Duri duriang merupakan kue khas Makassar, Sulawesi Selatan, nama duri duriang ini di ambil dari bentuknya yang menyerupai seperti buah durian. Untuk bahan isian biasanya pakai cangkuning atau unti atau enten kelapa gula merah yang dikasih sedikit daging durian untuk pengawi saja.
Kelebihan kue yang satu ini bisa bertahan hingga beberapa minggu meski tidak memakai bahan pengawet. Namun ada cara yang khusus supaya kelapanya tidak basi atau jamuran, seperti orang orang dulu sebelum ada bahan pengawet, mereka biasanya menyangrai kelapa sebentar dan kelapa yang di gunakan yang setengah tua. Proses ini bukan untuk supaya kelapanya garing tetapi untuk mengurangi kadar air di dalamnya. Jadi ketika menyngrai tidak sampai berubah warna, sebentar saja bund ya. Nah setelah itu baru bunda masukkan ke dalam larutan gula merah yang kental dan di beri sedikit buah durian, dan gula merah ini juga bisa di bilang salah satu bahan pengawet alami.
Anda bisa membuat kue ini sendiri di rumah dengan resep berikut :
Bahan - bahan
Bahan Isi :
Cara membuat kue duri duriang
Membuat Isian
1. Sangrai atau oven sebentar saja kelapa parut di atas api kecil hingga kelapanya agak sedikit kering, lalu masak 300 gram gula merah dengan 150 ml air dan daun pandan, setelah gulanya larut dan kental segera angkat dan saring.
2. Panaskan lagi air gula tersebut yang sudah di saring di atas kompor, setelah mendidih masukkan 3 buah durian., aduk sebentar hingga duriannya masak lalu masukkan kelapa yang sudah di sangrai tadi, kemudian aduk terus hingga menjadi adonan yang kalis. angkat dan singinkan, bentuk bulat lonjong.
Membuat Kulit Duri Duriang
1. Ayak 375 gram tepung terigu dengan 1/2 sendok teh baking powder dan 1/4 sendok teh soda kue, dan sisihkan
2. Kocok 3 butir telur dengan 125 gram gula halus dan 1/2 sendok teh vanili sampai mengembang dan kental, lalu masukan sebagian tepung sedikit-sedikit, aduk rata menggunakan sendok kayu, kemudian masukkan margarin yang sudah di lelehkan secara perlahan sambil diaduk asal rata saja. setelah itu baru masukkan sisa tepung yang ada dan aduk asal rata hingga adonannya bisa di bentuk.
3. Supaya adonanya tidak cepat mengeras selama pengerjaan karena terkena udara, bunda bagi dua adonannya lalu tutup satu bagian dengan cling wrap atau kain basah.
4. Kerjakan sebagian adonannya, setelah selesai baru dilanjutkan dengan adonan berikutnya.
5. Cara membentuknya sama seperti kita membentuk kue nastar hanya saja yang ini agak dibentuk lonjong lalu kasih motif dengan cara di gunting permukaannya membentuk seperti duri durian. Letakkan adonan yang sudah di bentuk di atas loyang tanpa olesan, lalu panggang selama 20-25 menit panas di dalam oven dengan suhu 160 C atau sampai dasarnya agak kuning kecoklatan.
6. Angkat. Dinginkan lalu simpan dalam wadah kedap udara.
Selesai! Selamat mencoba
Sumber :
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...