Patih Gumantar adalah pemimpin Kerajaan Mempawah berkedudukan di dekat pegunungan Sidiniang, Sangking, Mempawah Hulu yang berdiri kira-kira tahun 1340 Masehi. Konon Patih Gajahmada adalah saudara dari Patih Gumantar ini, salah satu peninggalan Patih Gajahmada di kerajaan Mempawah ini adalah sebuah keris Susuhan yang diberikan Patih Gajahmada sesudah ia melakukan lawatannya ke kerajaan Muang Thai untuk membendung serangan pasukan Mongol.
Patih Gumantar dikenal sebagai raja yang berjaya dan sangat kaya raya, sehingga banyak juga yang ingin merebut kekayaan ini. Pasukan dari kerajaan MIAJU nekad menyerangnya dengan kekuatan yang besar sehingga mengalahkan kerajaan Patih Gumantar dan terkayaunya kepala Patih Gumantar, karena memang saat itu adalah masa tenang dimana masuk musim berladang. kemudian dibawa oleh pasukan MIAJU ini ke kerajaannya. Tengkorak kepala Patih Gumantar diyakini memiliki khasiat yang luar biasa bagi kerajaan MIAJU ini sehingga kepala ini jaga dengan ketat dan disimpan didalam sebuah tajau / balanga disebut TAJAU TARUS.
Itulah pula yang menyebabkan dua bersaudara antara Banyuke dan Mempawah Ulu berkayau setelah itu karena Banyuke mengganggap orang-orang Mempawah Ulu tak mampu menjaga Patih Gumantar dan semenjak kejadian itu Kerajaan Mempawah menjadi vakuum selama 200 tahun akibat keturunan Patih Gumantar sebanyak tujuh orang adalah putri semua. Salah satu puteri Patih Gumantar yang dikenal akan ilmu pengobatannya adalah DARA HITAM atau nama aslinya adalah DAYANG SALIMPAT, ia sangat disayangi oleh masyarakatnya karena suka membantu setiap orang tanpa ragu dan pamrih.
Suatu ketika DARA HITAM sedang mandi di Sungai, konon ia memiliki rambut yang sangat panjang, ketika mandi ini tercabut sehelai rambut DARA HITAM dan karena sangking panjangnya satu helai ini rambut ini memenuhi sebuah bokor. Rambut ini terhanyut dan terlihat oleh pengawal RAJA PULANG PALIH – seorang keturunan Raja Jawa di Banten, kemudian hal ini dilaporkan kepada Raja Pulang Palih, karen sangking herannya Raja Pulang Palih menjadi penasaran untuk mencari siapa pemilik rambut tadi. Kemudian raja dan pengawalnya ini menyusuri sungai untuk mencari sang pemilik rambut tersebut.
Setelah jauh mereka mendayung sampailah mereka disebuah kampung di Tembawang Selimpat, disana mereka bertanya kepada seorang anak yang sedang menimba air, apakah dikampung itu ada pemilik rambut tersebut, sang anak ini menjelaskan dengan rinci bahwa di kampung ini ada seorang wanita cantik jelita yang memilikinya namun orang tersebut sedang mengobati orang lain, maka Raja Pulang Palih membuat suatu siasat dengan berpura-pura sakit, dan ia mengutus anak buahnya untuk meminta pertolongan Dara Hitam. Mendengar hal itu Dara Hitam bergegas datang membawa ramuannya untuk membantu mengobati Raja Pulang Palih tanpa mengetahui bahwa itu hanyalah akal bulus dari Raja Pulang Palih. Ketika Dara Hitam naik ke sampan Raja, dengan cepat pengawal raja memutuskan tali tambat dan membuat Dara Hitam tidak sadarkan diri kemudian mereka mendayung dengan cepat dari TEMBAWANG SELIMPAT menuju TEMBAWANG AMBATOR.
Ketika sampai di Tembawang Ambator, Raja Pulang Palih mencoba merayu Dara Hitam untuk menikahinya – Raja Pulang Palih ini memiliki banyak sekali istri – Maka Dara Hitam memiliki suatu rencana cerdik, ia tidak langsung menolak permintaan raja tetapi memberikan suatu syarat yaitu jika Raja Pulang Palih mampu merebut kembali tengkorak ayahnya PATIH GUMANTAR dari kerajaan BIAJU maka Dara Hitam bersedia menikahi sang raja.
Maka sang raja menjadi bimbang namun karena hatinya yang sudah terpikat dengan Dara Hitam, ia kemudian mengumpulkan penasihatnya untuk menanyakan pendapat dan strategi merebut Tengkorak PATIH GUMANTAR dari kerajaan BIAJU, sebab pasti Raja Pulang Palih akan menghadapi pertempuran yang sengit. Maka disarankan untuk membuat sebuah JONG atau kapal besar, kemudian Raja memerintahkan untuk mencari kayu yang paling baik yaitu kayu MELABO, kemudian pergilah suruhannya mencari kayu itu dan ditemukan di Sungai Sepatat. Kayu Melabo adalah nama sejenis pohon penghasil kayu keras berkualitas tinggi anggota suku Fabaceae (Leguminosae), kadang juga disebut sebagai kayu besi
Kemudian rakyat Raja Pulang Palih mencoba menebang pohon ini, namun anehnya mereka tidak bisa menebang pohon ini, sebab setiap kali mereka mencoba menebang pohon ini keesokan harinya pohon itu bersatu kembali. Melihat hal ini raja Pulang palih menjadi sangat kecewa sebab ia tentu tidak akan bisa mendapatkan Dara Hitam. Kemudian Dara Hitam mencoba memberi saran kepada Raja Pulang Palih, bahwa ada seorang pemuda bernama RIYA SINIR yang mampu menebang pohon MELABO itu, Riya Sinir dan Dara Hitam sebenarnya adalah saudara jauh, sama-sama dari trah keturunan Bujangk Nyangko si manusia Dewa dari gunung Bawang.
Maka Raja mengirim utusannya untuk mengundang RIYA SINIR, maka berangkatlah RIYA SINIR ke Tembawang Ambator untuk membantu raja. Anehnya ketika Riya Sinir mengayunkan kampaknya hanya dengan sekali tebasan Pohon MELABO ini tumbang sehingga membuat orang banyak tercengang dengan kesaktian RIYA SINIR. Setelah berhasil menebang pohon bakal JONG tadi, Riya Sinir kembali kekampungnya dan rakyat Tembawang Ambator membangun sebuah Kapal Besar – Jong tadi.
Permasalahan timbul ketika mereka mencoba meluncurkan JONG tadi ke sungai, raja sudah mengerahkan seluruh rakyatnya namun kapal tersebut tidak bergerak sedikitpun. Maka Dara Hitam pun kembali mengusulkan untuk memanggil Riya Sinir kembali – nampaknya Dara Hitam diam-diam sudah jatuh hati kepada Riya Sinir. Maka raja mengirim utusannya untuk meminta bantuan Riya Sinir. Maka Riya Sinirpun bersedia membantu raja, Riya Sinir memberikan syarat untuk memindahkan JONG ini berupa 7 wanita yang sedang hamil tua dan kesemuaanya harus hamil anak pertama sebab ketujuh wanita ini akan dijadikan bantalan alas JONG yang diluncurkanm kemudian tujuh buah telor ayam yang baru pertama kali bertelor, tiga gantang uang logam, campuran perak, tembaga dan uang timah. Sungguh permintaan yang cukup berat buat Raja, namun dengan mengerahkan segenap sumber dayanya, raja Pulang Palih berhasil memenuhi semua syarat yang ditentukan Riya Sinir.
Ketika syarat sudah lengkap, kemudian Riya Sinir menyuruh ketujuh wanita yang hamil tua tadi untuk tidur terlentang didepan JONG, sebab perahu itu akan meluncur melalui perut wanita tadi. Kemudian Riya Sinir berjalan ke buritan JONG dan dengan kesaktiannya ia hanya memukul buritan JONG maka JONG tadi meluncur dengan baik ke sungai, namun anehnya ketujuh wanita tadi tidak mengalami apa-apa bahkan mereka merasa lebih sehat dari sebelumnya, kemudian ketujuh telor ayam tadi disuruh untuk dieramkan sehingga menetaskan 7 ayam jago.
Kemudian Riya Sinir diminta untuk menjadi pemimpin ekspedisi ini, dan Raja Pulang Palih menjanjikan apabila Riya Sinir berhasil maka ia akan mengaruniakan hadiah sesuai permintaanya. Maka Riya Sinir memerintahkan untuk memasukan semua peralatan perang kedalam JONG. Kemudian berangkatlah mereka ke daerah kekuasaan kerajaan BIAJU.
Sesampainya didaerah kekuasaan BIAJU, Riya Sini dan pengikutnya mencoba mengintai keadaan Rumah Betang kerajaan Biaju ini, terlihat mereka menaruh tengkorak Patih Gumantar didalam sebuah Tajau Turu di sebuah pondok yang dijaga dengan ketat. Melihat begitu sulitnya menembus pertahanan biaju ini, maka Riya Sinir sudah mempersiapkan suatu taktik yaitu dengan menggunakan uang 3 gantang yang sebelumnya ia mintakan dari Raja Pulang Palih. Pada malah hari ia mengangkut semua uang tadi dan dengan sengaja ia menghamburkan uang itu ditempat orang-orang Biaju biasa menimba air, ada jug auang yang diikat dan disangkutkan ke atas pokok pohon untuk menuba (meracuni) ikan. Esok paginya ketika orang-orang Biaju pergi menimba air, terlihatlah begitu banyak uang yang bertaburan. Kemudian mereka segera berlarian ke rumah betangnya dan memberitahukan uang yang jatuh dari langit, tanpa pikir panjang pergilah berduyun-duyun semua orang biaju dari rumah panjangnya untuk memungut uang yang bertaburan dan tersangkut di pokok pohon tadi, kemudian mereka menebang pohon tuba itu sehingga meracuni ikan yang didalam sungai dan membuat banyak ikan yang yang timbul sehingga semakin ramai lah mereka memungut uang dan ikan tadi sehingga mereka meninggalkan penjagaan terhadap tengkorak Patih Gumantar tadi.
Melihat kesempatan itu Riya Sinir sesegara mungkin mengambil Tajau yang berisi tengkorak Patih Gumantar kedalam perahu mereka dan kemudian Riya Sinir memerintahkan “Ayo, mengayuhlah sekuat tenagamu, awas jangan sampai kita terkejar musuh”, maka dengan cepatlah mereka meninggalkan daerah Biaju untuk kembali ke Tembawang Ambator.
Sesampainya di kerajaan Pulang Palih, Riya Sinir disambut oleh raja dan Dara Hitam, maka Raja Pulang Palih teringat akan janjinya, Raja Pulang Palih hendak mengaruniakan salah satu dari istrinya yang memang terkenal akan kecantikannya, maka Raja memerintahkan keenam istrinya untuk berdandan sebaik mungkin sedangkan Dara Hitam ia sembunyikan didalam dapur dan sengajak digosok arang (itulah sebabnya namanya disebut Dara Hitam). Kemudian raja berkata kepada Riya Sinir untuk bebas memilih dari keenam istrinya itu, namun hadiah itu ditolak oleh Riya Sinir sebab ia pun jatuh hati kepada Dara Hitam. Kemudian Riya Sinir berkata kepada raja “Kepada siapa kunang-kunangku itu terbang hinggap maka ialah yang akan menjadi istriku” maka dengan kesaktiannya Riya Sinir mengambil daun sirih kemudian dilucut-licutkannya dan keluarlah seekor kunang-kunang. Kunang-kunang ini terbang ke arah dapur, maka sang raja menjadi sangat gelisah sebab disana Dara Hitam berada. Maka benarlah kunang-kunang Riya Sinir hinggap pada Dara Hitam, melihat hal itu Raja Pulang Palih sangat kecewa namun ia sudah terlajur berjanji kepada Riya Sinir, maka raja mau tidak mau memberikan Dara Hitam kepada Riya Sinir.
Kemudian Raja berkata “Riya Sinir, tidak akan kutahan pilihanmu, hanya aku mohon kiranya kandungan Dara Hitam melahirkan anak laki-laki maka ia adalah anakku, dan apabila perempuan ia adalah anak Dara Hitam” kemudian Riya Sini mengiyakan permintaan raja tadi. Riya Sinir dan Dara Hitam pulanglah kembali kekampung halamannya dan disana ia disambut oleh ayah Riya Sinir bernama Riya Jambi kemudian warga kampung disana mengadakan pesta pernikahan kedua pasangan ini.
Beberapa bulan setelah pernikahan Riya Sinir dan Dara Hitam maka mengandunglah Dara Hitam dan melahirkan anak kembar laki-laki dan perempuan masing-masing ia beri nama LUTIH dan KARI. Mendengar Dara Hitam melahirkan anak laki-laki juga, hati raja Pulang Palih menjadi sangat gembira kemudian Raja Pulang Palih datang menjenguk Riya Sinir dan terutama anak kembar mereka.
Sumber: Sejarah Hukum Adat dan Istiadat Kalimantan Barat. Karangan J.U. Lontaan. 1975.
Sumber: https://folksofdayak.wordpress.com/2014/03/13/kisah-perebutan-tengkorak-patih-gumantar/
#SBJ
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...