyarakat Batak dahulu mengeringkan ikan, daging, hasil pertanian, hingga kayu bakar. Asap dari tungku yang terus menyala membantu proses pengeringan sekaligus membuat bahan makanan lebih awet untuk disimpan. Bagi masyarakat Batak masa lalu, dapur bukan sekadar tempat memasak. Dapur adalah pusat kehidupan keluarga, tempat berkumpul, berbagi cerita, dan menjaga persediaan pangan. Sale-salean menjadi bukti bahwa arsitektur tradisional Batak dibangun berdasarkan pengalaman, kebutuhan hidup, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan budaya tidak selalu berupa benda mewah. Kadang ia hadir dalam benda sederhana yang menjadi bagian dari kehidu...

avatar
Hokker
Gambar Entri
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau
Ornamen Ornamen
Sumatera Barat

Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...

avatar
Kianasarayu