Permainan bulu ayam sangat digemari oleh anak-anak remaja baik laki-laki maupun wanita. Jenis permainan ini dapat dilakukan di halaman rumah dan sifatnya perorangan.
Bahan yang dipergunakan untuk permainan ini adalah kulit dengan ukuran 4,5 cm, karet, dan bulu ayam jantan yang tingginya 8 cm,paku, potongan ban yang telah dibentuk bulat berukuran 4 cm dan karet gelang sebagai pengikat.
Cara membuatnya yaitu beberapa buah karet yang telah dibentuk bulat ditusuk di tengah-tengah paku. Kemudaian bulu-bulu ayam ditempelkan disekeliling paku dan diikat dengan karet gelang dengan rapi. Agar bola tersebut rapih, gunakan lem untuk menguatkan bulu-bulu ayam tersebut.
Teknik permainannya yaitu, sebelum permainan dimulai terlebih dahulu diadakan suit (diundi) untuk menentukan siapa saja yang lebih dulu maqin dan seterusnya. Pemain yang menang suit akan melambungkan bulu ayam tersebut dengan kakinya dan setelah turun dilambungkan kembali oleh pemain kedua, demikian seterusnya. Permainan akan berhenti jika salah seorang di antara pemain telah disepakati nilai yang telah disepakati sebelum permainan dimulai.
Sumber: http://kebudayaanindonesia.net/kebudayaan/1457/permainan-bulu-ayam
Hubungi Contact Center CIMB Niaga 0818515000 Untuk menutup kartu kredit CIMB Niaga Anda
Untuk menutup kartu kredit CIMB Niaga, Hubungi layanan CIMB Niaga di 0818515000 lalu sampaikan pengajuan Anda untuk menutup kartu kredit dan ikuti instruksi petugas.
Hubungi Contact Center CIMB Niaga 0818515000 Untuk mengajukan penutupan kartu kredit CIMB Niaga Anda
Untuk menutup kartu kredit CIMB Niaga, Hubungi layanan CIMB Niaga di 0818515000 lalu sampaikan pengajuan Anda untuk menutup kartu kredit dan ikuti instruksi petugas.
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.