Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Jawa Tengah Pati
Soto Kemiri Khas Pati
- 3 Mei 2023 - direvisi ke 2 oleh Haha_novitakristina_21 pada 3 Mei 2023

Indonesia memiliki banyak makanan khas yang berasal setiap daerah di dalamnya. Salah satu makanan khas di Indonesia adalah soto. Soto di Indonesia memiliki berbagai macam jenis, karena setiap daerah di Indonesia memiliki jenis sotonya masing masing (Yudhistira & Fatmawati : 2020), seperti soto betawi, soto sukaraja, soto mie bogor, soto banjar, dll. Pada kali ini kita akan membahas mengenai soto kemiri.

Soto kemiri merupakan salah satu jenis soto yang ada di Indonesia. Soto kemiri biasanya kuahnya berwarna kuning, dan disajikan dengan tauge dan bawang goreng sebagai topingnya. Seperti masakan khas Pati pada umumnya, soto kemiri ini memiliki cita rasa gurih, asin, dan sedikit manis. Penyajian soto kemiri lebih nikmat dimakan dengan sambal cabai segar dan juga kecap yang khas dari Pati juga. Soto kemiri biasa disajikan dengan makanan pelengkap seperti ayam goreng setengah kering yang dibumbu kuning, perkedel, kerupuk, dan tempe goreng.

Soto kemiri merupakan salah satu makanan khas yang berasal dari Kota Pati. Ibu Asih, salah satu pedagang soto kemiri di kota Pati menyebutkan salah satu alasan soto ini dinamai soto kemiri yaitu karena jenis soto ini berasal dari salah satu desa di kota Pati, yaitu Desa Kemiri. Beliau juga menyebutkan jika banyak warga dari desa kemiri yang bekerja sebagai pedagang soto kemiri di Kota Pati.

Alasan lain mengapa soto khas Pati ini dinamakan soto kemiri yaitu karena penggunaan bumbu kemiri pada masakannya. Pada zaman dahulu, masyarakat tidak mampu untuk membeli ayam atapun daging sapi sebagai bahan dasar untuk pembuatan soto. Oleh karena itu mereka menggunakan bumbu kemiri sebagai penggantinya (Dinasarpus Pati : 2020).

Masih belum diketahui secara pasti siapa dan kapan yang menciptakan dan menemukan soto kemiri di Kota Pati ini. Namun, salah satu penjual soto kemiri yang disebut-sebut paling legendaris yaitu "Soto Ayam Kemiri Lasdi Tarsan". Soto kemiri Pak Lasdi masih bisa eksis sampai sekarang ditengah semakin merebaknya pedagang soto di Kota Pati. Bahkan, saat ini keeksisan soto kemiri juga telah merebak sampai ke daerah-daerah di luar kota Pati.

Cara membuat soto kemiri :

  1. Pertama, masukkan ayam ke dalam panci berisi air. Lalu masukkan jahe dan daun salam.
  2. Jika sudah, masak hingga ayam matang. Angkat dan tiriskan ayam. dan Sisihkan kaldunya.
  3. Selanjutnya, suwir halus ayam. dan sisihkan. Panaskan minyak dalam wajan. Selanjutnya masukkan bumbu halus (15 bawang merah, 6 butir kemiri sangrai, 8 siung bawang putih, 4cm kencur, 2 sdt garam, 4 cm kunyit) dan tumis hingga harum. Sajikan dengan tambahan kaldu.
  4. Masak hinga air menyusut lalu angkat.

Cara penyajian dari soto kemiri sendiri yaitu :

  1. Taruh tauge dan ayam suwir dalam mangkuk.
  2. Tuang kuah soto.
  3. Kemudian taburi dengan seledri dan bawang goreng saat disajikan.

Sumber : Wawancara, Jurnal, Artikel.

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan?
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan? Identitas dan Asal-Usul Lontar Usada Bali adalah naskah klasik yang mengkategorikan diri dalam ranah pengetahuan dan praktik pengobatan tradisional (usada) di Nusantara [S1], [S3]. Naskah-naskah ini secara spesifik ditulis di atas daun lontar dengan menggunakan aksara dan bahasa Bali Kuna hingga Bali Tengahan [S1]. Kategorinya dalam sistem Warisan Budaya Takbenda Indonesia masuk dalam domain "Pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta," sejalan dengan penetapan praktik serupa seperti Pengobatan Tradisional Raksa Jasad [S2]. Asal-usul historisnya di Bali seringkali dilekatkan pada periode pengaruh Majapahit dan penyebaran agama Hindu, meskipun sayangnya, belum ada sumber dari daftar yang secara pasti mengungkap waktu dan tokoh awal penciptaan teks-teks ini. Salah satu versi mengaitkan proses kodifikasi dan pengembangan sistem pengobatan ini dengan peran Dang Hyang Nirartha, seorang tokoh...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo Identitas dan Asal-Usul Kedatuan Luwu diidentifikasi sebagai salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan, dengan jejak sejarah yang terjalin erat dengan mitologi, tradisi lisan, dan bukti arkeologis [C11]. Sejarah awal Luwu tidak terlepas dari kisah kosmologis mengenai kedatangan manusia pertama ke bumi, yang menjadi dasar pembentukan tatanan sosial dan kekuasaan di wilayah tersebut [C12]. Kedatuan ini merupakan salah satu dari tiga kerajaan Bugis pertama yang tercatat dalam epik I La Galigo , bersama dengan Wewang Nriwuk dan Tompotikka [S1]. Pendirian Kedatuan Luwu diperkirakan terjadi pada abad ke-14 [C4], dengan Tumanurung sebagai Datu Mappanjunge' ri Luwu pertama pada tahun 1300-an [C3]. Kedatuan ini berlanjut hingga sekarang [C1], meskipun tidak memiliki mata uang sendiri dan menggunakan sistem barter [C5]. Luwu bersama kerajaan-kerajaan lain diakui sebag...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Sekaten adalah Upacara Peringatan Kelahiran Nabi Muhammad SAW: Asal-usul dan sejarah serta fungsi,
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Sekaten adalah Upacara Peringatan Kelahiran Nabi Muhammad SAW: Asal-usul dan sejarah serta fungsi, makna, dan nilai budaya Identitas Ritual Sekaten adalah rangkaian upacara tahunan yang diselenggarakan oleh Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW (Maulid Nabi) [S1][S3]. Ritual ini berlangsung selama delapan hari, dimulai pada tanggal 5 Rabi'ul Awal (Mulud dalam kalender Jawa) dan berakhir pada tanggal 12 Rabi'ul Awal dengan upacara penutup bernama Garebeg Mulud [S3]. Nama "Sekaten" sendiri berasal dari adaptasi istilah Arab syahadatain , yang merujuk pada dua persaksian (syahadat) dalam Islam [S1]. Komunitas pelaksana Sekaten adalah institusi keraton sebagai pusat ritual, dengan melibatkan masyarakat luas dalam prosesi dan perayaan [S2]. Lokasi utama penyelenggaraan adalah Yogyakarta, meskipun tradisi serupa juga dilaksanakan di Surakarta [S1]. Upacara ini bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan laku budaya-religius...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Tenun NTT: Simbol Status, Identitas, dan Kisah Leluhur
Motif Kain Motif Kain
Nusa Tenggara Timur

Tenun NTT: Simbol Status, Identitas, dan Kisah Leluhur Identitas dan Asal-Usul Tradisi tenun yang paling populer di Indonesia merujuk pada Tenun Ikat , khususnya varian yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Popularitas ini tidak terlepas dari keunikan teknik, motif, dan makna filosofisnya yang kuat dalam budaya masyarakat setempat [S1]. Tenun ikat di NTT merupakan warisan budaya yang bertahan hingga kini, diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian integral dari identitas komunitas [S2]. Secara geografis, sentra tenun ikat NTT tersebar di berbagai pulau, dengan Pulau Sumba dikenal sebagai salah satu pusat tradisi ini yang paling kuat. Di Sumba, pembuatan kain tenun ikat tradisional masih lestari, dengan kampung-kampung seperti Kanatang dan desa-desa di wilayah Sumba Timur menjadi lokasi perajin aktif [S3]. Proses pembuatannya sangat mengikat dengan sejarah dan kehidupan masyarakat, di mana kain tenun bukan sekadar produk ekonomi tetapi juga warisan leluhur yang...

avatar
Kianasarayu