Terletak di Desa Londa, sekitar satu jam perjalanan dari kota Makale, ibukota dari Tana Toraja. Obyek budaya kuburan batu alam Londa, disinilah teman-teman sobat budaya makassar melanjutkan ekspedisi berikutnya (27/12/14). Sepanjang perjalanan, mata kami dimanjakan dengan berbagai macam arsitektur khas Toraja. Seperti rumah tongkonan, alang (lumbung padi),kuburan batu,berbagai ukiran, dll. Inilah khas dari Tana Toraja, inilah kebudayaan toraja yang masih kental dengan tradisi nenek moyang. Kebudayaan yang masih asli dan belum terjamah dari luar. Hal ini diapresiasi sangat tinggi oleh komunitas sobat budaya makassar yang jauh-jauh hari mempersiapkan ekspedisi Toraja. Saat memasuki obyek wisata Londa, terlebih dahulu saudara akan dimanjakan oleh souvenir khas Toraja. Seperti baju, gelang, sarung toraja, tau-tau (miniatur jenasah), badik, parang, bahkan kopi Toraja juga dijual disini. Tentunya saudara harus mengorek koceknya jika tidak ingin ketinggalan souvenir. Jangan takut untuk bertanya, kata pepatah "malu bertanya,sesat dijalan'. Prinsip itulah yang harus dipakai saat melakukan ekspedisi. Rian, salah seorang informan siap memberikan kami pengetahuan tentang Londa. Dari penjelasan dia, daerah ini merupakan kawasan pekuburan batu alam (liang batu) yang tidak terjamah oleh tangan manusia. Maksudnya, tidak ada proses pemahatan batu/melubangi batu seperti yang dilakukan oleh kuburan lain yang di Toraja. Di pekuburan ini terdapat banyak macam-macam benda yang bisa jumpai, seperti; tau-tau, piring , mangkuk, kandian dulang (piring kuno), patane, erong (peti mati kuno), dan sesajen ( sirih, tembakau, rokok, uang, dll). Menurut kepercayaan mereka, sesajen inilah yang dipakai oleh arwah yang telah meninggal dialam ghaib untuk menjalani kehidupan selanjutnya ( Puya = sebutan alam roh bagi suku Toraja). Meskipun terjadi proses kristenisasi yang dilakukan oleh bangsa portugis sebelum terjadi perang dunia II, masyarakat toraja pada umumnya masih menganut faham animisme dan dinamisme. Salah satu buktinya adalah upacara rambu solo (upacara mengantar arwah ke Puya) yang nota bene masih peninggalan aluk todolo. Ada perasaan takut mereka ketika harus meninggalkan kepercayaan nenek moyang, itulah alasan mereka mengapa masih mempertahankan tradisi ini. Prosesi upacara rambu solo sendiri bisa dilakukan kapan saja oleh keluarga dari jenasah, tergantung dari keinginan keluarga yang meninggal. Sebab upacara seperti ini adalah satu kewajiban yang harus dilakukan sebelum jenasah disemayamkan ditempat peristirahatan terakhirnya. Dalam tradisi upacara rambu solo, penetapan jumlah kerbau yang dipotong disesuaikan dengan kasta sosial yang ada. Seperti kua-kua (budak) satu hingga tiga ekor, karurung ( masyarakat merdeka) tiga hingga enam ekor, bassi ( para saudagar dan pendeta) tujuh hingga tiga belas ekor, dan bula'an tiga belas hingga dua puluh empat ekor, dan selebihnya itu adalah babi. Namun seiring dari perkembangan zaman, dunia seakan berputar. Banyak dari kalangan kua-kua sudah mampu memotong kerbau melebihi jumlah yang ditentukan, bisa sampai dua puluh ekor tergantung dari kemampuan ekonomi. Justru sebaliknya, dari kalangan bula'an hanya bisa melakukan upacara rambu solo sewaktu-waktu, disebabkan kemampuan ekonomi mereka lemah. Jikalau mereka belum punya kemampuan untuk memotong kerbau, biasanya mayat/jenasah disemayamkan dirumah duka (didalam Sumbung Tongkongan). Jenasah yang disemayamkan didalam sumbung tongkongan masih dianggap orang sakit bagi orang toraja. Jadi mereka setiap hari mengajak bicara jenasahnya, makan, dll, meskipun tidak ada respon seolah-olah jenasah masih hidup. Jenasah baru dianggap benar-benar sudah meninggal ketika upacara rambu solo telah dilakukan. Dikuburan batu alam (liang batu bagi masyarakat toraja) Londa, penempatan jenasahnya pun berbeda-beda. Masih kentalnya tradisi didaerah ini dibuktikan dengan penempatan jenasah dikuburan batu. Hal ini disesuaikan dengan strata sosial yang ada didesa Londa. Strata Sosial disini ditarik dari garis keturunan darah. Semakin tinggi penempatan jenasah, maka semakin tinggi pula strata sosialnya dimasyarakat Londa. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah penempatan jenasah maka semakin rendah pula strata sosialnya. Mereka yang bisa dimakamkan dikuburan batu alam Londa hanyalah masyarakat yang bermarga Tolengke dengan marga Topangrakba. Selain dari kedua marga itu, mereka (orang toraja) dimakamkan dikuburan batu lain. Sebab kuburan batu Londa adalah kuburan batu keluarga. Banyak cara yang dilakukan nenek moyang orang Toraja dalam membagi kelas, tidak lepas dari tradisi nenek moyang mereka. Seperti halnya dengan bayi yang meninggal, yang diperbolehkan masuk peti mati hanyalah bayi yang mempunyai gigi, sedangkan bayi yang belum bergigi disimpan dalam batang pohon. Hal unik seperti ini hanya bisa dijumpai di Toraja. Didalam kuburan batu berbentuk gua ini, terdapat sepasang tengkorak yang mati bunuh diri pada tahun 1972 sebab hubungan keduanya tidak direstui keluarga. Alasan tidak direstuinya adalah ikatan darah keduanya masih sangat dekat, masih sepupu satu kali. Masih banyak lagi yang bisa dijumpai didalam kuburan batu ini. Seperti erong tongkongan yang didalamnya terdapat jenasah laki-laki dan perempuan, erong babi didalamnya terdapat jenasah perempuan, dan erong kerbau yang didalamnya terdapat jenasah laki-laki. Mereka yang bisa memakai erong hanyalah masyarakat yang strata sosial menengah keatas. Bagi anda seorang peneliti kebudayaan, sangat rugi bilamana anda melewatkan kesempatan mengunjungi Toraja ( Makale dan Rantepao). Sebab daerah ini kaya akan semiotika arsitektur khas Toraja dan tradisi aluk todolo.
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...
Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu bubuk. Un...
Ayam ungkep bumbu kuning adalah salah satu menu rumahan yang paling praktis dibuat. Rasanya gurih, aromanya harum, dan bisa diolah lagi menjadi berbagai hidangan seperti ayam goreng, ayam bakar, hingga pelengkap nasi kuning. Keunggulan lainnya, resep ini termasuk cepat dan cocok untuk kamu yang ingin memasak tanpa ribet namun tetap enak. Berikut resep ayam ungkep bumbu kuning cepat yang bisa kamu coba di rumah. Bahan-Bahan ½ kg ayam, potong sesuai selera 4 siung bawang putih 5 siung bawang merah 1 ruas kunyit 1 ruas jahe 1 ruas lengkuas (geprek) 2 lembar daun salam 2 lembar daun jeruk 1 batang serai (geprek) 1 sdt ketumbar bubuk (opsional) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400–500 ml Minyak sedikit untuk menumis Cara Membuat Haluskan bumbu Blender atau ulek bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, dan ketumbar bubuk (jika dipakai). Semakin halus bumbunya, semakin meresap ke ayam. Tumis bumbu hingga harum Panaskan sedikit m...