Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Sulawesi Selatan Makassar
Mie Titi (Mie Kering Makassar)
- 6 September 2017

Jika anda pernah berkunjung ke Makassar pasti anda akan menjumpai masakan kuliner yang cukup terkenal yaitu Mie Titi. Jika belum menjumpai atau belum menikmati kelezatan mie titi jangan bilang anda sudah pergi ke sana, cobalah mencari di warung-warung sekitar anda atau mintalah petunjuk ke warga sekitar warung mana yang menjual mie titi.

Sejarah Mie Titi

Konon asal muasal dari mie Titi ini awalnya dibuat oleh Ang Kho Tjao yang merupakan seorang warga keturunan Cina yang tinggal di Makassar. Ang Kho Tjao kemudian mewariskan resep kuliner ini kepada ketiga anaknya dan menjadikan Mie Titi mulai terkenal sejak tahun 1970-an. Ang Kho Tjao memberikan pengetahuan tentang resep untuk tiga anaknya yaitu Hengky, ‘Awa, dan Titi.

Setelah Ang Kho Tjao meninggal,  bisnis mie kering dilanjutkan oleh anak-anaknya secara mandiri.  Titi itu adalah yang paling populer di Makassar, maka nama “Mie Titi” menjadi identik dengan mie Makassar kering Makassar. Mie Kering Di Makassar yang terkenal ada 4 yaitu Mie Titi, Mie Awa, Mie Hengky, dan Mie Anto.

Sejauh ini yang paling terkenal hingga ke nusantara adalah mie titi…Hingga kini sudah terdapat beberapa cabang di Makasar dan bahkan hingga ke Jakarta. Konon rasa dari mie titi ini cukup istimewa dan tak kan didapatkan pada mie lainnya. Harganyapun cukup kompetitif, hingga saat tulisan ini dibuat untuk 1 porsi mie titi dijual seharga 15 ribu hingga 20 ribu rupiah. Sangat murah jika dibandingkan dengan citarasanya yang istimewa.

Resep Mie Titi

Bahan Mie Titi (Mie Kering Makassar)

  • Mie Telor 1 bungkus
  • Daging ayam 250 gram
  • Baso sapi/ayam 5 butir, iris sesuai selera
  • Tepung maizena 3 sendok atau sesuai takaran kekentalan yang diinginkan
  • Hati sapi 100 gram
  • Sayur-sayuran (kol, sawi, wortel dan tomat)
  • Daun seledri, Daun bawang diiris halus
  • Udang secukupnya, diiris sesuai selera
  • Telor 2 butir
  • Minyak untuk menggoreng

Bumbu Halus

  • Bawang putih 3 siung
  • Bawang bombay 1 siung kecil
  • Bawang merah 1 siung
  • Kemiri 1 biji
  • Merica dan paprika bubuk
  • Garam secukupnya

Bahan Pelengkap

  • Bawang goreng
  • Jeruk Nipis

Cara Membuat Mie Titi khas Makassar

* Untuk Mie

  • Taruh mie dibaskom, siram dengan air panas. Diamkan kurang lebih 4 menit sampai mie terurai. Tiriskan.
  • Goreng mie yang sudah tiris di wajan (biarkan mie terendam didalam minyak saat digoreng), sampai berwarna kecoklatan dan kering. Pisahkan.

* Kuah Siraman Mie

  1. Rebus ayam hingga lembek, sisihkan air rebusan ayam untuk kuah mie. Daging ayam di iris2 kotak, sisihkan.
  2. Panaskan minyak di wajan, tumis bumbu yang sudah dihaluskan, kalau sudah kecoklatan masukkan udang, ayam dan baso.
  3. Masukkan sedikit demi sedikit air rebusan ayam sampai habis. Takaran kuah sesuai selera, biarkan sampai mendidih.
  4. Setelah mendidih, masukkan sayuran dan tomat yang sudah dipotong-potong, biarkan beberapa saat.
  5. Siapkan campuran tepung maizena yang diaduk dengan air, tuang perlahan-lahan kedalam kuah sampai tercapai tingkat kekentalan yang diinginkan.
  6. Setelah kuah mengental, terakhir masukkan telur yang telah dikocok lepas dan langsung aduk kuah biar jadi terlihat berserat.
  7. Masukkan irisan daun seledri dan bawang.

Cara Menyajikan Mie Titi khas Makassar

  • Siapkan piring, tempatkan mie goreng kering di piring saji. Tuangkan kuah diatas mie.
  • Taburi dengan bawang goreng sajikan bersama jeruk nipis sesuai selera.

 

RM yang menyediakan
 
Sulawesi@Kemang
Jl. Kemang Selatan Raya No.2A 
Jakarta Selatan 12560
Telepon :
021-78833170
0877-81809753 (WhatsApp)
 
Sulawesi@Mega Kuningan
Menara BTPN Podium 2 Zona B
Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Kav. 5.5 – 5.6.
Jakarta Selatan 12950
Telepon : 
021 - 29887836
0877-81809756 (WhatsApp)
 
Sulawesi@Menteng
Jl. Sumenep No.24, Menteng, kota Jakarta Pusat.10310
Telepon:
021-21231234
0878-76914933 (WhatsApp)
 
Sumber:

http://www.earlly.com/resep-mie-titi-mie-kering-khas-makassar.html

 

 

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker