Suku Muyu merupakan suku yang mendiami daerah sekitar Sungai Muyu, Boven Digoel. Mereka hidup berburu, menangkap ikan, memelihara anjing dan babi, serta menokok sagu. Suku ini punya kultur yang unik, terutama mengenai pembuatan pakaian tradisionalnya.
Laki-laki suku Muyu memiliki pakaian tradisional yang unik. Pakaian ini disebut dengan kawet karuk, terbuat dari paruh burung taun-taun.
Cara membuat pakaian ini yaitu, paruh burung taun-taun dipisahkan dari kepala burung, kemudian dijemur di atas perapian. Setelah kering, maka dibuat lubang pada bagian tengah. Lubang ini berfungsi untuk memasukkan seutas tali sebagai pengikat pinggang.
Pakaian ini selain untuk menutup kemaluan juga berfungsi melindungi alat kelamin.
Burung taun-taun merupakan burung endemik Papua. Oleh masyarakat Papua, burung ini dianggap sebagai lambang kesetiaan. Burung taun-taun akan selalu setia dengan pasangannya, mereka akan terbang bersama mencari makanan. Jika salah satu pasangan mati, maka pasangannya akan hidup sendiri hingga mati.
Sumber: CNN Student
Hubungi Contact Center CIMB Niaga 0818515000 Untuk menutup kartu kredit CIMB Niaga Anda
Untuk menutup kartu kredit CIMB Niaga, Hubungi layanan CIMB Niaga di 0818515000 lalu sampaikan pengajuan Anda untuk menutup kartu kredit dan ikuti instruksi petugas.
Hubungi Contact Center CIMB Niaga 0818515000 Untuk mengajukan penutupan kartu kredit CIMB Niaga Anda
Untuk menutup kartu kredit CIMB Niaga, Hubungi layanan CIMB Niaga di 0818515000 lalu sampaikan pengajuan Anda untuk menutup kartu kredit dan ikuti instruksi petugas.
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.