×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Ritual Adat

Provinsi

Sulawesi Selatan

Asal Daerah

Kabupaten Enrekang

Ma'patindak Bola, semangat Gotong R...

Tanggal 19 Dec 2018 oleh Aze .

Ritual mendirikan rumah atau ma’patindak bola masih dilakukan oleh komunitas adat Pasang, Desa Pasang, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Ma’patindak sendiri dapat diartikan mendirikan, sementara bola adalah rumah. Keunikan acara ini adalah terlibatnya banyak orang untuk ikut membantu, tanpa harus diminta oleh si pemilik rumah

JIka ada informasi sebuah rumah hendak didirikan, maka tanpa diminta orang-orang dari seluruh penjuru kampung akan berdatangan untuk membantu, tidak hanya orang tua, namun anak-anak mudanya, laki-laki dan perempuan. Semangat gotong-royong sangat terasa dalam ritual ini.

Ma’patindak bola ini sendiri memiliki sejumlah proses. Setelah rumah siap didirikan, maka di lokasi pendirian rumah terlebih dulu dilakukan acara doa dan pembacaan barzanji, berisi puja-puji pada Nabi Muhammad dan keluarganya. Tradisi di komunitas adat Pasang memang sangat dipengaruhi ajaran Islam.

Setelah prosesi barzanji ini dilakukan, yang diakhiri dengan doa keselamatan untuk pemilik rumah, maka di lokasi yang sama dilanjutkan dengan ritual maccera bola. Maccera biasanya diidentikkan dengan mengorbankan sesuatu, apakah itu ayam, kambing atau sapi. Untuk acara ma’patindak bola ini, yang dikorbankan adalah ayam dari tiga jenis, yaitu ayam berwarna hitam, putih dan bakka atau ayam dengan tiga warna, merah, hitam dan putih.

Ayam hitam adalah persembahan untuk tanah, ayam putih untuk rumah atau bangunan sementara ayam bakka untuk penghuni rumah agar selalu sehat dan sejahtera atau berkembang atau bakka,

Setelah ritual maccera bola dilakukan dilanjutkan dengan pemasangan tiang-tiang dan rangka rumah. Proses inilah yang kemudian melibatkan banyak orang, yang bisa mencapai ratusan orang.proses pemasangan tiang dan rangka ini sangat vital karena akan menentukan bangunan awal rumah. Setelah pemasangan tiang dan rangka ini selesai akan dilanjutkan dengan pemasangan dinding, lantai dan atap. Setelah bangunan rampung dan sebelum digunakan atau ditinggali oleh pemilik rumah maka ada ritual terakhir yang harus dilakukan, yaitu ritual kesyukuran atau ritual masuk rumah. Biasanya disertai dengan pemotongan ayam atau kambing untuk dikonsumsi bersama.

hal lain yang perlu diperhatikan dalam ritual ma’patindak bola ini adalah pemilihan waktu. Jika tidak tepat maka diyakini akan berakibat fatal bagi kesehatan, kesejahteraan dan keselamatan pemilik rumah dan keluarganya. Proses penentuan rumah ini biasanya melibatkan orang-orang tua yang memahami konsep hari baik.

kuatnya semangat gotong-royong di komunitas adat Pasang tak terlepas dari masih sangat kuatnya masyarakat adat Pasang dalam memegang pasang atau pesan leluhur. Ada empat inti dari pesan leluhur melalui pasang ini, yaitu malelu sipakainga’, artinya siapapun yang keliru itu harus diingatkan. Kedua, mali’ siparappe’, yang berarti kalau ada yang hanyut maka harus diselamatkan, sebagai kewajiban seluruh warga. Itulah makanya gotong royong di sini sangat kuat. Lalu ada juga pesan berupa ra’ba sipatokkong yang berarti bahwa jika ada yang rugi atau tidak mampu maka harus dibantu. Ketika sudah mampu maka harus bekerjasama, yang disebut tokkong sipakarudani, sebagai pesan terakhir.

Pesan tersebut disampaikan oleh pembawa pesan pertama di Pasang yaitu Latau Pakka. Latau Pakka sendiri dalam kosmologi masyarakat adat Pasang dianggap sebagai Tomanurung atau orang yang diturunkan dari langit di Buntu (Gunung) Pasang, yang berada di sebelah selatan kampung ini. Ketika Latau Pakka muncul ia membawa pesan-pesan sebagai aturan hukum di Pasang. Setelah pasang ini lengkap disampaikan, Latau Pakka langsung menghilang entah kemana. Untuk memperingati turunnya Latau Pakka inilah kemudian diadakan ritual maccera manurung tiap tahunnya.

Pasang atau pesan yang disampaikan Latau Pakka ini sendiri disebut Sajo atau ajaran yang tidak tertulis berisi hukum-hukum adat, baik dari terkait pertanian, keyakinan, kemaslahatan hidup, dan kehidupan manusia. Orang yang menyampaikan sajo ini disebut massajo, yang hanya disampaikan di saat ritual tahunan maccera manurung. Kelembagaan adat adat Pasang sendiri memiliki empat pilar yang disebut Appa’ Allirinna Wanua, yang dianalogikan sebagai tiang rumah di empat sisi.

Keempat pemangku adat ini terdiri atas Tomatua atau pimpinan, lalu ada yang disebut Dulung, sebagai penanggung jawab urusan pertanian. Ada juga yang disebut Sara’ yang mengurusi masalah keagamaan, dan terakhir adalah Sanro atau dukun, yang mengurusi masalah kesehatan.

sumber : http://www.mongabay.co.id/2016/10/31/serunya-tradisi-mendirikan-rumah-di-komunitas-adat-pasang/

 

DISKUSI


TERBARU


Upacara Kapat

Oleh Widra | 12 Aug 2020.
Ritual

Upacara bulan Kapat atau yagn sering juga dikenal dengan upacara selamatan bumi, air, kayu dan segala macam tanaman beserta hasil buminya. Upacara in...

Perbedaan Antar...

Oleh Iklanid | 07 Aug 2020.
makanan

Kambing dan domba adalah dua jenis spesies hewan yang berbeda. Dalam bahasa latin, kambing disebut Capra hirpus sedangkan domba disebut Ovis aries....

Bubur odeon

Oleh Abe Tanu | 31 Jul 2020.
Makanan

Bahan-bahan 100 gram beras putih 700 ml kaldu ayam Secukupnya garam Secukupnya penyedap Secukupnya merica 2 sdm minyak babi (boleh sk...

Skoteng Singapo...

Oleh Abe Tanu | 31 Jul 2020.
Makanan

Kuah sekoteng singapore seperti pada umumnya di daerah lain Indonesia yaitu air gula dengan campuran jahe dan susu. Sekoteng singapore terkenal sanga...

Mochi Khas Suka...

Oleh Abe Tanu | 31 Jul 2020.
Makanan

Masakan terkenal dari Sukabumi adalah kue mochi. Pada dasarnya, kue mochi memang menjadi makanan yang paling diburu para wisatawan. Selain karena ras...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritual...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dala...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pend...

Ukiran Gorga Si...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai penjaga rum...