Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Sulawesi Selatan Makassar
Jalangkote
- 4 Oktober 2017

Jalangkote adalah jajanan khas dari sulawesi selatan. Jajanan ini sangat nikmat dimakan dengan sambel dan dimakan saat masih hangat. Dari bentuk memang hampir mirip dengan pastel yang dibuat dengan cara digoreng, yang isinya yang terdiri dari bahan-bahan seperti wortel, kentang, daging, telur, tauge serta soun. Namun perbedaannya terdapat pada kulit, dimana kulit pada jalangkote akan lebih tipis dari kulit pastel. Jalangkote akan lebih nikmat jika disajikan bersama sambel cair sebagai bahan pelengkapnya, sedangkan pastel di makan menggunakan cabai rawit. Jalangkote juga nikmat dimakan ketika masih hangat.

Berbicara soal rasa, tentunya jalangkote memiliki kenikmatan berbeda dari pastel, karena saat gigitan pertama, Anda akan merasakan kenikmatan garingnya kulit jalangkote serta gurihnya wortel, kentang, tauge, telur yang dikombinasi dengan bumbu rahasia.

Kuliner jalangkote sendiri merupakan salah satu menu favorit warga Makassar untuk sajian berbuka puasa yang ditemani dengan segelas teh hangat, maka tak heran banyak sekali penjual jalangkote dadakan dikala bulan Ramadan tiba.

Untuk harganya 1 buah jalangkote kisaran Rp 3 ribu hingga Rp 5 ribu. Jika Anda ingin menikmati kuliner khas yang satu ini, Anda dapat menikmatinya di wilayah pusat kota Makassar dan sekitarnya. Namun untuk Anda yang berada di wilayah Jabodetabek, Anda juga bisa menikmatinya, karena sudah ada beberapa penjual jalangkote yang tersebar di Jabodetabek namun tak sebanyak di Makassar.

Bagi Anda yang ingin belajar cara membuat jajanan khas Makassar bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini.

Bahan Membuat Kulit Jalangkote

1. Tepung terigu 200 gr

2. Telur ayam 1 butir

3. Santan 60 ml

4. Garam 1/2 sendok teh

5. Minyak goreng 750 ml

6. Bahan Untuk Isi Jalangkote

7. Wortel 75 gr dipotong berbentuk dadu

8. Kentang 75 gr dipotong berbentuk dadu

9. Daging sapi 100 gr dipotong kecil-kecil

10. Telur rebus 2 butir dibagi menjadi 6 bagian

11. Taoge 50 gr siangi

12. Soun 25 gr rendam air hingga lunak

13. Bawang perai 1 btg diiris tipis-tipis

14. Air 25 ml

Bahan Bumbu Jalangkote

1. Bawang putih 3 siung diiris tipis-tipis

2. Bawang merah 4 siung diiris tipis-tipis

3. Merica bubuk 1/2 sendok teh

4. Pala bubuk 1/4 sendok teh

5. Kaldu bubuk (Ayam/Sapi) secukupnya

6. Garam secukupnya

7. Gula pasir secukupnya

8. Bahan Membuat Sambel Jalangkote

9. Cabai merah 4 buah

10. Cabai rawit 2 buah

11. Bawang putih 4 siung

12. Bawang merah 3 siung

13. Garam secukupnya

14. Cuka 1/2 sendok teh

15. Gula pasir 1 sendok teh

16. Air 200 ml

Langkah-Langkah Membuat Isi Jalangkote

1. Panaskan minyak 2 sendok makan, masukkan bawang putih dan bawang merah lalu tumis hingga harum.

2. Masukkan bawang perai, daging sapi, wortel dan kentang. Lalu tuangkan air dan masak hingga setengah masak.

3. Masukkan bahan-bahan lainnya (kecuali telur) lalu berikan garam, merica, pala bubuk, gula pasir.

4. Kemudian masak hinggga semua bahan matang. Angkat dan sisihkan.

 

Langkah-Langkah Membuat Kulit Jalangkote

1. Masukkan tepung terigu dalam tempat adonan.

2. Tambahkan telur, garam dan santan. Lalu aduk sampai merata

3. Masukkan 50 ml minyak goreng panas, kemudian uleni adonan hingga kalis.

4. Setelah adonan kalis, gilas adonan hingga setebal 3 mm, cetak dengan bentuk bulat dengan diameter 10 cm.

5. Ambil satu lembar kulit, masukkan 2 sendok makan isian yang telah di buat tadi dan 1 potong telur di atasnya.

6. Tutup dan rekatkan kulit membentuk setengah lingkaran, untuk menempelkan antar bagian gunakan putih telur.

7. Lakukan kembali pada semua adonan.

8. Goreng menggunakan minyak panas, goreng hingga berwarna kecoklatan.

 

Langkah-Langkah Membuat Sambel

1. Haluskan semua bahan saus yang telah disiapkan (kecuali air dan cuka).

2. Panaskan 2 sendok makan minyak, tumis sampai matang. Lalu angkat.

3. Rebus air, lalu masukkan bumbu tumis dan cuka. Masak sampai matang dan angkat.

4. Hidangkan jalangkote dan sambel, lebih nikmat dimakan saat masih panas.

 

Sumber :

http://www.maxnyoos.com/artikel/resep-membuat-jalangkote-khas-makassar-yang-nikmat

https://merahputih.com/post/read/bukan-pastel-ini-jalangkote-dari-makassar-yang-punya-kenikmatan-berbeda

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau
Ornamen Ornamen
Sumatera Barat

Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan?
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan? Identitas dan Asal-Usul Lontar Usada Bali adalah naskah klasik yang mengkategorikan diri dalam ranah pengetahuan dan praktik pengobatan tradisional (usada) di Nusantara [S1], [S3]. Naskah-naskah ini secara spesifik ditulis di atas daun lontar dengan menggunakan aksara dan bahasa Bali Kuna hingga Bali Tengahan [S1]. Kategorinya dalam sistem Warisan Budaya Takbenda Indonesia masuk dalam domain "Pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta," sejalan dengan penetapan praktik serupa seperti Pengobatan Tradisional Raksa Jasad [S2]. Asal-usul historisnya di Bali seringkali dilekatkan pada periode pengaruh Majapahit dan penyebaran agama Hindu, meskipun sayangnya, belum ada sumber dari daftar yang secara pasti mengungkap waktu dan tokoh awal penciptaan teks-teks ini. Salah satu versi mengaitkan proses kodifikasi dan pengembangan sistem pengobatan ini dengan peran Dang Hyang Nirartha, seorang tokoh...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo Identitas dan Asal-Usul Kedatuan Luwu diidentifikasi sebagai salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan, dengan jejak sejarah yang terjalin erat dengan mitologi, tradisi lisan, dan bukti arkeologis [C11]. Sejarah awal Luwu tidak terlepas dari kisah kosmologis mengenai kedatangan manusia pertama ke bumi, yang menjadi dasar pembentukan tatanan sosial dan kekuasaan di wilayah tersebut [C12]. Kedatuan ini merupakan salah satu dari tiga kerajaan Bugis pertama yang tercatat dalam epik I La Galigo , bersama dengan Wewang Nriwuk dan Tompotikka [S1]. Pendirian Kedatuan Luwu diperkirakan terjadi pada abad ke-14 [C4], dengan Tumanurung sebagai Datu Mappanjunge' ri Luwu pertama pada tahun 1300-an [C3]. Kedatuan ini berlanjut hingga sekarang [C1], meskipun tidak memiliki mata uang sendiri dan menggunakan sistem barter [C5]. Luwu bersama kerajaan-kerajaan lain diakui sebag...

avatar
Kianasarayu