Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Sumatera Utara Batak
Terong bulat dotak
- 26 Mei 2020

Terong bulat dotak ala masakan karo, sederhana dan enak Masakan ini selalu bikin kangen nenek, krn pertama kali makan dirumah nenek di kampung, bahan nya mudah dijumpai...selengkapnya Eva Rosani S Eva Rosani S Cileungsi, bogor 20 menit Bahan-bahan 5 orang 3 lembar daun jeruk 10 buah terong bulat yang masih muda 2 batang serai 1 ikat kemangi segar 1 buah tomat segar 2 siung bawang putih 2 siung bawang merah 4 buah cabe rawit hijau keci (sesuai selera) secukupnya Kaldu ayam 2 buah Asam buah combrang (boleh diganti asam gelugur/asam jawa) secukupnya secukupnya Air untuk merebus secukupnya Garam 1 papan pete (optional bisa juga tdk pakai) Langkah Cuci bersih terong dan potong dari tangkainya. Rebus air bersih didalam panci. Haluskan cabe rawit, bawang putih dan bawang merah. Masukkan bumbu halus kedalam rebusan air, tunggu hingga mendidih. Masukkan sereh yang sudah di geprek dan daun eruk yang sudah dibersihkan. Masukkan asam yang sudah dicuci bersih. Kemudian masukkan terong bulat dan rebus hingga empuk.

Terong bulat dotak ala masakan karo, sederhana dan enak langkah memasak 1 foto Terong bulat dotak ala masakan karo, sederhana dan enak langkah memasak 1 foto Sambil dimasak, gunakan sendok sayur/centong sayur dan gunakan untuk menghancurkan terong dalam panci sampai hancur semua.

Apabila semua terong sudah lembut dan hancur, masukkan tomat segar yg sudah dipotong potong dan pete yg sudah dikupas dan dicuci bersih. Koreksi rasa garam, tambahkan kaldu ayam.

Terong bulat dotak ala masakan karo, sederhana dan enak langkah memasak 3 foto Tunggu beberapa saat sambil di aduk aduk. Apabila rasa sudah pas, matikan kompor, masukkan daun kemangi segar yang sudah di cuci aduk aduk sebentar. Terong dotak siap disajikan.

Terong bulat dotak ala masakan karo, sederhana dan enak langkah memasak 4 foto Sangat simpel, murah meriah, dan rasanya sangat sedap. Sajikan dengan nasi hangat dan ikan teri dan tempe goreng. Ajiiblah..selamat mencoba.

Terong bulat dotak ala masakan karo, sederhana dan enak langkah memasak 5 foto

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker