Naik Ayun

Tanggal oleh Aldi Riandana
Kategori: Prosesi Adat
Elemen Budaya: Ritual
Provinsi: Kalimantan Timur
Asal Daerah: Kutai Kartanegara
Pengertian
 
Upacara NAIK AYUN merupakan rangkaian tradisi adat KUTAI dalam menyambut kehadiran anak bayi yang baru lahir. Dimana pada hari pertama dari kelahiran tersebut si anak bayi telah diadzankan dan di iqamahkan di telinga kiri dan kanan si bayi. Ada acara kecil pula terhadap proses pembersihan, pengisian dan penguburan (penanaman) tembuni serta diberi penerangan berupa lampu / obor / pelita / listrik.
 
Kira-kira 5 - 7 hari, terjadi lagi pemutusan tali pusar (Pusat) si bayi yang ditangani secara khusus pula oleh seorang bidan.
 
Pertimbangan faktor kesehatan sang ibu, ekonomi keluarga yang menunjang, maka usia anak antara 15 hari hingga 1 bulan, upacara adat NAIK AYUN ini baru dilaksanakan.
 
Asal Muasal NAIK AYUN
 
Menurut Syariat Agama Islam
 
* Hadist yang diriwayatkan oleh ABU DAUD dari ABU BURAIDAH, artinya : “Kami dimasa jahilliah jika ada salah seorang diantara kami melahirkan seorang bayi laki-laki, disembelihlah seekor kambing dan dilumuri kepala bayinya dengan darah. Ketika Islam datang kami tetap menyembelih kambing dan mencukur (rambut) kepala bayi, tetapi kami lumuri kepalanya dengan za’faran (bukan darah lagi)”  (HR. ABU DAUD)
 
* Hadist shahih yang diriwayatkan dari SAMURAH, bahwa RASULULLAH SAW bersabda,  yang artinya :
 
“Tiap-tiap anak yang dilahirkan tergadai dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh (dari hari kelahirannya), dicukur rambutnya dan diberi nama”   (HR. IBNU MAJAH)
 
* Tentang pelaksanaan AQIQAH, SITI AISYAH menyatakan bahwa RASULULLAH saw bersabda, yang artinya :
 
“Sesungguhnya Rasulullah saw memerintahkan mereka (beraqiqah) untuk anak laki-laki dua ekor kambing dan untuk anak perempuan satu ekor kambing.”    (HR. TURMUDZI)