Banda naira adalah salah satu pulau di kabupaten banda yang merupakan pusat administratif kecamatan banda, kabupaten maluku tengah, Maluku, Indonesia.
Banda naira pernah menjadi pusat perdagangan pala dan cengkih di dunia karena merupakan satu-satunya sumber rempah-rempah terbaik yang pernah ada, aktifitas perdagangan di banda naira menarik perhatian dunia baik dari benua eropa maupun asia, hal ini menyebabkan banyaknya tradisi, budaya, adat dan berbagai cerita rakyat yang terdapat di banda naira.
cuci sumur pusaka merupakan salah satu cerita rakyat dari banda naira, cuci parigi (Sumur) pusaka atau yang biasa di kenal dengan Rofaerwar adalah salah satu tradisi yang tidak meninggalkan religi. tradisi ini merupakan cerita rakyat yang sangat terkenal di kecamatan banda naira maluku tengah, tradisi yang di lakukan 10 tahun sekali ini menuai banyak cerita dan unsur magis yang di yakini sampai saat ini oleh masyarakat banda. prosesi pencucian parigi pusakapun melewati beberapa ritual adat dimana yang terlibat hanyalah orang-orang yang memiliki hubungan darah dengan tetua-tetua adat terdahulu. cuci parigi pusaka ini melibatkan 44 orang baik wanita maupun pria dari kampung baru yang terletak di banda, dan 44 orang dari kampung lonthoir yang terdapat di banda besar. sehari sebelum proses pencucian parigi di lakukan semua orang adat yang bersangkutan berkumpul di malam hari pada pukul 12 malam untuk melakukan ritual memanggil arwah-arwah orang tua di zaman dulu. parigi pusaka tersebut terletak di dataran tinggi kampung lonthoir, sebenarnya ada terdapat dua parigi, satu untuk air minum dan yang satunya lagi untuk air mandi maupun mencuci dll, parigi tersebut bila di perhatikan secara saksama berbentuk kepala kucing di dalamnya. konon katanya dahulu di kampung lonthoir ada seorang putri raja cantik nan menawan yang bernama cilubintang sedang kelelahan dan haus dalam perjalanan mencari saudaranya, dia berjalan sangat jauh untuk mencari air namun ternyata di kampung tersebut tidak ada air sedikitpun, kampong itu sangat kering dan gersang tak memiliki tanda-tanda adanya mata air. dia kecewa dan menangis tersedu-sedu sambil mengosokkan telapak kaki di tanah yang kering, pada saat yang bersamaan tak sengaja dia melihat seekor kuncing berwarna hitam pekat yang berjalan keluar dari semak-semak sambil mengibaskan ekor dan bulunya dalam keadaan basah kuyup. diapun merasa heran dan bertanya-tanya dalam hati “kenapa bisa kuncing itu basah, bukankah tidak ada air di kampung ini”. demi memuaskan rasa penasaran diapun memutuskan mengikuti arah dimana kucing tersebut datang, dia melangkah perlahan-lahan dan seketika terpancar rona bahagia di wajahnya karena ternyata ada mata air.. yang keluar dari tanah gersang di balik semak-semak belukar. itulah sepenggal cerita mengenai bentuk dari sumur pusaka di kampung lonthoir, sebelum proses pencucian sumur pusaka ada pertunjukan ritual yang bernama belang darat atau biasa yang lebih di kenal oleh masyarakat luas yaitu kora-kora, ritual tersebut di lakukan oleh 44 orang dari masing-masing kampung yang di sebutkan tadi terlibat di dalamnya. menurut cerita pada saat belang di arak keliling kampung tidak boleh ada apapun yang lewat di depan belang tersebut, jika demikian maka akan ada yang mati. setelah semua ritual suda di lakukan barulah pencucian parigi di mulai, parigi tersebut di cuci dengan kain gajah berwarna putih sepanjang 99 depa (meter) uniknya pada saat kain gajah ini di arak melewati ratusan tangga dari parigi pusaka ke arah pantai, kain ini hanya boleh di pegang oleh perempuan, perempuan yang bersih (tidak sedang datang bulan). berpuluh-puluh tahun yang lalu ketika tradisi ini di jalankan pastilah mereka menghadirkan seorang perempuan yang memiliki keturunan adat untuk menjadi putri pada saat prosesi berlangsung perempuan yang menjadi putri itupun akan dirasuki arwah putri cilubintang dan menari mengelilingi lingkaran parigi yang kecil. itu semua melambangkan bahwa putri cilubintanglah yang pertama kali menemukan sumber mata air tersebut. menurut orang tua adat di banda naira, adanya tarian dari perempuan yang menggambarkan putri cilubintang di karenakan masuknya pemikiran-pemikiran bangsa portugis di banda naira, namun 9 tahun terakhir ini proses pencucian sumur pusaka suda tidak lagi menghadirkan sosok yang menggambarkan putri lagi. adapun beberapa narasumber mengatakan bahwa pada saat proses pencucian sumur sedang berlangsung tidak boleh ada apapun yang jatuh ke dalam sumur, jika yang hidup maka akan mati dalam sekejap. dan jika parigi tersebut tidak di cuci lebih dari 10 tahun maka akan terjadi bencana besar di banda naira, jika airnya kering maka akan ada bencana di dunia, semua yang terjadi kembali pada keyakinan kita masing-masing, dan tak tanggung-tanggung tradisi inipun mampu menyedot perhatian wisatawan local maupun manca Negara dari belahan dunia asia,eropa.
Penulis
Rani Arfiah Asyura
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...