Ngata Toro, sebuah perkampungan yang bersinggungan langsung dengan kawasan Taman Nasional Lore Lindu di Sulawesi Tengah. Ngata artinya desa, sedang Toro adalah nama desanya. Masyarakat Toro lebih senang memakai istilah Ngata ketimbang desa. Serupa dengan Nagari bagi masyarakat Minangkabau, di Sumatera Barat.
Ngata Toro, masuk dalam administrasi Kecamatan Kulawi di Kabupaten Sigi. Berjarak sekitar 3 jam dari Palu, ibu kota provinsi Sulawesi Tengah. Topografi Ngata Toro berbentuk lembah dan dikelilingi hutan. Sebagian rumah penduduk halamannya ditanami padi organik.
Asal usul Ngata Toro penuh dengan cerita mistik. Mereka sebelumnya berasal dari Malino, sebuah wilayah yang terletak di bagian timur, berbatasan dengan Ngata Katu, Kecamatan Lore Tengah, Kabupaten Poso. Wilayah ini juga sekarang masuk dalam administrasi Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu.
Kejadiannya sekitar satu setengah abad yang lalu. Ketika itu terjadi perang suku. Konon, peristiwa itu dipicu oleh perampasan gasing emas. Ceritanya, anak-anak Malino yang sedang bermain gasing tiba-tiba didatangi oleh seorang anak yang memiliki gasing emas. Dalam permainan itu, anak-anak Malino selalu kalah. Kekalahan itu dilaporkan ke orang tua mereka.
Orang tua ketika itu heran dengan gasing emas yang diceritakan anak-anak mereka. Karena penasaran, esok harinya mereka meminta anak-anak meladeni permainan gasing emas itu, dan para orang tua mengintip dari jauh. Ternyata memang benar anak itu mempunyai gasing emas. Akhirnya, para orang tua muncul mencuri gasing emas dan membunuh sang anak
Kabar pembunuhan sang anak itu cepat menyebar. Dan yang dibunuh itu ternyata anak Bunian, sang mahluk halus. Tidak berapa lama, para Bunian melakukan pembalasan kepada orang-orang Malino. Para Bunian mendatangi kampung dan membunuh siapa saja yang mereka jumpai. Dari pembantaian itu, yang tersisanya tinggal tujuh kepala keluarga Malino dan berhasil melarikan diri.
Kabar pembunuhan sang anak itu cepat menyebar. Dan yang dibunuh itu ternyata anak Bunian, sang mahluk halus. Tidak berapa lama, para Bunian melakukan pembalasan kepada orang-orang Malino. Para Bunian mendatangi kampung dan membunuh siapa saja yang mereka jumpai. Dari pembantaian itu, yang tersisanya tinggal tujuh kepala keluarga Malino dan berhasil melarikan diri.
Selanjutnya, Magau Kulawi memberikan mereka tempat tinggal di lokasi perburuannya. Tempat tinggal ini kemudian dinamakan Toro, yang artinya sisa. Namun ketujuh kepala keluarga yang tersisa ini kemudian memberikan ganti rugi tujuh butir emas burung pipit kepada Magau Kulawi. Sehingga wilayah Toro bukanlah pemberian dari raja Kulawi, tetapi dibeli.
Sekarang Ngata Toro telah berkembang menjadi tujuh dusun. Namun tidak hanya orang-orang Toro saja yang hidup di lembah ini. Masyarakat Ngata Toro membuka diri bagi etnis pendatang lainnya. Etnis yang hidup di Ngata Toro seperti Rampi, Toraja, Minahasa, Behoa, Bali, Kaili, Poso, dan Mori.
sumbe r: http://www.mongabay.co.id/2014/10/06/ngata-toro-desa-adat-yang-berani-beri-denda-kepada-taman-nasional/
Untuk membuka blokIr (BRImo) yang terblokIr. Anda bisa menghubungi Layanan CS BRI di Nomor WhatsApp+: (+62817. 7641 4017.))) atau 1500017 atau Anda Bisa lakukan lupa username atau password" pada halaman login aplikasi {BRImo}.
Untuk membuka blokIr (BRImo) yang terblokIr. Anda bisa menghubungi Layanan CS BRI di Nomor WhatsApp+: (+62817. 7641 4017.))) atau 1500017 atau Anda Bisa lakukan lupa username atau password" pada halaman login aplikasi {BRImo}.
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...
Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu bubuk. Un...