Apa itu Peuyeum?

[ Gambar 1. Peuyeum Ketan]

[ Gambar 2. Peuyeum Singkong ]
Peuyeum, atau biasa disebut juga Tapai (Tape), adalah sebuah makanan khas beberapa daerah di asia yang dihasilkan dari proses fermentasi makanan berkarbohidrat sebagai subtrat untuk raginya. Secara umum di Indonesia, subtrat untuk peuyeum ini biasanya merupakan umbi singkong dan beras ketan. Ragi peuyeum ini merupakan campuran beberapa mikroorganisme, terutama fungi, seperti Saccharomyces Cervisiae, Rhizopus Oryzae, Endomycopsis Burtonii, Mucor sp., Candida Utilis, Saccharomycopsis Fibuligera, dan Pediococcus sp..
Jenis peuyeum yang paling sering ditemui merupakan hasil fermentasi dengan ragi yand didominasi S. Cerevisae. Peuyeum hasil fermentasi ini umumnya berbentuk semi-cair, lunak, berasa manis keasaman, mengandung alcohol, dan memiliki tekstur lengket.
Peueyum di berbagai daerah
Tapai (Tape) sendiri bukanlah sebuah makanan yang khas hanya di Indonesia . Bahkan negara lain seperti cina pun mempunyai tapai khas daerah mereka sendiri. Walaupun secara umum tapai dibuat dari fermentasi beras ketan (Oryza sativa) atau singkong (Manihot esculenta), semua jenis tapai ini berbeda-beda dalam rasa, aroma, bentuk, dan cara pembuatan tergantung daerahnya masing-masing.
[ Gambar 3. Tapai Pulut Khas Malaysia ]
Di daerah Jawa Barat, sepert kuningan, masyarakat sekitar lebih mengenal tapai dengan sebutan peuyeum, sedangkan masyarakat di daerah Jawa Timur lebih sering menyebutnya tape puhung. Sedangkan, Orang Banyumas menyebutnya tapè budinatau kenyas. Selain itu, tapai ketan yang dikenal di kawasan Asia, terutama Asia Tenggara, dikenal dengan nama lokal yang berbeda–beda : tapai pulut (Malaysia), basi binubran (Filipina), chao (Kamboja), atau chiu niang (Cina), dan khao-mak (Thailand).
Peuyeum Ketan Kuningan
Peuyeum ketan, adalah peuyeum yang terbuat dari beras ketan (beras pulut), baik dari ketan putih maupun ketan hitam. Peuyeum ketan ini sering dibuat sendiri di rumah-rumah di daerah jawa, terutama sebagai persediaan makanan di saat Lebaran. Selain itu, di daerah kuningan, peuyeum ketan ini sering dijual oleh pedagang; pedagang kaki lima maupun pedagang di pasar lokal dan pusat oleh-oleh di Kuningan. Peuyeum ketan yang biasa di jual di Kuningan sendiri terdiri dari dua macam, peuyeum ketan hitam yang biasa dikombinasikan dengan uli menjadi tape uli, dan peuyeum ketan putih yang terbungkus daun (biasanya daun jambu air atau daun waru).
Bagaimana Cara Membuat Peuyeum ketan?
Dalam pembuatan peuyeum ketan, pertama, beras ketan perlu dimasak dan dikukus terlebih dahulu sebelum dibubuhi ragi. Setelah itu, campuran tersebut dilindungi dari udara terbuka dengan membungkusnya oleh daun dan diinkubasi pada suhu 25-30 °C selama 2-4 hari. Daun yang digunakan dalam proses ini bermacam-macam, tergantung dari sumber daya yang tersedia, tetapi biasanya digunakan daun yang lebar dan permukaannya licin. Peuyeum ketan yang siap dihidangkan biasanya mengandung alkohol dan teksturnya lebih lembut. Daun yang digunakan biasanya adalah daun pisang, namun di beberapa tempat daun lain juga digunakan, misalnya daun jambu (Sizygium) atau karet para (Hevea brasiliensis).
Pembuatan peuyeum memerlukan kecermatan dan kebersihan yang tinggi agar singkong atau ketan dapat menjadi lunak karena proses fermentasi yang berlangsung dengan baik. Agar pembuatan peuyeum berhasil dengan baik alat-alat dan bahan-bahan yang digunakan harus bersih, terutama dari lemak atau minyak. Karena, alat-alat yang berminyak jika dipakai untuk mengolah bahan tapai bisa menyebabkan kegagalan fermentasi. Selain itu, air yang digunakan juga harus bersih; menggunakan air hujan bisa mengakibatkan peuyeum tidak berhasil dibuat.
I) Peuyeum Ketan Putih

[ Gambar 4. Peuyeum Ketan Putih ]
Berikut adalah cara membuat peuyeum ketan putih yang dikutip dari masfikr.com:
2) Peuyeum Ketan Hitam

[ Gambar 5. Peuyeum Ketan Hitam ]
Berikut adalah cara membuat peuyeum ketan hitam yang dikutip dari masfikr.com:Bahan Tape Ketan Hitam
Bahan Membuat Peuyeum Ketan Hitam:
Cara Membuat Peuyeum Ketan Hitam
Pewarnaan pada Peuyeum.
Selain rasanya yang manis dan aroma yang memikat, masing-masing jenis peuyeum juga mempunyai warna yang berbeda. Namun, warna tersebut bukanlah berasal dari pewarna buatan yang berbahaya, namun berasal dari pewarna alami. Sebagai contoh, untuk membuat peuyeum ketan berwarna merah digunakan angkak, pigmen yang dihasilkan oleh Monascus Purpureus, sedangkan tapai ketan warna hijau dibuat menggunakan ekstrak daun pandan.
Keuntung dan Kekurangan dari Peuyeum
Berikut adalah 7 Kelebihan dari peuyeum ketan berdasarkan artikel "7 Manfaat Tape Ketan Bagi Kesehatan" dari manfaat.co.id:
Seperti hal yang lain, peuyeum pun jika dikonsumsis secara berlebihan akan menghasilkan efek samping yang tidak di inginkan. Berikut adalah kutipan dari artikel "Keunggulan dan Kelemahan Tape" oleh Siti Wurnangsih yang terdapat di www.ibudanbalita.com mengenai kekurangan dari peuyeum:
"Konsumsi tapai yang berlebihan dapat menimbulkan infeksi pada darah dan gangguan sistem pencernaan. Selain itu, beberapa jenis bakteri yang digunakan dalam pembuatan tapai berpotensi menyebabkan penyakit pada orang-orang dengan sistem imun yang terlalu lemah seperti anak-anak balita, kaum lanjut usia, atau penderita HIV3. Untuk mengurangi dampak negatif tersebut, konsumsi tapai perlu dilakukan secara terkendali dan pembuatannya serta penyimpanannya pun dilakukan dengan higienis"
Peluang Bisnis Peuyeum Ketan
Dengan cara pembuatan yang tidak susah dan tidak memperlukan banyak uang, peuyeum ketan merupakan salah satu makanan Indonesia yang dapat dibuat oleh siapa saja dimana saja. Melebihi itu, peuyeum ketan, dengan modal pembuatan yang cukup rendah dan juga mempunyai daya perminatan yang cukup tinggi, peuyeum pun dapat menjadi sumber bisnis yang sangat menguntungkan. Terutama pada hari raya seperti hari raya lebaran, dimana orang dari luar kota berbondong-bondong berdatangan ke Kuningan untuk membeli peuyeum ketan berbungkus daun jambu air yang memang sudah menjadi produk khas kampung di Kuningan.Peluang bisnis seperti inilah yang membuat banyak toko oleh-oleh Kuningan, seperti toko oleh-oleh "Teh Diah", memutuskan untuk menjual peuyeum sebagai ciri khas toko mereka.

[ Gambar 6. Toko oleh-oleh "Teh Diah" yang menjual peuyeum sebagai ciri khas mereka ]
Kesimpulan
Peuyeum Ketan Kuningan merupakan salah satu versi dari makanan khas daerah asia yang disebut Peuyeum. Peuyeum sendiri dihasilkan dari proses fermentasi makanan berkarbohidrat sebagai subtrat untuk raginya. Berbeda dengan makanan tradisional lainnya, peuyeum bukanlah makanan yang khas hanya di Indonesia, bahkan negara seperti Cina pun mempunyai versi "peuyeum" mereka sendiri. Walaupun secara umum peuyeum adalah makanan hasil fermentasi, setiap daerah yang mempunyai "peuyeum" sebagai makanan khas nya mempunyai peuyeum yang berbeda dalam bentuk, rasa, dan aroma berdasarkan selera masyarakat sekitar. Selain enak, peuyeum ketan khas kuningan juga mempunyai banyak manfaat seperti membantu mencegah tumbuhnya sel-sel penyebab kanker. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan, peuyeum pun dapat mengakibatkan efek samping yang tidak diinginkan seperti gangguin dalam sistem pencernaan.
Peuyeum Ketan Kuningan tidak mempunyai cara pembuatan yang sulit, yakni hanya membutuhkan bahan sederhana yang dapat diperoleh di daerah sekitar pembuatan: ketan, gula, dan daun yang besar dan lancip seperti daun jambu atau pisang. Selain murah dan mudah untuk dibuat, peuyeum pun diminati oleh banyak warga sekitar Kuningan. Karena cara pembuatan yang murah dan mudah dan juga banyak peminat, peuyeum pun menjadi peluang bisnis yang sangat menguntungkan, terutama pada hari lebaran dimana banyak warga luar kota yang ke kuningan hanya untuk membeli peuyeum.
Istilah "Sayang Anak 5k" merujuk pada sebuah fenomena sosial dan hiburan rakyat yang sangat lekat dengan suasana pasar tradisional, pasar malam, maupun ruang publik lainnya. Kalimat "sayang anak, sayang anak..." merupakan jargon khas dan ikonik yang biasa diserukan dengan lantang oleh abang-abang penyedia wahana permainan odong-odong. Tujuannya adalah untuk menarik perhatian para orang tua yang sedang melintas atau berbelanja agar bersedia menyenangkan buah hati mereka.Seruan ini bermakna rayuan hangat agar orang tua rela menyisihkan uang senilai Rp5.000 (5k) sebagai tiket masuk. Dengan biaya yang sangat terjangkau tersebut, anak-anak sudah bisa merasakan kebahagiaan luar biasa menaiki wahana odong-odong yang biasanya dihiasi lampu warna-warni dan diiringi alunan lagu-lagu anak ceria. Praktik ini tidak hanya sekadar transaksi ekonomi kecil-kecilan, melainkan telah menjadi sebuah tradisi atau "ritual" hiburan murah meriah yang menghadirkan senyum dan tawa...
Dodol Kinca merupakan kuliner tradisional khas Bima dan Dompu, Nusa Tenggara Barat, yang dikenal dengan cita rasa manis legit serta teksturnya yang khas. Berbeda dari dodol pada umumnya, dodol ini dibuat dari campuran buah kinca (kawista) dan gula, dengan tambahan sedikit tepung tapioka sebagai pengikat, yang dimasak hingga mengental. Buah kinca sendiri adalah sebutan lokal untuk buah kawista, yang memiliki perpaduan rasa manis dan asam dengan aroma yang khas. Selain varian manis, Dodol Kinca juga memiliki variasi rasa pedas yang memberikan sensasi unik. Hidangan ini tidak hanya menjadi sajian khas, tetapi juga mencerminkan identitas kuliner serta tradisi masyarakat Bima dan Dompu.
Rimpu merupakan tradisi busana khas perempuan suku Mbojo di Bima, Nusa Tenggara Barat, yang dikenakan dengan menggunakan dua lembar kain sarung untuk menutup kepala hingga seluruh tubuh. Lebih dari sekadar pakaian, Rimpu merepresentasikan nilai kesopanan, identitas budaya, serta ketaatan terhadap ajaran Islam. Tradisi ini memiliki beberapa bentuk, di antaranya rimpu mpida yang dikenakan oleh perempuan belum menikah dengan menutup seluruh wajah kecuali mata, serta rimpu colo yang digunakan oleh perempuan yang telah menikah dengan memperlihatkan wajah. sumber gambar: https://etnis.id/menjaga-spirit-budaya-rimpu-di-tanah-rantau/
Beberuk Terong atau yang biasa disebut dengan Rusu/Lasuk oleh masyarakat Lombok adalah makanan khas Lombok yang terbuat dari terong bulat mentah yang dipotong kecil-kecil dan dicampur sambal tomat yang pedas, cukup mirip dengan sambal pelecing. Beberuk Terong biasanya disajikan sebagai pelengkap untuk makanan utama seperti ayam taliwang, sate rembiga, atau ikan bakar. Membuat Beberuk Terong ini sangat mudah dan hanya menggunakan bahan-bahan sederhana yang sering kita gunakan di dapur. Berikut bahan-bahan dan cara pembuatan Beberuk Terong: Bahan Terong bulat hijau/ungu Kacang panjang (opsional) Cabai rawit Bawang merah Tomat Terasi Jeruk Limau Garam Sedikit minyak goreng Cara Pembuatan Potong kecil-kecil terong bulat, bisa dipotong dadu atau diiris Potong kecil-kecil kacang panjang, jika menggunakan kacang panjang Untuk sambalnya, uleg kasar cabai rawit dan juga terasi Masukkan irisan bawang merah dan tomat, uleg kasar Tambahkan garam dan aduk ra...
SEJARAH SINGKAT Songket Palembang memiliki akar sejarah yang panjang, berawal dari masa Kerajaan Sriwijaya. Menurut buku Seni Kriya Nusantara karya Deni Setiawan, songket sudah dikenal sejak masa kejayaan Sriwijaya pada abad ke-7 Masehi, ketika Palembang menjadi pusat perdagangan internasional di tepi Sungai Musi. Banyak peninggalan budaya berupa wastra (kain tradisional) ditemukan. Salah satunya adalah kain songket yang menjadi bukti bahwa Kerajaan Sriwijaya sebagai penguasa jalur perdagangan di Selat Malaka. Hubungan dagang dengan India, China, dan Arab membawa pengaruh besar terhadap teknik dan motif songket. Dari China datang benang sutra, dari India benang emas dan perak. Perpaduan inilah lahir kain songket Palembang yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Melayu-Sumatera. Pada masa Kesultanan Palembang Darussalam, songket digunakan sebagai simbol kebesaran dan status sosial. Para bangsawan dan keluarga kerajaan mengenakannya dalam upacara resmi. Beberapa mo...