
Bandeng presto adalah makanan khas Indonesia yang berasal dari Kota Semarang, Jawa Tengah. Makanan ini dibuat dari ikan bandeng (Chanos chanos) yang dibumbui dengan bawang putih, kunyit dan garam. Asal mulanya ditemukan oleh Hanna Budimulya yang lahir di kota pati, Jawa Tengah dan akhirnya menjadi ikon besar Kota Semarang.
Ikan bandeng ini kemudian dimasak pada alas daun pisang dengan cara presto. Presto adalah cara memasak dengan uap air yang bertekanan tinggi. Makanan yang dimasak dengan cara ini diletakkan dalam panci yang dapat dikunci dengan rapat. Air yang berada di dalam panci ini kemudian dipanaskan hingga mendidih. Uap air yang timbul akan memasak makanan yang berada di dalam panci ini. Karena ikan bandeng terkenal memiliki banyak duri, bandeng presto adalah makanan yang digemari karena dengan cara masak presto duri-duri ini menjadi sangat lunak. Terdapat merek dari Bandeng presto seperti Bandeng presto Juwana yang terkenal itu.
*Bandeng presto
Bahan-bahan:
Bumbu:
Cara Membuat Bandeng Presto:
*Sambel Tomat
Bahan-bahan:
Cara membuat Sambel Tomat:
Demikian resep cara membuat Bandeng Presto khas Semarang, Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.
Sumber: http://dapur-teh-enur.blogspot.com/2015/03/resep-bandeng-presto-khas-semarang-sambal.html
Jaipong: Lincah, Ceria, dan Identitas Sunda yang Membara Identitas dan Asal-Usul Tari Jaipong merupakan salah satu tarian tradisional Indonesia yang secara spesifik diidentifikasi berasal dari daerah Jawa Barat [S1], [S3], [S8]. Tarian ini berfungsi sebagai seni pertunjukan khas yang merepresentasikan identitas masyarakat Sunda, dengan karakteristik yang lincah, ceria, dan penuh energi [S2]. Meskipun publikasi umum seperti [S1] mengawali penjelasan dengan pernyataan bahwa Indonesia memiliki beragam tarian dari Sabang hingga Merauke, klaim tersebut bersifat nasional dan tidak spesifik pada data identitas Jaipong, sehingga identifikasi asal yang valid dan terverifikasi adalah Jawa Barat [S3], [S8]. Tari Jaipong diciptakan oleh seorang seniman asal Bandung bernama Gugum Gumbira sekitar tahun 1970-an [S1], [S3]. Gugum Gumbira dikenal sebagai tokoh karawitan Sunda yang memiliki visi untuk menciptakan sebuah tarian yang modern dan dinamis, tetapi tetap berakar pada tradisi seni yang k...
Jaipong: Lincah, Ceria, dan Identitas Sunda yang Membara Identitas dan Asal-Usul Tari Jaipong merupakan salah satu tarian tradisional Indonesia yang secara spesifik diidentifikasi berasal dari daerah Jawa Barat [S1], [S3], [S8]. Tarian ini berfungsi sebagai seni pertunjukan khas yang merepresentasikan identitas masyarakat Sunda, dengan karakteristik yang lincah, ceria, dan penuh energi [S2]. Meskipun publikasi umum seperti [S1] mengawali penjelasan dengan pernyataan bahwa Indonesia memiliki beragam tarian dari Sabang hingga Merauke, klaim tersebut bersifat nasional dan tidak spesifik pada data identitas Jaipong, sehingga identifikasi asal yang valid dan terverifikasi adalah Jawa Barat [S3], [S8]. Tari Jaipong diciptakan oleh seorang seniman asal Bandung bernama Gugum Gumbira sekitar tahun 1970-an [S1], [S3]. Gugum Gumbira dikenal sebagai tokoh karawitan Sunda yang memiliki visi untuk menciptakan sebuah tarian yang modern dan dinamis, tetapi tetap berakar pada tradisi seni yang k...
Batu Rosetta: Kunci Membuka Tabir Prasasti Nusantara? Identitas dan Asal-Usul Prasasti adalah dokumen tertulis yang diukir pada bahan yang tahan lama seperti batu atau logam, berfungsi sebagai catatan penting mengenai sejarah, hukum, atau upacara keagamaan suatu masyarakat. Istilah "prasasti" berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti 'puji-pujian' dan secara luas merujuk pada piagam atau maklumat resmi [C1]. Dalam konteks sejarah Indonesia, prasasti menjadi jendela untuk memahami peradaban yang telah ada sejak ribuan tahun lalu, menandai transisi dari zaman prasejarah ke zaman sejarah ketika masyarakat mulai mengenal tulisan [C3][C10]. Prasasti ditemukan di berbagai lokasi di Indonesia, mencerminkan keberagaman budaya dan peradaban yang ada. Beberapa prasasti terkenal berasal dari kerajaan-kerajaan kuno seperti Sriwijaya dan Majapahit, yang memberikan informasi penting tentang struktur sosial, politik, dan budaya masyarakat pada masa itu [C7][C11]. Selain itu, prasas...
Batu Rosetta: Kunci Membuka Tabir Prasasti Nusantara? Identitas dan Asal-Usul Prasasti adalah dokumen tertulis yang diukir pada bahan yang tahan lama seperti batu atau logam, berfungsi sebagai catatan penting mengenai sejarah, hukum, atau upacara keagamaan suatu masyarakat. Istilah "prasasti" berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti 'puji-pujian' dan secara luas merujuk pada piagam atau maklumat resmi [C1]. Dalam konteks sejarah Indonesia, prasasti menjadi jendela untuk memahami peradaban yang telah ada sejak ribuan tahun lalu, menandai transisi dari zaman prasejarah ke zaman sejarah ketika masyarakat mulai mengenal tulisan [C3][C10]. Prasasti ditemukan di berbagai lokasi di Indonesia, mencerminkan keberagaman budaya dan peradaban yang ada. Beberapa prasasti terkenal berasal dari kerajaan-kerajaan kuno seperti Sriwijaya dan Majapahit, yang memberikan informasi penting tentang struktur sosial, politik, dan budaya masyarakat pada masa itu [C7][C11]. Selain itu, prasas...
Saman: Dakwah dalam Gerak, Pesan dari Gayo Identitas dan Asal-Usul Tari Saman adalah tarian tradisional yang berasal dari suku Gayo di Provinsi Aceh, Indonesia. Tarian ini dikenal sebagai salah satu bentuk ekspresi budaya yang menggabungkan gerakan, nyanyian, dan ritme yang dinamis, mencerminkan nilai-nilai keagamaan, sopan santun, pendidikan, dan kebersamaan dalam masyarakat Gayo [S1][S3]. Tari Saman sering dipertunjukkan dalam berbagai acara, termasuk perayaan keagamaan dan upacara adat, menjadikannya sebagai media untuk menyampaikan pesan dakwah [S2][S6]. Sejarah Tari Saman dapat ditelusuri kembali ke abad ke-14, ketika tarian ini digunakan sebagai sarana untuk menyebarkan ajaran Islam di kalangan masyarakat Gayo. Tarian ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai alat pendidikan moral dan sosial [S2][S3]. Dalam perkembangannya, Tari Saman telah mengalami variasi, dengan beberapa bentuk seperti Saman Jejuntèn dan Saman Bale Asam, yang masing-masing memiliki...