Makanan Minuman
Makanan Minuman
Kuliner Khas Jawa Barat Sumedang
Jeruk Cikoneng - Sumedang - Jawa Barat
- 11 Februari 2015

Jika kita berbicara tentang jeruk yang buahnya berukuran besar, kebanyakan dari kita pasti menebak bahwa jeruk yang dimaksud adalah Jeruk Bali, ya, kebanyakan dari kita hanya tahu bahwa buah jeruk yang berukuran besar adalah Jeruk Bali. Tapi tahukah sobat bahwa Sumedang juga mempunyai varietas unggul dari buah jeruk yang berukuran besar ini ? belum banyak yang tahu bahwa Sumedang juga mempunyai jeruk unggulan yang mempunyai ukuran besar seperti Jeruk Bali, jeruk tersebut bernama Jeruk Cikoneng. Sesuai dengan namanya, jeruk ini berasal dari Desa Cikoneng Kecamatan Ganeas Kabupaten Sumedang, dan seperti layaknya sesuatu yang dinobatkan sebagai "unggulan" pastilah ia mempunyai kelebihan, kelebihan dari Jeruk Cikoneng ini adalah ia mempunyai rasa yang khas manis dan segar serta tidak meninggalkan sensasi pahit setelah memakannya.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menikmati kesegaran Jeruk Cikoneng ini, ia bisa disantap sebagai buah segar tanpa mengolahnya terlebih dahulu, dan juga bisa dihidangkan dalam berbagai variasi sesuai dengan kreasi ataupun selera kita seperti misal dibuat rujak, campuran eskrim, campuran agar-agar,  diblender untuk dijadikan juice, dan lain-lain. Dan ternyata bukan hanya buahnya saja yang bisa dimanfaatkan untuk dikonsumsi, karena kabarnya bunganya yang harum pun bisa dijadikan parfum, sementara daun, bunga, buah dan bijinya dapat dimanfaatkan juga untuk mengobati sakit batuk, demam dan sakit perut, dan kulitnya bisa dijadikan mainan tradisional anak-anak sama seperti mainan tradisional dari kulit Jeruk Bali. Dengan kata lain tak ada yang terbuang begitu saja dari buah ini jika kita memang mau mempergunakannya, semua bagian tumbuhannya bisa memberikan manfaat.

Buah berbentuk jeruk besar dengan suku rutaceae ini tersebar diberbagai kawasan mulai dari Indo China, China bagian selatan, Jepang, dan bahkan sampai ke India, namun ternyata walaupun jeruk dengan suku rutaceae ini telah menyebar ke berbagai belahan dunia, konon asal mula tempat buah ini berasal belum diketahui sampai sekarang. Sementara di Indonesia, Jeruk Cikoneng ini menjadi bagian dari 3 kultivar jeruk besar yang populer, ketiga jeruk besar terebut adalah Jeruk Bali, Jeruk Madiun, dan Jeruk Cikoneng.
 
Jeruk Cikoneng merupakan buah musiman, ia hanya berbuah pada waktu-waktu tertentu, musim berbuahnya adalah pada bulan april sampai bulan juni. Dewasa ini walau sedang dalam musimnya (april-juni), Jeruk Cikoneng relatif agak sulit ditemui jika dibandingkan buah musiman lainnya, produksinya terbatas dan kurang bisa memasok penjualan ke berbagai daerah. Banyak cara yang telah ditempuh Pemerintah Daerah dalam usaha pengembangan dan pelestarian Jeruk Cikoneng ini untuk menggenjot dan menggairahkan produksinya, salah satu caranya adalah dengan memilih jeruk ini sebagai flora identitas daerah. Dengan dipilihnyaJeruk Cikoneng sebagai flora identitas Kabupaten Sumedang diharapkan akan berimbas pada peningkatan produksi yang pada akhirnya akan menambah penghasilan petani jeruk dan juga menambah pendapatan daerah Sumedang.
 
Warga Desa Cikoneng dan sekitarnya biasa menanam jeruk ini di pekarangan rumah untuk konsumsi pribadi, sedangkan untuk dijual biasa ditanam dikebun-kebun. Banyak yang menanamnya di pekarangan rumah karena cara membudidayakannya relatif mudah yaitu dengan cara dicangkok atau dengan pertunasan sama seperti kebanyakan tanaman buah lainnya, sedangkan perbanyakan tanaman melalui biji jarang dilakukan karena pohonnya akan tumbuh lebih lambat, dimana diperkirakan baru bisa berbuah pada umur 7-8 tahun jika perbanyakannya dilakukan melalui biji.
 
Jeruk ini akan tumbuh dengan baik di daerah dataran rendah sampai pada ketinggian 400 m di atas permukaan laut dengan iklim tropis, suhu rata-rata antara 25â--¦ dan 30â--¦ C dengan curah hujan tahunan 1500 – 1800 mm. Tanamannya relatif mudah dibudidayakan karena tidak rewel alias toleran terhadap berbagai tipe tanah mulai dari tanah pasir kasar sampai tanah liat asalkan habitatnya sesuai. Daging buah dari Jeruk Cikoneng ini akan berwarna merah cerah menggoda selera jika sudah masak dan tanpa lemari pendingin buahnya kuat disimpan selama kurang lebih satu bulan setelah dipetik dari pohonnya.

Sumber artikel dari https://www.jeryanuar.web.id/2014/12/jeruk-cikoneng-flora-identitas-sumedang.html

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Cara menghubungi call center ayopinjam
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
DKI Jakarta

Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.

avatar
Pinjamflexi1999
Gambar Entri
Cara membatalkan pinjaman ayopinjam
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
DKI Jakarta

Cara membatalkan pinjaman ayopinjam Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.

avatar
Pinjamflexi1999
Gambar Entri
Cara membatalkan pinjaman ayopinjam
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
DKI Jakarta

Cara membatalkan pinjaman ayopinjam: Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.

avatar
Pinjamflexi1999
Gambar Entri
PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK Hikmah Karuhun Pikeun Kahirupan Ditulis ku: Henry Purwanto Kategori: Etika, Moral & Pepatah PENDAHULUAN Kidung Lakbok lain ukur carita baheula. Lian ti éta, ieu naskah kuno nyimpen pituduh anu jero pisan pikeun kahirupan urang di jaman kiwari. Karuhun urang teu ngan ninggalkeun carita, tapi ogé pangalaman, peringatan, jeung hikmah. Ieu pesan induk jadi pondasi pikeun urang hirup: ngajaga jati diri bari tetep maju ka hareup. Hayu urang bahas hiji-hiji. ULAH POHO KA ASAL-USUL (Jangan Lupa Pada Asalnya) Makna: Saha urang, ti mana asalna, naon sajarah karuhun urang – kabehna kudu dipikanyaho. Ulah isin ku sajarah sorangan, sabab dinya tempat urang tumuwuh. Kaitan jeung Lakbok: Karajaan Bandjarpatroman téh akar ti wewengkon ieu. Lamun urang poho sajarah, sarua jeung neangan leungit jati diri. Urang bakal gampang kaileng ku budaya deungeun anu teu saluyu jeung ajén-inajén lembur. Pesen: Sugema jeung bagja téh mimitina mah nya tina n...

avatar
Gulamerah
Gambar Entri
KIDUNG LAKBOK
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Naskah Nusantara • Sunda Kuno Kidung Lakbok Kisah Kerajaan Banjarpatroman, Ramalan Abadi, dan Kelahiran Wayang Kila Kidung Lakbok adalah sebuah karya sastra lama berbentuk prosa naratif atau puisi naratif dalam bahasa Sunda yang menceritakan tentang sejarah dan legenda Kerajaan Banjarpatroman. Kerajaan tersebut dipercaya pernah berdiri di wilayah yang kini dikenal sebagai Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Naskah ini sempat nyaris hilang, kemudian ditulis ulang dan dilestarikan kembali pada tahun 2013 melalui publikasi daring.   📜 Sejarah dan asal-usul Menurut naskah Kidung Lakbok, Kerajaan Banjarpatroman mengalami masa kejayaan sebelum akhirnya runtuh akibat perang saudara atau perebutan kekuasaan. Peristiwa tersebut dianggap sebagai dosa besar yang menimbulkan kutukan. Akibat perbuatan tersebut, turunlah azab berupa bencana alam besar, seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, dan banjir bandang. Kerajaan yang dahsyat itu akhirnya tenggelam dan berubah menja...

avatar
Gulamerah