Cerita Rakyat
Cerita Rakyat
Cerita Rakyat Jawa Timur Jawa Timur
5_Pak Mendong & Mbok Mendong
- 18 Mei 2018

Hiduplah seorang laki-laki yang bernama Pak Mendong. Di panggil Pak Mendong, karena pekerjaannya ialah membuat tikar mendong. Tikar hasil pekerjaannya itu dijual ke kota. Isterinya, mbok Mendong, sehari-hari membantu suaminya membuat tikar. Hidupnya sangat mengibakan. Diam di gubug kecil. Halamannya sempit. Hidupnya hanya dari hasil penjualan tikar mendongnya. Mereka sering tidak makan karena miskinnya.

Pak Mendong dan mbok Mendong mempunyai seorang anak perempuan yang masih kecil. Namanya Sumi. Badan anak itu kurus karena kurang makan. Bajunya pun sudah compang-camping.

Pada suatu hari pak Mendong bermimpi. Rasanya ia keda tangan nenek buyutnya. Mendiang nenek buyut ini berpesan agar ia mengadakan kenduri dengan menyembelih lembu. Tentu saja ia menjadi bingung. Yang diundang ke kenduri itu hendaknya fakir miskin.

”mBokne, apa gerangan yang kita jual untuk beaya kendu ri?” tanyanya kepada isterinya.

”Rumah dan halaman kita ini saja dijual!” ”Laku berapa kalau dijual? Siapa pula mau membeli rumah seburuk ini dan tanah yang sekecil ini?”

Tidak lama kemudian mereka menemukan akal. Anak perem puannya, Sumi, lalu digadaikan kepada seorang-orang kaya di desa itu. Jadilah. Sumi digadaikan. Uangnya dibelanjakan untuk keper luan kenduri. Pak Mendong membeli beras, sapi, kuali dan lain lainnya. Setelah semuanya siap, maka kaum fakir miskin diundang berkenduri. Orang menjadi heran. Mereka tidak menduga sama sekali bahwa pak Mendong mampu mengadakan kenduri secara besar-besaran. Karena mbok Mendong pandai memasak, maka segala hidangan kenduri itu pun habis tak bersisa sedikit pun. Seha bis kenduri, pak Mendong dan isterinya duduk termangu-mangu, karena sedih. Mereka berpikir bagaimana cara menebus anaknya yang digadaikan itu.

Tetapi tidak lama kemudian mereka dikejutkan oleh sinar bercahaya yang berasal dari kuali bekas kenduri. Mereka pun meli hat ke dalam kuali itu. Alangkah terkejut mereka ketika menda pati kuali itu penuh dengan uang emas dan perak. Pak Mendong bukan main sukacitanya. Uang itu digunakan untuk menebus anak perempuannya.

Sahdan kekayaan pak Mendong yang mendadak itu tersebar luas. Seorang kaya tetapi kikir menanyakan kepada pak Mendong dari mana kekayaannya itu. Dasar pak Mendong orang yang jujur, maka pak Mendong dan isterinya secara terus-terang menceritakan apa yang dialaminya dari awal sampai akhir.

Setelah mendengar kisah pak Mendong dan isterinya, maka orang kaya tapi kikir itu pun ingin mengadakan kenduri.

Ia pun pergi ke pasar hewan untuk membeli seekor lembu. Tetapi ia tidak berhasil, sebab tawarannya terlalu rendah. Ia pulang dengan tangan kosong. Akhirnya anjing piaraannya disembelih, dagingnya dimasak untuk lauk-pauk kenduri. Setelah tiba saatnya kenduri, kaum fakir miskin diundang. Tetapi atas kehendak Illahi, pada saat orang sedang membacakan doa, anjing yang sudah men jadi lauk-pauk tadi tiba-tiba hidup kembali dan menggigit orang kaya tapi kikir itu. Tentu saja orang-orang yang melingkari tum peng kenduri itu bubar. Mereka lari tunggang-langgang. Tumpeng nya berserakan. Yang tinggal hanya suara : aduh ...... aduh ...... aduh ...... jeritan si kaya kikir. Ia digigit oleh anjingnya yang hidup kembali.

Sumber: https://play.google.com/books/reader?id=gJkACwAAQBAJ&pg=GBS.PA48

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Sambal Rampai
Makanan Minuman Makanan Minuman
Lampung

Sambal rampai merupakan salah satu sambal tradisional khas Lampung yang memiliki keunikan pada penggunaan tomat rampai, jenis tomat berukuran kecil dengan rasa asam segar. Sambal rampai umumnya dibuat dari campuran cabai, tomat rampai, bawang, terasi, dan bumbu pelengkap yang diulek hingga menghasilkan rasa pedas, gurih, dan sedikit asam. Sambal ini biasanya disajikan sebagai pelengkap ikan bakar, lalapan, maupun hidangan khas indonesia lainnya. Resep sambal rampai: 10 buah Cabai rawit merah 10 buah cabai rawit hijau 3 buah cabai merah 4 buah Tomat kecil (rampai) 1/2 sdt Garam 1/2 sdt Gula 1 sdt terasi bakar/ goreng 1/2 sdt kaldu bubuk 1 buah jeruk limau (optional) Referensi: https://cookpad.com/id/resep/25372348?ref=search&search_term=sambal+rampai https://lampung.idntimes.com/food/dining-guide/deretan-kuliner-khas-lampung-bikin-anak-rantau-rindu-kampung-halaman-00-jf67w-6cdvc1?utm_source=chatgpt.com

avatar
Ghinai
Gambar Entri
Sop Matahari
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Sop Matahari adalah salah satu kuliner tradisional khas Kota Surakarta atau Solo, Jawa Tengah. Hidangan ini terkenal karena bentuknya yang unik menyerupai bunga matahari yang sedang mekar. Bagian "kelopak" dibuat dari telur dadar tipis, sedangkan bagian tengahnya berisi daging ayam cincang dan berbagai sayuran seperti wortel, jamur, dan jagung yang kemudian disiram kuah kaldu hangat yang gurih. Sop Matahari bukan sekadar makanan, tetapi juga bagian dari tradisi masyarakat Solo yang diwariskan secara turun-temurun. Kuliner ini memiliki keterkaitan erat dengan budaya Keraton Surakarta dan sering disajikan dalam acara-acara penting, terutama pesta pernikahan adat Jawa. Dalam tradisi jamuan pernikahan Solo, Sop Matahari menjadi salah satu hidangan istimewa yang melambangkan penghormatan kepada para tamu. Secara filosofis, bentuk bunga matahari melambangkan keceriaan, kehangatan, harapan, dan kehidupan yang cerah. Karena itulah Sop Matahari sering hadir dalam acara pernikahan...

avatar
Hasnaila
Gambar Entri
Kue Mento
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Timur

Kue Mento adalah salah satu makanan tradisional khas Kabupaten Sumenep di Pulau Madura. Sekilas, kue ini mirip dengan dadar gulung, tetapi memiliki cita rasa gurih karena berisi tumisan ayam, wortel, dan kadang pepaya muda yang dibumbui rempah-rempah khas. Kue mento biasanya disajikan dengan kuah santan kental serta taburan bawang goreng sehingga menghasilkan perpaduan rasa yang gurih, lembut, dan harum. Kue mento telah menjadi bagian dari warisan kuliner masyarakat Sumenep selama bertahun-tahun. Beberapa sumber menyebutkan bahwa makanan ini merupakan hasil akulturasi budaya dari kue mento yang berasal dari Keraton Jepara, kemudian berkembang dan memiliki ciri khas tersendiri di Sumenep, baik dari bentuk maupun cara penyajiannya. Pada masa lalu, kue mento sering disajikan untuk tamu penting dan menjadi hidangan dalam acara-acara khusus. Saat ini, kue mento sangat identik dengan bulan Ramadan karena banyak dijual sebagai menu berbuka puasa atau takjil di Sumenep. Meski demikian, ku...

avatar
Hasnaila
Gambar Entri
Sayang Anak 5k
Ritual Ritual
Nusa Tenggara Barat

Istilah "Sayang Anak 5k" merujuk pada sebuah fenomena sosial dan hiburan rakyat yang sangat lekat dengan suasana pasar tradisional, pasar malam, maupun ruang publik lainnya. Kalimat "sayang anak, sayang anak..." merupakan jargon khas dan ikonik yang biasa diserukan dengan lantang oleh abang-abang penyedia wahana permainan odong-odong. Tujuannya adalah untuk menarik perhatian para orang tua yang sedang melintas atau berbelanja agar bersedia menyenangkan buah hati mereka.Seruan ini bermakna rayuan hangat agar orang tua rela menyisihkan uang senilai Rp5.000 (5k) sebagai tiket masuk. Dengan biaya yang sangat terjangkau tersebut, anak-anak sudah bisa merasakan kebahagiaan luar biasa menaiki wahana odong-odong yang biasanya dihiasi lampu warna-warni dan diiringi alunan lagu-lagu anak ceria. Praktik ini tidak hanya sekadar transaksi ekonomi kecil-kecilan, melainkan telah menjadi sebuah tradisi atau "ritual" hiburan murah meriah yang menghadirkan senyum dan tawa...

avatar
Ophal
Gambar Entri
Dodol Kinca
Makanan Minuman Makanan Minuman
Nusa Tenggara Barat

Dodol Kinca merupakan kuliner tradisional khas Bima dan Dompu, Nusa Tenggara Barat, yang dikenal dengan cita rasa manis legit serta teksturnya yang khas. Berbeda dari dodol pada umumnya, dodol ini dibuat dari campuran buah kinca (kawista) dan gula, dengan tambahan sedikit tepung tapioka sebagai pengikat, yang dimasak hingga mengental. Buah kinca sendiri adalah sebutan lokal untuk buah kawista, yang memiliki perpaduan rasa manis dan asam dengan aroma yang khas. Selain varian manis, Dodol Kinca juga memiliki variasi rasa pedas yang memberikan sensasi unik. Hidangan ini tidak hanya menjadi sajian khas, tetapi juga mencerminkan identitas kuliner serta tradisi masyarakat Bima dan Dompu.

avatar
Adam Adi