Pada suatu hari ada seorang anak berjalan di sebuah hutan bersarna ibunya. Mereka sedang mencari kayu bakar dan sejenis umbi-umbian untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pada saat sedang mencari kayu bakar, tiba-tiba sang anak mendengar suara aneh yang berasal dari rumpun bambu yang lebat. Anak itu pun menjadi ketakutan dan memberitahukan kepada ibunya perihal suara tersebut.
lbu dan anak itu kemudian mencari tahu asal suara itu. Namun, tiba-tiba mereka melihat seekor ular kecil. Ular itu pun terkejut dan menghindar pergi melalui semak-semak. Melihat ular itu, sang ibu menjadi penasaran. Akhimya, ibu dan anak itu mengikuti arah ular itu pergi.
Sang ular temyata menuju ke sebuah danau. Sesampainya di danau, ibu dan anak tersebut sangat terkejut melihat sekumpulan ular yang sangat banyak memenuhi danau. lbu itu pun kemudian menarik tangan anaknya dan mereka segera bergegas pulang. Sesampai di rumah, ibu dan anak masih dihantui ketakutan setelah melihat peristiwa tadi.
Pada malam hari sang ibu bermimpi. Dalam mimpinya ia merasa berada kembali di tempat ia dan anaknya melihat ular. Ia melihat seekor ular yang sangat besar. Ibu itu pun kemudian mengikuti gerak ular dengan hati-hati dan akhirnya sampailah di tepi danau itu. Dengan perasaan bingung, si ibu terus memandangi ular-ular yang berada di sungai. Tiba-tiba muncul dua ekor buaya yang besar yang datang dari arah yang bersamaan. lbu itu pun semakin ketakutan. Dua ekor buaya terlihat mengacaukan air sungai. Suara ibu yang ketakutan itu pun akhimya mengejutkan sang buaya. Akhimya, buaya merasa geram dan akan menerkam sang ibu. Pada saat itulah, si Ibu bangun dan tersadar dari mimpi.
Keesokan harinya, sang lbu itu ingin memastikan apa yang terjadi dalam mimpinya semalam. Ia pun kembali ke danau. Dengan perlahan sang Ibu membuka ranting-ranting dedaunan yang menutupi pandangannya. Dan betapa terkejutnya ia ketika menyaksikan semua yang terjadi di sungai itu persis sama dengan apa yang terjadi dalam mimpinya semalam. Kejadian itu kemudian banyak dialami pula oleh penduduk desa lainnya sehingga cerita tentang ular itu lamakelamaan menyebar luas di masyarakat.
Yang menjadi sebuah keanehan, jika danau itu dikunjungi oleh orang-orang yang berniat jahat, ular dan buaya yang menjadi penghuninya tidak pemah menampakkan diri. Akan tetapi, jika orang yang datang memiliki hati yang bersih, ular dan buaya itu biasanya naik ke permukaan danau.
Warga masyarakat Kecamatan Mangoli Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula, yang menghuni di sekitar danau itu kemudian menamai danau tersebut dengan sebutan Danau Waitulia. Waitulia berasal dari dua kata, yaitu wai 'air' dan tulia 'ular'. Dengan demikian, waitulia berarti danau yang ditempati banyak ular. Sampai saat ini masyarakat Mangoli Tengah masih memercayai cerita terse but sehingga masyarakat menganggapnya sebagai danau keramat.
Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.
Cara membatalkan pinjaman ayopinjam Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.
Cara membatalkan pinjaman ayopinjam: Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.
PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK Hikmah Karuhun Pikeun Kahirupan Ditulis ku: Henry Purwanto Kategori: Etika, Moral & Pepatah PENDAHULUAN Kidung Lakbok lain ukur carita baheula. Lian ti éta, ieu naskah kuno nyimpen pituduh anu jero pisan pikeun kahirupan urang di jaman kiwari. Karuhun urang teu ngan ninggalkeun carita, tapi ogé pangalaman, peringatan, jeung hikmah. Ieu pesan induk jadi pondasi pikeun urang hirup: ngajaga jati diri bari tetep maju ka hareup. Hayu urang bahas hiji-hiji. ULAH POHO KA ASAL-USUL (Jangan Lupa Pada Asalnya) Makna: Saha urang, ti mana asalna, naon sajarah karuhun urang – kabehna kudu dipikanyaho. Ulah isin ku sajarah sorangan, sabab dinya tempat urang tumuwuh. Kaitan jeung Lakbok: Karajaan Bandjarpatroman téh akar ti wewengkon ieu. Lamun urang poho sajarah, sarua jeung neangan leungit jati diri. Urang bakal gampang kaileng ku budaya deungeun anu teu saluyu jeung ajén-inajén lembur. Pesen: Sugema jeung bagja téh mimitina mah nya tina n...
Naskah Nusantara • Sunda Kuno Kidung Lakbok Kisah Kerajaan Banjarpatroman, Ramalan Abadi, dan Kelahiran Wayang Kila Kidung Lakbok adalah sebuah karya sastra lama berbentuk prosa naratif atau puisi naratif dalam bahasa Sunda yang menceritakan tentang sejarah dan legenda Kerajaan Banjarpatroman. Kerajaan tersebut dipercaya pernah berdiri di wilayah yang kini dikenal sebagai Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Naskah ini sempat nyaris hilang, kemudian ditulis ulang dan dilestarikan kembali pada tahun 2013 melalui publikasi daring. 📜 Sejarah dan asal-usul Menurut naskah Kidung Lakbok, Kerajaan Banjarpatroman mengalami masa kejayaan sebelum akhirnya runtuh akibat perang saudara atau perebutan kekuasaan. Peristiwa tersebut dianggap sebagai dosa besar yang menimbulkan kutukan. Akibat perbuatan tersebut, turunlah azab berupa bencana alam besar, seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, dan banjir bandang. Kerajaan yang dahsyat itu akhirnya tenggelam dan berubah menja...