Sasando berasal dari kata "sandu" yang artinya bergetar. Alat musik yang berasal dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur ini sudah muncul bahkan sejak awal terbentuknya Rote. Masyarakat percaya bahwa sasando merupakan warisan yang sudah ada sejak zaman nenek moyang dahulu dan perlu dilestarikan. Bahan dasar dalam pembuatan alat musik tersebut adalah daun lontar. Lontar juga menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat setempat, karena dapat menghasilkan tuak, gula semut, dan wadah untuk membungkus rokok.
Sasando merupakan alat musik petik. Dalam memainkannya hampir menyerupai gitar namun tanpa chord dan senar dipetik dengan dua tangan layaknya memainkan harpa. Bagian utama sasando yaitu pada bagian tengah, terbuat dari bambu. Dari atas hingga bawah tabung, secara melingkar tersusunlah senar/dawai yang nantinya akan menimbulkan bunyi berbeda. Kemudian tabung tersebut diletakkan pada wadah yang terbuat dari daun, dengan bentuk hampir setengah lingkaran (bisa daun lontar). Wadah tersebutlah yang menimbulkan resonansi suara, sehingga suara sasando terdengar semakin indah.
(Sumber : http://indonesiaindonesia.com/f/83230-sejarah-alat-musik-sasando/)



Hubungi Contact Center CIMB Niaga 0818515000 Untuk menutup kartu kredit CIMB Niaga Anda
Untuk menutup kartu kredit CIMB Niaga, Hubungi layanan CIMB Niaga di 0818515000 lalu sampaikan pengajuan Anda untuk menutup kartu kredit dan ikuti instruksi petugas.
Hubungi Contact Center CIMB Niaga 0818515000 Untuk mengajukan penutupan kartu kredit CIMB Niaga Anda
Untuk menutup kartu kredit CIMB Niaga, Hubungi layanan CIMB Niaga di 0818515000 lalu sampaikan pengajuan Anda untuk menutup kartu kredit dan ikuti instruksi petugas.
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.