Makanan Minuman
Makanan Minuman
Kuliner Khas Jawa Barat Cimahi
Bakso Cuanki
- 27 September 2017

Bakso cuanki merupakan hidangan khas yang berasal dari daerah Cimahi, Jawa Barat. Bakso cuanki adalah makanan yang memiliki banyak penggemar  . Sekilas bakso ini terlihat sama dengan bakso pada umumnya, namun adonan yang digunakan pada bakso ini terbuat dari daging ikan. Bakso Cuanki ini tak hanya dapat dinikmati di Cimahi  namun juga dapat di jumapi di kota-kota sekitaran Bandung. Biasanya, kudapan ini dijual keliling sembari dipikul. Jika Anda tergiur dengan kudapan ini namun sulit menemukannya di tempat Anda tinggal, Anda dapat mencoba membuatnya sendiri.

Berikut ini resep cara pembuatan Baksa cuanki khas Cimahi ini, antara lain:

Bahan-Bahani:

  • Udang yang telah dihaluskan sebanyak 25 gram
  • Ikan tenggiri yang telah dihaluskan sebanyak 400 gram
  • Tepung tapioka sebanyak 350 gram, resep ini menggunakan tepung tapioka dengan merk Sagu Tani
  • Air dingin atau air es secukupnya
  • Kulit pangsit sejumlah 20 lembar
  • Tahu kulit sejumlah 10 buah
  • Minyak goreng untuk menggoreng kulit pangsit secukupnya
  • Air kaldu kurang lebih 1 liter
  • Bawang merah sejumlah 7 siung
  • Bawang putih sejumlah 5 siung
  • Daun bawang sejumlah 1 batang yang telah diiris-iris
  • Daun seledri sejumlah 2 batang
  • Lada bubuk secukupnya
  • Garam secukupnya, resep ini menggunakan 1 sendok makan
  • Bubuk penyedap rasa secukupnya
  • Gula pasir secukupnya
  • Bawang goreng secukupnya

Cara pembuatannya:

  1. Haluskan bawang merah, bawang putih, dan lada. Sisihkan.
  2. Ambil wadah, lalu masukkan ikan tenggiri, udang, air es, dan daun bawang yang telah diiris-iris ke dalamnya. Lalu masukkan bawang merah, bawang putih, dan lada yang telah dihaluskan, namun cukup setengah bagiannya saja. Aduk rata.
  3. Masukkan tepung tapioka sagu tani sedikit demi sedikit. Aduk lagi hingga semua bahan tercampur rata, namun tidak perlu hingga kalis. Lalu adonan dibagi menjadi 2 dan sisihkan.
  4. Masak air hingga mendidih. Jika telah mendidih, masukkan adonan pada wadah pertama sedikit demi sedikit dengan cara dibulat-bulatkan sebelumnya dengan menggunakan dua buah sendok.
  5. Setelah bakso mengambang dan matang sempurna, kira-kira 10 menit setelah direbus, segera angkat dan tiriskan.
  6. Ambil tahu, lalu belah bagian tengahnya dan isi dengan adonan bakso yang tersisa di wadah kedua. Lakukan hal yang sama pada tahu lainnya. Lalu kukus hingga matang kurang lebih 15 menit.
  7. Adonan yang masih tersisa pada wadah kedua kemudian diletakkan di tengah kulit pangsit, lalu lipat kulit pangsit sesuai selera. Ulangi hal tersebut hingga kulit pangsit dan adonan habis. Kemudian goreng hingga matang.
  8. Masak air kaldu dengan tambahan sisaan bawang putih, bawang merah, dan lada yang telah dihaluskan tadi. Lalu tambahkan garam, bubuk penyedap rasa, gula pasir, seledri sebanyak 1 batang. Aduk-aduk dan tunggu hingga kuah mendidih. Kemudian matikan api.
  9. Setelah kuah mendidih, Anda dapat langsung menyajikan Bakso Cuanki dengan cara menyusun bakso, tahu, dan pangsit di dalam mangkok, lalu tuang kuah kaldunya. Jangan lupa untuk menambahkan bawang goreng dan daun seledri yang telah diiris.

Selamat Berkreasi:)

 

Sumber: resepcaramasak.org

 

Tempat yang Menyediakan:
 
Bakso Benhil TCC Batavia
Address: TCC Batavia Tower 1 Lantai P5, Jl KH Mas Mansyur Kav 126, Karet Tengsin, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10220
Phone: 0838-9206-0601

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Aunu Senebre: Kelezatan Tersembunyi dari Tanah Papua
Makanan Minuman Makanan Minuman
Papua

Aunu Senebre: Kelezatan Tersembunyi dari Tanah Papua Identitas Kuliner Aunu Senebre merupakan makanan pendamping tradisional yang berasal dari Papua [S1]. Hidangan ini dikategorikan sebagai kuliner khas Papua yang mulai dikenal dalam percakapan kuliner nasional, meskipun popularitasnya belum menyamai papeda atau ikan bakar Manokwari [S1][S3]. Secara definisi, Aunu Senebre adalah masakan tradisional berbahan dasar nasi atau singkong parut yang dicampur dengan ikan teri goreng, dan terkadang menggunakan ubi jalar sebagai variasi [S2]. Penyebutan "Aunu Senebre" sendiri merupakan istilah lokal yang melekat pada hidangan ini di tanah Papua [S1]. Sayangnya, belum ada sumber yang mengungkap secara spesifik asal-usul etimologis nama tersebut maupun daerah sentra produksi yang lebih terperinci di wilayah Papua. Keberadaan Aunu Senebre sebagai makanan tradisional Papua juga tercatat dalam daftar kuliner khas Indonesia dari 38 provinsi, yang menegaskan statusnya sebagai warisan k...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Congklak: Lebih dari Sekadar Permainan, Warisan Budaya Nusantara
- -
-

Congklak: Lebih dari Sekadar Permainan, Warisan Budaya Nusantara Identitas dan Asal-Usul Congklak merupakan permainan tradisional yang dikategorikan sebagai permainan papan dan biji, dikenal dengan beragam nama di berbagai wilayah Nusantara. Di Jawa, permainan ini lazim disebut congklak, dakon, dhakon, atau dhakonan [S1]. Sementara itu, di wilayah Sumatra dan Kalimantan yang berkebudayaan Melayu, nama yang digunakan adalah congkak [S1]. Variasi penamaan juga ditemukan di Lampung sebagai dentuman lamban, serta di Sulawesi dengan sebutan Mokaotan, Maggaleceng, Aggalacang, dan Nogarata [S1]. Keberagaman nama ini menunjukkan luasnya persebaran dan kuatnya akar permainan ini dalam tradisi lisan masyarakat Indonesia. Sejarah permainan congklak memiliki lintasan yang panjang dan tidak sepenuhnya terpusat di satu titik asal. Bukti menunjukkan bahwa permainan ini diduga mulai tersebar dari Afrika sebelum akhirnya masuk dan membudaya di Indonesia [S2]. Pendapat ini diperkuat oleh fakta ba...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Congklak: Lebih dari Sekadar Permainan, Warisan Nusantara
- -
-

Congklak: Lebih dari Sekadar Permainan, Warisan Nusantara Identitas dan Asal-Usul Congklak, juga dikenal sebagai Dakon, adalah permainan tradisional yang memiliki berbagai sebutan di seluruh Indonesia. Permainan ini termasuk dalam kategori permainan papan dan telah ada sejak zaman kuno, menjadikannya salah satu permainan tertua di dunia. Congklak dikenal dengan nama yang berbeda di berbagai daerah, seperti dhakon di Jawa, dentuman lamban di Lampung, dan makaotan di Sulawesi, menunjukkan keberagaman budaya yang ada di Nusantara [S2][S3][S4]. Sejarah Congklak menunjukkan bahwa permainan ini telah dimainkan oleh nenek moyang di Indonesia sejak lama, dengan bukti bahwa istilah dan variasi permainan ini muncul di berbagai daerah, termasuk di Sumatera dan Kalimantan yang memiliki kebudayaan Melayu [S3][S4]. Dalam konteks ini, Congklak tidak hanya menjadi sekadar permainan, tetapi juga mencerminkan warisan budaya yang kaya dan beragam di Indonesia. Bahan yang digunakan dalam permaina...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Jamu: Warisan Budaya Takbenda UNESCO dan Kebanggaan Indonesia
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Jawa Tengah

Jamu: Warisan Budaya Takbenda UNESCO dan Kebanggaan Indonesia Identitas dan Asal-Usul Jamu tradisional merupakan warisan kesehatan asli Indonesia berupa ramuan herbal yang diracik dari bahan-bahan alami [S1][S3]. Sebagai sistem pengobatan tradisional, jamu telah dipraktikkan secara turun-temurun selama berabad-abad oleh masyarakat Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, dan menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya nasional [S1][S2]. Praktik ini mencakup pengetahuan meracik, filosofi kesehatan, hingga aspek sosial-budaya yang menyertainya. Sejarah jamu berpusat di Jawa, dengan Kota Surakarta (Solo) sebagai salah satu episentrum utama yang masih aktif memproduksi dan melestarikan tradisi ini [S4]. Akar tradisi jamu dapat ditelusuri hingga era Kerajaan Mataram, di mana pengetahuan pengobatan herbal telah menjadi bagian dari kearifan lokal yang diwariskan lintas generasi [S6]. Hingga kini, Jawa tetap menjadi daerah asal dan pusat budaya jamu yang paling kuat [S2][S6]. Bukt...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Tenun Sumba: Simbol Kehidupan dalam Setiap Helai Benang
- -
-

Tenun Sumba: Simbol Kehidupan dalam Setiap Helai Benang Identitas dan Asal-Usul Tenun Sumba merupakan kain tradisional yang berasal dari Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur [S1][S2]. Kain ini dikenal sebagai wastra yang diolah menggunakan pewarna alami dengan proses pengerjaan yang cukup panjang, berkisar antara enam bulan hingga tiga tahun [S3]. Keberadaan tenun Sumba tidak hanya sebagai karya seni tekstil, tetapi juga menjadi simbol identitas masyarakatnya yang mencerminkan kearifan lokal setempat [S2]. Sejarah tenun Sumba berkaitan erat dengan tradisi lisan masyarakatnya yang tidak mengenal tradisi tulis di masa lalu [S5]. Berdasarkan sastra lisan yang diwariskan turun-temurun dalam kepercayaan Marapu, nenek moyang masyarakat Sumba diyakini sebagai pendatang yang memasuki pulau ini secara bergelombang melalui beberapa titik, seperti Tanjung Sasar, Muara Sungai Pandawai, Muara Sungai Wulla, dan pantai selatan Pulau Sumba [S5]. Dalam Lii Marapu (sabda leluhur), diungkapka...

avatar
Kianasarayu