Buku ini memuat dua ceritera, ialah Serat Hendramurti serta Serat Yudangkara. Teks pertama (h. 1-40) menceritakan Raja Hengseputra dari negri Maksendabumi pergi ke hutan untuk berburu hewan. Ia bertemu dengan seekor naga. Naga dipanah oleh Hangseputra, tidak mati tetapi berubah menjadi seoarang, bernama Hengganawati, anak dari Pandita Bepatma dari gunung Sunyayuri. Hengganawati terbang melarikan diri, dikejar oleh Hengseputra. Di dukuh Bangunlaya tingal seorang janda, Dresawati, dengan anaknya, Hendramurti. Hendramurti mendapat wangsit dari Dewa untuk pergi ke Suryaruri. Di Suryaruri ia bertemu dengan Prabu Hagniputra yang sedang mengejar ngejar Hangganawati. Terjadilah peperangan antara Hendramurti dan Prabu Hangniputra, yang dimenangkan oleh Hendramurti dan Prabu Hangniputra mati. Cerita ditutup dengan perkawinan antara Hendramurti dan Hangganawati.
Sumber: http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id/heritage/naskah-kuno/1686
cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...