Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Jawa Tengah Jawa
Oseng Daging Pedas
- 5 Oktober 2017

Hidangan oseng-oseng daging sapi mercon adalah salah satu sajian sedap dari daging sapi yang memiliki cita rasa lezat dengan sensasi pedas yang menyegarkan.

Hidangan ini tentunya akan cocok bagi anda para pecinta kuliner hidangan pedas. Pasalnya, sesuai dengan namanya, hidangan daging sapi mercon akan siap membuat lidah anda merasakan betapa segarnya sensasi super pedas gila yang begitu menggoda.

 

Bahan Utama yang Diperlukan Untuk Oseng-Oseng Daging Mercon:

  • 500 gram daging sandung lamur

 

Bahan dan Bumbu Untuk Oseng-Oseng Daging Mercon:

  • 5 butir bawang putih, diiris halus
  • 20 biji cabai rawit merah utuh
  • 12 butir bawang merah, diiris halus
  • 8 buah cabai rawit hijau, diiris halus
  • 1/4 sendok teh garam
  • 1 buah tomat, dipotong
  • 1/2 sendok teh terasi
  • 8 buah cabai rawit merah, diiris halus
  • 2 sendok teh gula merah
  • 1 1/2 sendok makan air asam jawa
  • 4 sendok makan minyak, untuk menumis

 

Cara Mengolah Daging:

  • Langkah pertama yang bisa anda lakukan terlebih dahulu untuk memulai langkah pada resep kali ini adalah dengan terlebih memotong daging sandung lamur dengan bentuk kotak sesuai ukuran yang diinginkan.
  • Setelah daging selesai dipotong-potong, silahkan cuci bersih daging dengan air mengalir dan pastikan jika kotoran yang menempel pada daging dibersihkan keseluruhan.
  • Selesai dicuci, tempatkan daging dalam wadah, tiriskan airnya dan sisihkan sementara daging sebelum kita masak.

 

Cara Memasak Oseng-Oseng Mercon Daging:

  • Rebus daging dalam panci yang telah diberikan air kaldu dan rebus hingga daging menjadi lebih empuk dan matang.
  • Lalu, panaskan minyak pada api sedang, tunggu hingga minyak dalam wajan menjadi lebih panas dan tumis bawang merah, bawang putih beserta cabai rawit utuh, rawit hijau dan rawit merah hingga tericum aroma harum dan bahan yang ditumis menajdi lebih layu.
  • Aduk-aduk tumisan hingga merata dan masukkan buah tomat bersama dengan terasi kedalam tumisan, aduk-aduk merata hingga bumbu tercampur merata.
  • Masukkan rebusan daging sandung lamur yang telah dipotong-potong sebelumnya dan tuangkan bumbu seperti gula merah, garam dan kaldu sapi sedikit demi sedikit.
  • Masak daging mercon hingga matang dan bumbu meresap keseluruhan pada daging. Dan tambahkan pula air asam, aduk-aduk merata hingga semua daging terlumuri dengan bumbu. Masak hingga daging matang.
  • Setelah matang, ambil piring saji siapkan diatas meja. Angkat oseng-oseng daging dalam wajan dan tuangkan dengan menggunakan spatula kedalam mangkuk saji yang sudah dipersiapkan. Hidangkan lezatnya menyantap sajian oseng-oseng mercon ini bersama dengan nasi hangat. Jika anda merasa bumbu kurang pedas anda bisa menambahkan cabai giling dan adu-aduk kembali dengan menggunakan sendok. Demikian resep membuat oseng-oseng mercon yang lezat dan pedas, semoga resep ini bermanfaat dan selamat mencoba memasak hidangan lezat ini.

 

RM/Toko yang Menyediakan:
 
Oseng-Oseng Mercon Bu Narti
Diner
Address: Jalan KH. Ahmad Dahlan, Ngampilan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55262
Phone: 0819-1555-4472

 

Sumber:

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK Hikmah Karuhun Pikeun Kahirupan Ditulis ku: Henry Purwanto Kategori: Etika, Moral & Pepatah PENDAHULUAN Kidung Lakbok lain ukur carita baheula. Lian ti éta, ieu naskah kuno nyimpen pituduh anu jero pisan pikeun kahirupan urang di jaman kiwari. Karuhun urang teu ngan ninggalkeun carita, tapi ogé pangalaman, peringatan, jeung hikmah. Ieu pesan induk jadi pondasi pikeun urang hirup: ngajaga jati diri bari tetep maju ka hareup. Hayu urang bahas hiji-hiji. ULAH POHO KA ASAL-USUL (Jangan Lupa Pada Asalnya) Makna: Saha urang, ti mana asalna, naon sajarah karuhun urang – kabehna kudu dipikanyaho. Ulah isin ku sajarah sorangan, sabab dinya tempat urang tumuwuh. Kaitan jeung Lakbok: Karajaan Bandjarpatroman téh akar ti wewengkon ieu. Lamun urang poho sajarah, sarua jeung neangan leungit jati diri. Urang bakal gampang kaileng ku budaya deungeun anu teu saluyu jeung ajén-inajén lembur. Pesen: Sugema jeung bagja téh mimitina mah nya tina n...

avatar
Gulamerah