Enjet merupakan istilah yang lazim di daerah tertentu, bahasa yang umum untuk menyebut enjet adalah kapur sirih. Meski disebut dengan kapur sirih, sesungguhnya jenis kapur yang satu ini tidak berasal dari tanaman sirih. Kata “sirih” melekat oleh sebab kapur tersebut lazim digunakan sebagi pelengkap daun sirih dan pinang dalam budaya mengunyah sirih. Pada hakekatnya, sama seperti jenis kapur lainnya, kapur sirih juga berasal dari bebatuan jenis gamping yang diperoleh dari gunung kapur. Meski demikian, jenis batu kapur sirih tidak sama dengan kapur bahan bangunan. Kapur sirih merupakan jenis yang aman untuk dikonsumsi. Manfaat kapur sirih cukup beragam, mulai dari sebagai campuran pinang dan daun sirih hingga pengusir kutil dan kanker pada kulit. Selain itu, dengan mencampurnya dengan air akan diperoleh larutan yang juga memiliki banyak khasiat terutama dalam bidang kuliner. Air kapur sirih sudah lazim digunakan dalam industri makanan sebab secara klinis aman untuk dikonsumsi.
Sebelum membedah beragam manfaat air kapur sirih, tentu Anda wajib mengetahui cara memperoleh air tersebut. Pada dasarnya proses yang dilakukan cukup mudah. Bahan yang Anda butuhkan tentunya sejumlah kapur sirih dan air bersih. Siapkan pula wadah untuk mencampur kedua bahan ini. Langkah pertama adalah menaruh kapur sirih dalam wadah, bisa mangkuk atau gelas. Selanjutnya, tuangkan sedikit demi sedikit air. Takaran air harus dua kali dari takaran kapur sirih. Jadi jika kapur sebanyak 250 gram, sebaiknya airnya sebanyak 500ml. Setelah air dituang, aduklah hingga benar-benar merata, Jangan sampai ada bubuk kapur sirih yang menggumpal. Setelah itu diamkan campuran air dan kapur sirih tersebit hingga beberapa waktu. Biasanya dalam jangka waktu kurang lebih 30 menit akan tercipta endapan kapur. Endapat tersebut mengumpul di lapisan paling bawah wadah. Sementara itu, lapisan atas adalah air. Lapisan atas tersebutlah yang disebut dengan air kapur sirih. Jika Anda menginginkan kualitas air yang lebih bening dan bersih, sebaiknya diamkan sampai sehari semalam. Dengan demikian, kuliner yang Anda akan racik terbebas dari rasa pahit dan getir khas kapur sirih.
Manfaat air kapur sirih cukup beragam. Dalam dunia kuliner, air ini sering digunakan sebagai bahan yang membuat makanan lebih garing. Untuk keripik, Anda bisa membuatnya lebih istimewa dengan cara merendamnya dengan air kapur sirih. Sementara itu, agar gorengan lebih nikmat, Anda bisa menambahkan beberapa sendok makan air kapur sirih pada adonan terigu gorengan tersebut. Dengan demikian, terigu akan lebih garing dan gurih. Selain itu, air kapur sirih juga populer digunakan orang-orang untuk merendam buah yang akan digunakan sebagai bahan es campur atau sup buah pun manisan buah. Dengan merendam buah di air kapur sirih akan membuat permukaan buah jauh lebih keras dan sedikit garing saat dimakan. Selain itu, untuk membuat adonan makanan lebih keset dan kental, mislanya kuliner seperti klepon, Anda bisa menambahkan beberapa sendok air kapur sirih.
Selain dalam bidang kuliner, ternyata air kapur sirih juga bermanfaat dalam bidang pengobatan. Misalnya saja penyakit diare. Penyakit ini bisa diatasi dengan meminum air rebusan potongan kunyit bersih yang ditambah dengan 1 sendok air kapur sirih. Minum ramuan ini sebanyak 3 kali dalam sehari hingga diare lenyap. Selain penyakit, air kapur sirih juga ampuh mengobati luka bakar di kulit. Caranya cukup mudah, Campurkan sejumput air kapur sirih dengan bubuk kunyit dan air kelapa. Takarannya semua seimbang agar terbentuk pasta yang digunakan untuk membaluri luka bakar.
Karya: Mahlil Azmi Di sebuah perkampungan kecil bernama Desa Pucok Krueng, di Aceh bagian barat selatan, hiduplah sebuah keluarga kecil yang damai dan bahagia. Mereka berjumlah empat orang: sang ayah bernama Uda Bintang Puteh berumur 40 tahun, ibu Nyak Bulan berumur 30 tahun, anak pertama Rajo Puteh berumur 10 tahun, dan adik perempuannya bernama Nyak Puteh yang berumur 5 tahun.Kedua orang tua mereka adalah petani dan pekebun pala. Sementara itu, Rajo adalah anak yang nakal dan sering berkelahi dengan teman-temannya hingga meresahkan orang tuanya. Walaupun begitu, ia sangat menyayangi keluarganya, terutama adiknya. Nyak Puteh adalah anak yang ceria, patuh, rajin mengaji, dan suka membantu orang tua mencuci piring. Setiap menjelang pagi, ayah dan ibu berpamitan untuk bekerja di ladang memetik buah pala, dan terkadang menjadi buruh tani di sawah milik saudagar kampung. Walaupun upah yang mereka dapatkan sedikit, mereka tetap bersyukur.Beberapa tahun kemudian, saat Rajo berumur 17 tahun,...
Candi Miri: Peninggalan Sejarah di Yogyakarta Sejarah & Latar Belakang Candi Miri adalah salah satu candi Hindu yang terletak di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Diperkirakan dibangun pada abad ke-9, Candi Miri merupakan bagian dari warisan budaya Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini berdiri tidak jauh dari beberapa candi lain yang juga bersejarah, seperti Candi Banyunibo dan Candi Barong, menjadikannya sebagai bagian penting dari kompleks candi yang memiliki nilai arkeologis yang tinggi (Sumber 2, 4, 14). Candi Miri, yang terletak di bukit karst dengan ketinggian sekitar 300 meter, menjadi lokasi yang strategis untuk aktivitas keagamaan dan pemujaan. Meskipun saat ini kondisinya mengalami kerusakan dan belum dilakukan pemugaran, keberadaannya tetap menarik perhatian para peneliti dan wisatawan yang ingin menyelami sejarah kekayaan budaya Indonesia (Sumber 1, 8, 14). Karakteristik Arsitektur Candi Miri memiliki...
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa,tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan harimau. Tapi bagi kami, hutan ini seperti halaman belakang rumah sendi...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.