Kota Solo memiliki berbagai macam kuliner khas. Salah satunya adalah tahu kupat. Sesuai dengan namanya dapat kita ketahui bahwa tahu dan kupat atau ketupat merupakan bahan dasar dari kuliner ini. Kerap kali tahu kupat ini disamakan dengan kupat tahu khas Magelang. Namun, faktanya kedua kuliner ini berbeda. Perbedaannya terletak pada cita rasa masing-masing kuliner tersebut.
Mengutip dari laman Solopos, Damartiasari (2022) menyebutkan bahwa tahu kupat memiliki cita rasa manis dari kuah yang terbuat dari bawang putih, gula merah, gula pasir, kecap manis, garam, dan daun jeruk. Sedangkan kupat tahu memiliki cita rasa gurih dari kuah bumbu kacang yang ditumbuk kasar. Selain itu, terdapat perbedaan dari tahu yang digunakan. Tahu kupa khas solo menggunakan tahu putih yang digoreng, sedangkan kupat tahu menggunakan tahu bacem atau tahu kuning.
Ternyata penamaan kuliner tahu kupat ini memiliki fakta menarik lho. Menurut laman web JatimNetwork.com, tahu kupat mempunyai ulasan makna. Makna tersebut berasal dari salah satu bahan dasarnya yaitu kupat atau ketupat. Kupat atau ketupat ini merupakan makanan wajib ketika Idul Fitri yang berbahan dasar beras dan dibungkus dengan anyaman. Dari pengertian itu, kupat dalam tahu kupat ini memiliki kepanjangan “ngaku lepat” yang artinya mengakui kesalahan (Nadha, Q., 2023).
Ketika mengunjungi Kota Solo dapat kita temui dengan mudah berbagai warung tahu kupat. Salah satu warung tahu kupat yang enak dan legendaris yaitu Tahu Kupat Pak Gombloh. Warung tersebut sudah buka sejak tahun 1973 dan saat ini sedang dikelola oleh generasi kedua. Lokasinya berada di Jalan Perintis Kemerdekaan No.75, Kelurahan Bumi, Kecamaan Laweyan, Kota Surakarta. Satu porsi tahu kupat mengeluarkan kocek sekitar 8-12 ribu saja. Sangat ramah kantong, lho.
Cara membuat tahu kupat ini bisa langsung dicoba sendiri dirumah. Bagaimana sih? Yuk simak bahan dan cara membuatnya.
Bahan-bahan:
Bumbu halus:
Cara membuat:
(Bahan dan cara membuat dikutip dari merdeka.com) Itu saja ulasan mengenai tahu kupat solo. Semoga dapat bermanfaat bestie! Selamat mencoba! See you di ulasan berikutnya!
Referensi: Damartiasari, A. (2022). Tahukah Anda? Perbedaan Tahu Kupat, Kupat Tahu & Tahu Guling. Diakses pada 26 April 2023 pada laman https://www.solopos.com/tahukah-anda-perbedaan-tahu-kupat-kupat-tahu-tahu-guling-1370506. Lararenjana, E. (2021). Resep Tahu Kupat Ala Rumahan Lezat dan Menggugah Selera, Mudah Dipraktikkan. Diakses pada 26 April 2023 pada laman https://www.merdeka.com/jatim/resep-tahu-kupat-ala-rumahan-lezat-dan-menggugah-selera-mudah-dipraktikkan-kln.html. Nadha, Q. (2023). Apa Kepanjangan Tahu KUPAT? Kuliner Khas Solo, Jawa Tengah Ini Ternyata Asalnya Singkatan. Diakses pada 26 April 2023 pada laman https://www.jatimnetwork.com/ragam/pr-436441712/apa-kepanjangan-tahu-kupat-kuliner-khas-solo-jawa-tengah-ini-ternyata-asalnya-singkatan.
HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692
Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland
Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara
PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK Hikmah Karuhun Pikeun Kahirupan Ditulis ku: Henry Purwanto Kategori: Etika, Moral & Pepatah PENDAHULUAN Kidung Lakbok lain ukur carita baheula. Lian ti éta, ieu naskah kuno nyimpen pituduh anu jero pisan pikeun kahirupan urang di jaman kiwari. Karuhun urang teu ngan ninggalkeun carita, tapi ogé pangalaman, peringatan, jeung hikmah. Ieu pesan induk jadi pondasi pikeun urang hirup: ngajaga jati diri bari tetep maju ka hareup. Hayu urang bahas hiji-hiji. ULAH POHO KA ASAL-USUL (Jangan Lupa Pada Asalnya) Makna: Saha urang, ti mana asalna, naon sajarah karuhun urang – kabehna kudu dipikanyaho. Ulah isin ku sajarah sorangan, sabab dinya tempat urang tumuwuh. Kaitan jeung Lakbok: Karajaan Bandjarpatroman téh akar ti wewengkon ieu. Lamun urang poho sajarah, sarua jeung neangan leungit jati diri. Urang bakal gampang kaileng ku budaya deungeun anu teu saluyu jeung ajén-inajén lembur. Pesen: Sugema jeung bagja téh mimitina mah nya tina n...