Indonesia memiliki banyak budaya. Salah satunya adalah dari Sumatera Barat yaitu Songket Minangkabau. Songket adalah kerajinan yang memiliki nilai budaya serta filosofi yang mendalam. Songket memiliki waktu pembuatan yang cukup lama yakni sekitar 3 bulan dikarenakan pembuatnya harus membuat motif yang memiliki makna mendalam. Songket minangkabau memiliki motif-motif yang berbeda maknanya.
Beberapa jenis motif dari songket minangkabau adalah
1. Kaluak Paku - Filosofinya adalah Manusia sebagai makhluk Tuhan, akan dapat mengetahui Tuhannya setelah mengetahui dirinya sendiri.
2. Balah Kacang - Sikap yang harus dimiliki seorang pemimpin, yakni mampu menimbang sesuatu dengan adil dan bijaksana.
3. Sajamba Makan - Simbol pentingnya musyawarah untuk mencapai kata mufakat di Minangkabau.
4. Pucuak Rabuang - Seseorang harus dapat berguna sedari muda.
Itulah beberapa filosofi dari motif-motif songket di minangkabau. Saya berharap Sebagai anak muda penerus bangsa, tentunya kita patut berperan aktif untuk memberikan ide – ide kreatif, dimana ide tersebut berguna bagi pemanfaatan kebudayaan Nusantara. Masyarakat juga harus memiliki rasa cinta budaya dan melestarikan kebudayaan Kain Songket. Serta juga diharapkan pemerintah diupayakan dapat memberikan program – program yang bertemakan kebudayaan secara berkesinambungan.
Jagalah budaya kita sedari dini!
#OSKMITB2018
Hubungi Contact Center CIMB Niaga 0818515000 Untuk menutup kartu kredit CIMB Niaga Anda
Untuk menutup kartu kredit CIMB Niaga, Hubungi layanan CIMB Niaga di 0818515000 lalu sampaikan pengajuan Anda untuk menutup kartu kredit dan ikuti instruksi petugas.
Hubungi Contact Center CIMB Niaga 0818515000 Untuk mengajukan penutupan kartu kredit CIMB Niaga Anda
Untuk menutup kartu kredit CIMB Niaga, Hubungi layanan CIMB Niaga di 0818515000 lalu sampaikan pengajuan Anda untuk menutup kartu kredit dan ikuti instruksi petugas.
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.