Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Jawa Tengah Jawa Tengah dan DI Jogjakarta
Ayam Goreng Remah
- 18 Oktober 2017

Siapa yang tak kenal Ayam Goreng Remah? Jika anda sudah pernah menyantap Ayam Goreng Mbok Berek atau Ayam Goreng Nyonya Suharti, pasti anda sudah kenal dengan sajian Ayam dengan taburan remah-remah yang gurih dan renyah ini. Mungkin anda merasa Hidangan Ayam Goreng Remah ini terkesan istimewa dan hanya bisa dibuat oleh rumah2 makan khusus seperti yang saya sebut di atas. Faktanya anda juga bisa membuat sajian istimewa ini di dapur anda sendiri. Tentunya dengan sedikit kesabaran dan beberapa tips dan triks yang akan saya uraikan di bawah. Ditanggung anda akan puas dengan hasilnya. 

Pada awalnya saya juga sedikit putus asa, khususnya saat bikin remah/kremesan yang mudah melempem dan menggumpal tak karuan saat digoreng. Setelah beberapa kali eksperimen dengan metode "Try & Error" akhirnya saya temukan beberapa tips dan triks yang mungkin sangat berguna. Tipps dan triks ini jarang kita temukan di buku panduan resep manapun kecuali dari pengalaman langsung yang kita temui saat turun dapur. Harapan saya semoga anda tak akan patah arang dan buru-buru membuang bahan remah anda ke tong sampah he he. 

Catatan: Jika anda ingin mendapatkan ayam yang keriting berselimut remah, silahkan ikuti trik berikut: Ambil satu sendok sayur adonan, sebar merata ke seluruh wajan, tunggu sekitar 1 menit sampai remah mengambang dan menyerupai sarang, kecilkan api, taruh ayam yang sudah dicelup di tengah2 sarang, lipat segera kremesan supaya menyelimuti ayam, lanjutkan menggoreng lagi hingga ayam kering. Atau lebih lengkapnya silahkan lihat resep step by step pembuatan Ayam Goreng Berbalut Kremes beserta adonan yang pas pada resep Ayam Goreng Kremes.

 

Bahan:

  • 1 ekor ayam (1 kg ), cuci bersih.
  • 1 sdm air jeruk nipis
  • 1 liter air kelapa (ganti dengan 1 lt air + 1 sdm gula pasir + 1 sdt cuka) jika tak ada
  • 2 lembar daun salam
  • 100 gr tepung beras
  • 50 gr tepung kanji atau maizena
  • 200 ml air dingin untuk melarutkan tepung
  • 1 sdt soda kue
  • 1 liter minyak goreng

Bumbu Halus:

  • 5 siung bawang putih, cincang kasar
  • 5 butir kemiri, cincang kasar
  • 1 sdm ketumbar bubuk
  • 2 sdt garam

 

Cara Membuat:

 

  • Potong ayam menjadi beberapa bagian sesuai selera.
  • Haluskan bahan bumbu halus dengan cobek atau blender.
  • Jika anda menggunakan blender, tambahkan air secukupnya ke dalam blender untuk mempermudah proses penghancuran.
  • Rebus ayam bersama bumbu halus, air jeruk nipis, air kelapa ( air biasa ) dan daun salam di atas api sedang sampai ayam lunak dan kaldu mengental.
  • (Anda juga bisa menggunakan panci tekan / presto, ikuti tipp di bawah.)
  • Setelah ayam lunak, angkat, sisihkan ayam.
  • Ukur kaldu ayam sebanyak 400 ml. Sisihkan dan dinginkan.
  • Campur tepung beras, tepung kanji atau maizena dan soda kue hingga rata. Tambahkan 200 ml air dingin sedikit demi sedikit dan aduk sampai larutan rata.
  • Tambahkan kaldu ayam yang sudah disisihkan sebelumnya ke dalam adonan tepung beras. Aduk hingga rata. Cicipi, jika perlu tambahkan garam sesuai selera.
  • Panaskan minyak goreng dalam wajan anti lengket. Celupkan potongan ayam rebus ke dalam adonan tepung beras, goreng ayam dalam minyak yang banyak dan panas di atas api besar sampai kering. Tiriskan.
  • Saring sisa minyak supaya bebas dari remah.
  • Panaskan kembali minyak dengan api besar. Goreng sisa adonan tepung dengan cara : sendokkan adonan sedikit demi sedikit dan tuang secara menyebar di permukaan wajan dengan tangan kiri, tunggu sebentar, kemudian tangan kanan anda menggoyang/goyang alias mengaduk-aduk.
  • (Kalau tidak diaduk-aduk adonan akan menyatu dan mengering seperti rempeyek ).
  • Jangan menuangkan adonan terlalu banyak supaya adonan tidak menggumpal.
  • Tunggu sampai adonan mengapung dan benar-benar kering. Tiriskan. Taruh di atas kertas tissu supaya minyak terserap. Jika perlu tekan2 kremesan goreng dengan sutil untuk mendapatkan butir2 kremesan.
  • Taburkan di atas ayam goreng. Sajikan segera.

 

Tips Penting:

  • Pilih ayam yang relatif muda supaya ayam tidak alot dan terasa lebih sedap.
  • Rebus ayam di atas api sedang supaya sari ayam tetap awet dan bumbu meresap sehingga ayam terasa lebih gurih. Alternatif lain anda juga bisa merebus dengan panci tekan/presto sehingga ayam cepat lunak sampai ke tulang. Selain itu makanan lebih sehat dan kandungan nutrisinya lebih lengkap karena kerusakan zat gizi akibat pemanasan selama proses memasak dapat dikurangi. Syaratnya anda harus manjaga supaya ayam tidak terlalu lama dimasak sampai hancur lebur ;-).
  • Tambahkan soda kue pada adonan kremes supaya kremesan goreng benar2 renyah.
  • Adonan tepung beras mudah melempem, karena itu goreng sedekat mungkin dengan waktu santap. Atau goreng lebih awal , tunggu sampai dingin kemudian simpan segera dalam toples / wadah kedap udara dan tutup rapat. Dari pengalaman saya pribadi, kremesan goreng yg disimpan dalam wadah kedap udara bisa bertahan tetap renyah sampai tiga hari kemudian. Taburkan Kremesan goreng sesaat sebelum dihidangkan.

 

Sumber:

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
PELARIAN MAJAPAHIT DI PACITAN
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

GELOMBANG EKSODUS I. Pelarian Di Pacitan Ketika panji-panji emas Majapahit tercabik oleh perang perebutan warisan dinasti, sejarah arus utama seolah menoleh ke arah lain. Yang tercatat kemudian hanyalah runtuhnya tiga pusat kekuasaan besar secara beruntun: Wilwatikta-Trowulan yang ambruk pada 1478 M, Kediri di bawah Girindrawardhana yang tumbang dua dasawarsa kemudian, serta: Lenyapnya benteng pertahanan terakhir Patih Mahodara pada 1527 M. Di balik kronik pergantian rezim itu, tersimpan kisah lain yang jauh lebih megah dan tragis: kisah manusia-manusia yang terseret arus perubahan kekuasaan baru, Demak Bintoro. Seusai kemenangan Ranawijaya atas kubu Bhre Kertabhumi, muncul kebutuhan mendesak untuk membangun dasar legitimasi baru. Upaya itu dijalankan melalui jejaring brahmana, penetapan tanah-tanah sima yang dibebaskan dari kewajiban pajak, penguatan tradisi Buddha-Siwa, serta pembentukan identitas Keling yang berpusat di Daha. Dalam pandangan para pendukungnya, ide...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT II (Keling Daha Kediri)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Sejarah Senjakala Majapahit-Daha II. Patih Udara/Mahodara Berkuasa (1498 M) A. Krisis Demi mempertahankan kekuasaan di tengah impitan ekonomi dan bayang-bayang kehancuran, Ranawijaya memperlakukan rakyat kecil pedalaman sebagai sapi perah guna mendanai prajurit yang butuh logistik besar menghadapi kelompok pembangkang yang mulai tumbuh kembali. Pembangunan Kedaton baru beserta sistem pertahanan militer di Daha dalam waktu delapan tahun membawa kesengsaraan yang luar biasa bagi kaum tani di sepanjang aliran Sungai Brantas yang subur. Dinasti Girindrawardhana memberlakukan sistem kerja paksa, yang dikenal sebagai kerja gaga, secara militeristik demi mendirikan kompleks istana bata merah yang megah serta jaringan perbentengan baru. Di sisi lain, ribuan petani dipaksa meletakkan bajak dan cangkul mereka untuk mengangkut batu kapur dari perbukitan selatan, menebang pohon jati di belantara, serta mencetak jutaan bata merah untuk dinding pertahanan. Kesengsaraan ini kian mencekik...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT I (Brawijaya V - Trowulan)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

SENJAKALA MAJAPAHIT I (1478 M) > Senjakala Majapahit bukanlah sebuah cerita tentang kelanjutan kemaharajaan yang tenang di bawah asuhan para resi yang bijaksana. Sebaliknya, ia merupakan sebuah panggung sejarah yang rapuh, berdarah, dan diperebutkan oleh kelompok-kelompok politik yang haus akan pengakuan kekuasaan. Demi melunasi dendam masa lalu, menegakkan kehormatan keluarga, dan mengejar ego dinasti, faksi-faksi pemberontak ini tanpa sadar telah memeras keringat rakyat, merampas hak atas tanah perdikan, dan mengirim ribuan rakyat jelata (kawula) Jawa ke lubang kematian yang sia-sia. I. Senjakala Pertama Majapahit Trowulan (1478 M) A. Pemberontakan Ranawijaya (Keling-Daha) Brawijaya IV saat bertakhta sebagai Maharaja Majapahit bergelar Sri Adi Suraprabhawa Singhawikramawardhana Singhawikramawardhana terpaksa mundur ke basis pertahanan keluarganya di Kediri. Setelah terusir dari Trowulan oleh kudeta Bhre Kertabhumi (Brawijaya V) pada tahun 1468 M, Brawijaya IV menyelamat...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker
Gambar Entri
SALE-SALEAN
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Di rumah adat Batak tradisional, terdapat sebuah bagian penting yang disebut Sale-salean. Sale-salean merupakan rak atau ukiran berbentuk segi empat yang digantung di atas tungku perapian (tataring). Fungsinya sangat praktis sekaligus mencerminkan kearifan leluhur dalam memanfaatkan ruang di dalam rumah. Di tempat inilah masyarakat Batak dahulu mengeringkan ikan, daging, hasil pertanian, hingga kayu bakar. Asap dari tungku yang terus menyala membantu proses pengeringan sekaligus membuat bahan makanan lebih awet untuk disimpan. Bagi masyarakat Batak masa lalu, dapur bukan sekadar tempat memasak. Dapur adalah pusat kehidupan keluarga, tempat berkumpul, berbagi cerita, dan menjaga persediaan pangan. Sale-salean menjadi bukti bahwa arsitektur tradisional Batak dibangun berdasarkan pengalaman, kebutuhan hidup, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan budaya tidak selalu berupa benda mewah. Kadang ia hadir dalam benda sederhana yang menjadi bagian dari kehidu...

avatar
Hokker