Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Tradisional Sumatera Selatan Pulo Layang
Gulo Puan
- 11 April 2017

Gulo dalam bahasa Palembang berarti Gula sedangkan Puan berarti susu. Gulo Puan disebut juga 'gula susu' seperti bahan pembuatannya, gula dan susu yang dibuat seperti karamel kering. Teksturnya lembut sedikit berpasir berwarna coklat. Rasanya mirip keju manis dan sangat nikmat dimakan sebagai olesan roti, pisang goreng ataupun untuk minum kopi hingga bahan pembuatan kue delapan jam.

Konon berdasarkan cerita leluhur, di zaman dahulu kala Gula Puan hanya dikonsumsi oleh para Sultan dan bangsawan di Kesultanan Palembang Darussalam. Gulo Puan merupakan makanan istimewa, sehingga tidak mengherankan jika harga Gulo Puan pada saat itu sangatlah mahal.

Saat ini, Gulo Puan sudah sangat langka dan jarang ditemui bahkan harganya pun mahal mencapai 100 ribu rupiah per kg. Namun masyarakat bisa membeli per -ons.

Makanan berkelas dan mewah di zaman Kesultanan Palembang Darussalam ini tidak dijual bebas. Untuk mendapatkan Gulo Puan ini kita harus membelinya hanya di hari Jumat di Pasar Jum'at Masjid Agung Palembang.

Daerah penghasil Gulo Puan ini adalah Desa Pulo Layang, Pampangan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, sekitar 100 km dari Kota Palembang. Desa yang terletak di tengah kawasan rawa ini adalah satu-satunya yang memproduksi Gulo Puan.

Proses pembuatan Gulo Puan ini sendiri dilakukan sejak matahari terbit, para pembuat Gulo Puan akan menyebrang rawa menuju kandang kerbau. Biasanya kerbau-kerbau ini akan dibawa mandi terlebih dahulu. Barulah bisa memerah susu kerbau. Sekitar 500 kerbau rawa terdapat didesa ini, dengan produksi 1,5 hingga 2 liter untuk setiap kerbau yang menyusui.

Setelah susu kerbau terkumpul, proses memasak biasanya dilakukan kecuali pada Jum'at, karena di hari Jum'at Gulo Puan tersebut di bawa ke Palembang untuk dijual.

Susu kerbau yang sudah terkumpul dimasak dengan gula, dengan perbandingan 5 : 1 yakni 5 liter susu dicampur dengan 1 kg gula. Susu yang sudah tercampur dengan gula dimasak dengan api kecil sambil terus diaduk selama 5 jam hingga susu membentuk gumpalan kecoklatan.

Ditengah banyaknya kuliner modern, kini saatnya bagi kita untuk melestarikan kuliner langka Palembang ini dari kepunahan dengan cara mengkonsumsinya.

 

Alamat & Kontak Penjual:

Lapan Duobelas Palembang Resto  

Jalan Margonda Raya No. 301A, Kemirimuka, Beji, Kemiri Muka, Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16423

 

sumber :

http://hellopalembang.com/gulo-puan-makanan-khas-bangsawan-palembang/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker
Gambar Entri
SALE-SALEAN
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Di rumah adat Batak tradisional, terdapat sebuah bagian penting yang disebut Sale-salean. Sale-salean merupakan rak atau ukiran berbentuk segi empat yang digantung di atas tungku perapian (tataring). Fungsinya sangat praktis sekaligus mencerminkan kearifan leluhur dalam memanfaatkan ruang di dalam rumah. Di tempat inilah masyarakat Batak dahulu mengeringkan ikan, daging, hasil pertanian, hingga kayu bakar. Asap dari tungku yang terus menyala membantu proses pengeringan sekaligus membuat bahan makanan lebih awet untuk disimpan. Bagi masyarakat Batak masa lalu, dapur bukan sekadar tempat memasak. Dapur adalah pusat kehidupan keluarga, tempat berkumpul, berbagi cerita, dan menjaga persediaan pangan. Sale-salean menjadi bukti bahwa arsitektur tradisional Batak dibangun berdasarkan pengalaman, kebutuhan hidup, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan budaya tidak selalu berupa benda mewah. Kadang ia hadir dalam benda sederhana yang menjadi bagian dari kehidu...

avatar
Hokker
Gambar Entri
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau
Ornamen Ornamen
Sumatera Barat

Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...

avatar
Kianasarayu