Makanan Minuman
Makanan Minuman
Kuliner Jawa Timur Malang
Cwie Mie - Malang - Jawa Timur
- 26 Maret 2017

Cwie mie merupakan kuliner khas Malang yang mirip dengan mie ayam. Namun kuliner ini tentu berbeda dengan mie ayam yang biasa ditemui. yang membuatnya unik biasanya Cwie Mie disajikan dengan krupuk yang menjadi mangkuk, tapi ada juga yang tanpa krupuk mangkuk. Sedangkan pangsit tidak pernah disajikan dengan krupuk mangkuk, hanya dengan krupuk pangsit kecil biasa.

Selain itu, bila Cwie Mie lebih bening dan asin, Mie Ayam bumbunya berwarna coklat dan manis.  Di Cwie Mie, ayamnya lebih kecil dan halus seperti Mie Pangsit, sedangkan Mie Ayam dengan ayam yang dipotong kecil namun tak sehalus Cwie Mie.

Selada dan taburan bawang goreng yang ada di Cwie Mie khas Malang ini akan semakin sedap dan berbeda dari makanan dari olahan mie lainnya. Cwie Mie juga dijual dengan berbagai varian topping, tak hanya ayam saja, ada di beberapa kedai yang mejual dengan tambahan seafood lainnya seperti udang atau dengan tambahan pentol dan siomay juga sedap.

Adapun resep membuat kuliner ini adalah sebagai berikut :

bahan-bahan/bumbu-bumbu:
7 gulung mi ayam basah
5 siung bawang putih, dicincang halus
3 cm jahe, dicincang halus
300 gram ayam cincang
1 sendok teh kecap asin
1 sendok teh garam
1/4 sendok teh merica bubuk
1/4 sendok teh gula pasir
1 sendok makan minyak untuk menumis

bahan kuah:
2.000 ml kaldu ayam
3 siung bawang putih, dicincang halus
1 cm jahe, diparut
2 1/2 sendok teh garam
1/2 sendok teh merica bubuk
1/2 sendok teh gula pasir
1 sendok makan minyak untuk menumis

bumbu di mangkuk:
7 sendok teh kecap ikan
1 sendok teh merica bubuk
7 sendok teh minyak ayam

bahan pelengkap:
7 lembar daun selada keriting
2 batang daun bawang iris tipis
2 sendok makan bawang merah goreng
7 lembar kulit pangsit, digoreng


Cara membuat:

  1. Ayam, tumis bawang putih dan jahe sampai harum. Masukkan ayam. Aduk sampai berubah warna.
  2. Tambahkan kecap asin, garam, merica, dan gula. Aduk rata. Masak sampai matang. Angkat. Haluskan dengan grinder. Sisihkan.
  3. Kuah, didihkan kaldu ayam. Tumis bawang putih dan jahe sampai harum. Tuang ke rebusan kaldu. Masak sampai mendidih. Tambahkan garam, merica, dan gula. Masak sampai matang.
  4. Seduh 1 gulung mi dalam air mendidih. Angkat, tiriskan. Tambahkan 1 sendok teh kecap ikan, 1/8 sendok teh merica bubuk, dan 1 sendok teh minyak ayam. Aduk rata.
  5. Tata daun selada di dasar mangkuk. Tambahkan mi dan tumisan ayam. Tabur daun bawang dan bawang merah goreng. Sajikan bersama pangsit goreng dan kuah.

 

Selain di kota Malang, kuliner ini juga bisa dinikmati di berbagai daerah seperti di Jakarta yaitu tepatnya di restoran cwie mie Malang yang berada di Jl. TB. Simatupang Raya No. 2, RT.3/RW.1, Cilandak Bar., Cilandak, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12430, Indonesia dan masih banyak lagi restoran di Jakarta yang menyediakan menu ini.

 

Sumber : http://ngalam.co/2016/09/16/beda-cwie-mie-khas-malang-dengan-mie-ayam/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Tenun NTT: Simbol Status, Identitas, dan Kisah Leluhur
Motif Kain Motif Kain
Nusa Tenggara Timur

Tenun NTT: Simbol Status, Identitas, dan Kisah Leluhur Identitas dan Asal-Usul Tradisi tenun yang paling populer di Indonesia merujuk pada Tenun Ikat , khususnya varian yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Popularitas ini tidak terlepas dari keunikan teknik, motif, dan makna filosofisnya yang kuat dalam budaya masyarakat setempat [S1]. Tenun ikat di NTT merupakan warisan budaya yang bertahan hingga kini, diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian integral dari identitas komunitas [S2]. Secara geografis, sentra tenun ikat NTT tersebar di berbagai pulau, dengan Pulau Sumba dikenal sebagai salah satu pusat tradisi ini yang paling kuat. Di Sumba, pembuatan kain tenun ikat tradisional masih lestari, dengan kampung-kampung seperti Kanatang dan desa-desa di wilayah Sumba Timur menjadi lokasi perajin aktif [S3]. Proses pembuatannya sangat mengikat dengan sejarah dan kehidupan masyarakat, di mana kain tenun bukan sekadar produk ekonomi tetapi juga warisan leluhur yang...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Kain tenun bukan hanya sekadar produk tekstil biasa di Indonesia
Motif Kain Motif Kain
Aceh

Kain tenun bukan hanya sekadar produk tekstil biasa di Indonesia Identitas dan Asal-Usul Kain tenun di Indonesia merupakan warisan budaya yang melampaui fungsi sebagai produk tekstil konvensional [S1]. Objek ini merepresentasikan hasil karya tangan yang memuat narasi sejarah panjang serta nilai-nilai budaya yang luhur [S4]. Keberadaannya telah menjadi bagian integral dalam aspek sosial, ekonomi, hingga spiritual masyarakat Nusantara selama ribuan tahun [S1], [S4]. Secara geografis, tradisi menenun tersebar luas di hampir seluruh wilayah Indonesia, di mana setiap daerah mengembangkan karakteristik, motif, dan filosofi yang unik [S1], [S3]. Keberagaman ini didukung oleh teknik pembuatan yang spesifik serta keterampilan perajin yang diwariskan secara turun-temurun [S1], [S4]. Beberapa wilayah yang memiliki tradisi tenun dengan kekhasan motif dan makna yang menonjol antara lain Toraja, Maluku, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Bali [S2]. Setiap motif yang dihasilkan bukan sekadar ele...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Indonesian parents often use traditional games to educate their children about character building
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Aceh

Indonesian parents often use traditional games to educate their children about character building Identitas dan Asal-Usul Permainan Bentengan diklasifikasikan sebagai permainan tradisional anak yang telah berintegrasi dalam budaya lokal Indonesia [S2]. Teks bebas mencatat bahwa aktivitas ini telah dimainkan sejak era kolonial Belanda [S1]. Ensiklopedia daring mengonfirmasi bahwa permainan tradisional Nusantara umumnya memiliki akar akulturasi yang kuat [S2]. Meskipun tidak teridentifikasi secara spesifik mengenai wilayah kelahirannya, permainan ini tersebar luas sebagai warisan bermain anak pra-modern [S2]. Perbandingan antara kedua sumber menunjukkan bahwa [S1] berfokus pada konteks historis kolonial dan mekanisme permainan, sedangkan [S2] lebih menekankan pada akar akulturasi budaya dan fungsi sosialnya secara umum. Kedua sumber memiliki batasan masing-masing: [S1] tidak menguraikan variasi regional, sementara [S2] bersifat umum tanpa mendetailkan mekanisme spesifik Bentengan....

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Songket Palembang: Jejak Sriwijaya dalam Selembar Kain Martabat
Motif Kain Motif Kain
Sumatera Selatan

Songket Palembang: Jejak Sriwijaya dalam Selembar Kain Martabat Identitas dan Asal-Usul Songket Palembang merupakan kain tenun tradisional yang diakui sebagai warisan budaya tak benda Indonesia sejak tahun 2013 [S1]. Kain ini dikenal luas karena kekayaan historisnya dan menjadi penanda martabat dalam budaya masyarakat Palembang [S3, C5, C6]. Popularitasnya sering terlihat dalam berbagai pameran dan dikenakan oleh tokoh publik [C2]. Asal-usul Songket Palembang kerap dikaitkan dengan masa Kemaharajaan Sriwijaya, yang berpusat di Palembang, Sumatera Selatan [S3, C4]. Sejak masa kerajaan, songket tidak hanya berfungsi sebagai busana, tetapi juga sebagai simbol kedudukan, kehormatan, dan peran sosial seseorang [C7]. Keunikan ini menjadikan Songket Palembang lebih dari sekadar kain indah, melainkan sarat akan nilai sosial dan filosofis yang melekat pada setiap helainya [C8, C9]. Meskipun demikian, belum ada sumber yang secara spesifik merinci sentra produksi Songket Palembang selain...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris: Lebih dari Senjata, Pusaka Jawa yang Mendunia
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Timur

Keris: Lebih dari Senjata, Pusaka Jawa yang Mendunia Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan senjata tikam tradisional yang berasal dari Indonesia, dengan karakteristik bentuk bilah yang asimetris atau berkelok-kelok [S1], [S5]. Secara struktural, keris terdiri atas tiga komponen utama, yakni bilah ( wilah ), gagang ( hulu ), dan sarung ( warangka ) [S1]. Sebagai bagian dari kategori tosan aji —istilah untuk senjata berbahan besi bernilai tinggi yang dimuliakan—keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata perang, tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang dan simbol identitas masyarakat Jawa [S2], [S5]. Museum Nasional Indonesia menyimpan koleksi keris yang merepresentasikan sejarah perkerisan Nusantara, termasuk spesimen dari Cirebon, Jawa Barat, yang berasal dari abad ke-16 [S4], [S5]. Salah satu contoh koleksi yang terdokumentasi adalah keris dengan dhapur Kebo Lajer dan pamor tambal, yang secara historis populer di kalangan masyarakat petani pedesaan sebagai sim...

avatar
Kianasarayu