Fadillah, Nurul and Herprima, Yudha and Lestari, Pipit Puji (2015) Konservasi kotak ekskavasi museum Klaster Manyarejo. Jurnal Sangiran (4). pp. 51-68.
|
|
Text (Tim konservasi berusaha melakukan konservasi dengan berbagai percobaah bahan konservan.) 5-KONSERVASI-KOTAK-EKSKAVASI-MUSEUM-KLASTER-MANYAREJO_Compressed.pdf - Published Version Download (2MB) | Preview |
Kotak Ekskavasi Manyarejo merupakan salah satu display yang disajikan oleh Museum Klaster Manyarejo bagi pengunjung untuk menampilkan proses penelitian ekskavasi yang dilakukan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran maupun instansi yang lain. Seiring berjalannya waktu kotak galian ini mengalami kerusakan. Sebagian besar tanah didalam kotak galian ditumbuhi semacam tumbuhan kecil (biodeterioration agent) berwarna hijau dan putih. Tim konservasi berusaha melakukan konservasi dengan berbagai percobaan bahan konservan. Diantaranya dengan menggunakan herbisida, larutan paraloid dan menggunakan garam. Penggunaan bahan konservan ini dicoba dengan berbagai macam konsetrasi sampai ditemukan konsentrasi optimal dari bahan konservan tersebut untuk membasmi biodeterioration agent. Herbsida jenis sidafos 480 SK yang dicampur dengan Ally Plus 77 WP dengan perbandingan 50 ml sidafos 480 SL dilarutkan dalam 300 ml air dan ditambahkan 1,5 sendok Ally Plus 77 WP ternyata memiliki efektifitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan larutan paraloid 2% dan garam. Hal ini terlihat dari adanya perbedaan mortalitas lumut dari masing-masing area percobaan yang mana penyemprotan dengan herbsida sidafos 480 SL dan campuran Ally Plus 77 WP dengan konsentrasi ini menunjukkan mortalitas lumut tertinggi dibanding penyemprotan dengan kedua bahan lain.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: |
Pendidikan > Kebudayaan Pendidikan > Kebudayaan > Penelitian Pendidikan > Kebudayaan > Arkeologi Pendidikan > Kebudayaan > Cagar Budaya Pendidikan > Kebudayaan > Warisan budaya Pendidikan > Kebudayaan > Penelitian kebudayaan |
| Divisions: | Direktorat Jenderal Kebudayaan > Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman > Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran |
| Depositing User: | Ilma Avitrianti |
| Date Deposited: | 19 Dec 2017 06:02 |
| Last Modified: | 24 Jan 2018 02:24 |
| URI: | http://repositori.kemdikbud.go.id/id/eprint/4628 |
Jipeng: Kombinasi Unik Tanji dan Topeng dalam Orkes Betawi Sebuah seni teater khas Betawi yang muncul dari kolaborasi antara Tanji dan Topeng. Jipeng: Kombinasi Unik Tanji dan Topeng dalam Orkes Betawi Sebuah seni teater khas Betawi yang muncul dari kolaborasi antara Tanji dan Topeng. Jipeng: Kombinasi Unik Tanji dan Topeng dalam Orkes Betawi Sebuah seni teater khas Betawi yang muncul dari kolaborasi antara Tanji dan Topeng.
Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.
HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692
Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland