Produk Arsitektur
Produk Arsitektur
Benteng Maluku Utara Ternate
Benteng Kalamata
- 16 Juli 2018
Ada banyak benteng yang menjadi obyek wisata di Ternate. Salah satunya benteng yang masih utuh tembok kelilingnya adalah benteng Kalamata. Benteng ini sering dikunjungi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara
 
Konstruksi benteng Kalamata memperlihatkan bentuk khas arsitektur Portugis. Tembok kelilingnya tidak begitu tebal seperti halnya benteng-benteng buatan Belanda. Ketebalan benteng Kalamata hanya 60 cm, dan tingginya 3 m.
 
Benteng ini merupakan bangunan berbentuk segi empat yang tidak lurus (poligon), memiliki empat bastion yang runcing di ujungnya. Setiap bastion dilengkapi sejumlah lubang bidik. Selanjutnya, pada lapangan dalam benteng terdapat bekas pondasi sejumlah bangunan, terdapat pula bekas jalan, tangga dan sumur.
 
Benteng Kalamata terletak di Jalan Kayu Merah, Kelurahan Kayu Merah, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara. Lokasi benteng ini berada di bibir pantai Pulau Ternate menghadap Selat Maitara, yang tidak begitu jauh dengan Ternate Waterboom.
 
Awalnya, benteng Kalamata ini bernama benteng Santa Lucia (Fort Santa Lucia), yang dibangun oleh Portugis pada tahun 1540 atas inisiatif Antonio Pigafetta. Pendirian benteng tersebut sebagai pusat pertahanan dalam rangka perluasan daerah kekuasaan Portugis di Pulau Ternate. Namun setelah Portugis meninggalkan Ternate 1575, Spanyol menduduki benteng tersebut dan digunakan sebagai pos perdagangan. Pada tahun 1609 benteng ini direstorasi Belanda di bawah pimpinan Pieter Both dan dipergunakan sebagai benteng pertahanan.
 
Pada 13-16 Februari 1624, Gubernur Belanda Le Febre dan Deputy Admiral Geen Huigen Schapenham mencoba memperbaiki benteng namun kemudian ditelantarkan. Tahun 1627 Gills van Zeyst meninggalkan benteng dan kemudian diduduki oleh bangsa Spanyol.
 
Setelah Spanyol meninggalkan Ternate, dan menghancurkan benteng ini pada tahun 1663, Belanda membangunnya kembali dan diberi nama benteng Kalamata. Nama Kalamata diambil dari nama seorang Pangeran Ternate, Kaicil Kalamata, kakak dari Sultan Mandarsyah dan paman dari Sultan Kaicil Sibori Amsterdam (1675-1690). Pangeran Kalamata wafat di Makassar pada 1676.
 
Selain digunakan sebagai pos perdagangan, benteng yang juga dikenal dengan benteng Kayu Merah ini juga dimanfaatkan sebagai pusat untuk melancarkan serangan terhadap bangsa Belanda. Pada 29 April 1798, benteng Kalamata direbut oleh pasukan Kaicil Nuku (Sultan Tidore ke-19) yang dibantu pasukan dan kapal Inggris. Benteng ini diperbaiki oleh Mayor Lutzow pada tahun 1799. Akibat dikhianati, benteng ini jatuh ke tangan Inggris pada tahun 1810. Tahun 1843, Residen van Helback resmi mengosongkan benteng ini.
 
Benteng Kalamata pernah dipugar oleh Pemerintah RI tanggal 1 Juli 1994 dan diresmikan purna pugarnya tanggal 25 November 1997 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro. Kemudian pada tahun 2005, Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate merenovasi benteng ini dengan menambahkan halaman dan rumah untuk penjaga benteng Kalamata.
 
Pada tahun 2013, Balai Pelestarian Cagar Budaya melakukan kegiatan rehabilitasi terhadap benteng Kalamata yang bertujuan untuk memperbaiki bagian-bagian benteng yang mengalami kerusakan. Rehabilitasi itu dilakukan dengan membongkar dan memasang kembali batu pada dinding dan lantai yang mengalami retak-retak, melakukan pemadatan tanah di bawah lantai, membersihkan sumur yang terdapat di dalam benteng, dan sekaligus menata lingkungan benteng. Sehingga, kawasan benteng ini menjadi the spirit of place yang mengandung nilai heritage yang sesungguhnya. *** [161014]

 

Sumber: http://kekunaan.blogspot.com/2014/11/benteng-kalamata.html
 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
HUDON TANO (PERIUK TANAH)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
BENDA MAGIS MASYARAKAT BATAK
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
Cara menghubungi call center ayopinjam
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
DKI Jakarta

Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.

avatar
Pinjamflexi1999