Naskah Kuno dan Prasasti
Naskah Kuno dan Prasasti
Arkeologi DKI Jakarta Indonesia
Museografia: majalah tentang permuseuman vol. XIII, no.1, 2018
- 1 April 2019

Museografia: majalah tentang permuseuman vol. XIII, no.1, 2018

 
 
 

Arainikasih, Ajeng Ayu and Solihin, Lukman and Prahara, Widyabrata and Budiharja, Budiharja and Ibrahim, Yuni Astuti and Lukman, Winny and Kellan, Opini Patrick and Napitupulu, Albertus and Submit Permuseuman, Submit Permuseuman and Aprianingrum, Archangela Yudi and Purba, Besty Edith Christie (2018) Museografia: majalah tentang permuseuman vol. XIII, no.1, 2018. Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Jakarta.

[img] Text 
Museografia Volume XIII No. 1 2018.pdf 

Download (28MB)

Abstract

Museum sebagai salah satu lembaga yang memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam bentuk pendidikan dan kesenangan juga perlu memiliki standar agar dapat memberikan pelayanan yang baik kepada pengunjung. Masyarakat peminat museum saat ini membutuhkan akses ke spektrum perspektif yang lebih luas dari sumber informasi. Disamping itu di dalam mengakses informasi di museum masyarakat memiliki hak untuk memperoleh pelayanan yang baik, sehingga museum harus terus berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pengunjungnya. Saat ini museum masih tetap mempunyai fungsi utama sebagai lembaga untuk melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi, dan mengomunikasikannya kepada masyarakat. Sebagai lembaga yang berbasis pelayanan terhadap masyarakat, museum tentunya juga sudah saatnya memiliki standar dalam hal pengelolaannya. Tak lain adalah untuk bisa dinilai dan dievaluasi kinerjanya di dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Item Type: Book
Uncontrolled Keywords: Direkotarat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman
Subjects: Pendidikan > Sekolah > Literasi
Pendidikan > Sekolah > Layanan Digital
Pendidikan > Sekolah > Pembelajaran
Pendidikan > Kebudayaan > Museum
Pendidikan > Kebudayaan > Arkeologi
Pendidikan > Kebudayaan > Cagar Budaya
Pendidikan > Kebudayaan > Sejarah Indonesia
Pendidikan > BUKU
Divisions: Direktorat Jenderal Kebudayaan > Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman
Depositing User: Partogi Maiparsaulian
Date Deposited: 10 Jan 2019 04:55
Last Modified: 10 Jan 2019 04:55
URI: http://repositori.kemdikbud.go.id/id/eprint/9705

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Ingin Membatalkan Pinjaman Adakami? Begini Cara Membatalkan Pinjaman Adakami
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Cara Membatalkan Transaksi Pinjaman (AdaKami) Kamu bisa menghubungi layanan Live Chat via WA((+62821=6213=907)). jelaskan dengan baik alasan ingin melakukan Pembatalan, lalu siapkan data diri anda seperti KTP, dan ikuti langkah-langkah Pembatalan yang di instruksikan oleh customer service melalui WA.

avatar
Agustin
Gambar Entri
Ingin Membatalkan Pinjaman EasyCash? Begini Cara Membatalkan Pinjaman EasyCash
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Berikut ini cara membatalkan pinjaman (EasyCash), Silahkan hubungi Customer Service(O822=9567•411O, melalui Live Chat via WhatsApp, dan Siapkan data diri seperti KTP" dan ikuti instruksi yang diberikan oleh agen customer service untuk melanjutkan proses Pembatalan anda.

avatar
Agustin
Gambar Entri
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Maluku

Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Pamali:
Ritual Ritual
Jawa Barat

Pamali: Ketika Larangan Tak Tertulis Mengatur Kehidupan Mengapa sebagian masyarakat Indonesia yang telah mengenyam pendidikan modern dan hidup di tengah kemajuan teknologi masih enggan memotong kuku di malam hari, bersiul saat senja tiba, atau menanam pohon kelapa di depan rumah? Fenomena ini bukan sekadar sisa primitivisme yang tertinggal, melainkan manifestasi dari pamali —sistem norma yang secara mengejutkan masih eksis sebagai pengatur sosial yang efektif. Pada titik tertentu, pamali menghadirkan paradoks budaya yang menarik: ia adalah "hukum" tanpa tulisan, "polisi" tanpa seragam, namun memiliki kekuatan mengikat yang seringkali lebih efektif dari peraturan tertulis. Kearifan Ekologis dalam Selubung Larangan Di tataran praktis, pamali seringkali berfungsi sebagai mekanisme pelestarian alam yang diselimuti narasi mistis. Masyarakat Sunda, misalnya, mengenal berbagai bentuk pamali yang sejatinya merupakan bentuk adaptasi terhadap lingkungan dan ekosiste...

avatar
Kianasarayu