CATATAN SENI BUDAYA ABDUL AZIZ
Sastra Lisan Betawi Khazanah Budaya Bangsa
Teks Foto : Peserta Pelatihan Seni Sastra Lisan Betawi Tingkat Dasar. (Heryus Saputro/RIN)
Sastra Lisan Betawi adalah salah satu khazanah budaya bangsa yang menjadi suatu kewajiban kita semua untuk membina, mengembangkan, , serta memanfaatkan sehingga menjadikan sesuatu yang penuh dengan makna.
Dalam rangka upaya meningkatkan pembinaan dan pengembangan seni bagi pelaku, Unit Pengelola Pusat Pelatihan Seni Budaya menyelenggarakan Pelatihan Seni Sastra Lisan Betawi Tingkat Dasar pada tanggal 19-30 Oktober 2015 waktu 09.00 s.d 15.00 WIB bertempat di Satuan Pelayanan Latihan Seni Budaya, Jl. Asem Baris No. 100 Kebon Baru Jakarta Selatan.
I Gusti Bagus Sutarta, Kepala Unit Pengelola Pelatihan Seni Budaya membuka langsung kegiatan tersebut dengan didampingi Heri dan Acha, sebagai panitia penyelenggara. Kali ini dalam pengajarannya dibimbing oleh seniman, budayawan, dan sejarahwan yang berkompeten di bidangnya masing-masing, seperti Rachmat Ruchiat, Yahya Andi Saputra, Atien Kisam, Heryus Saputra, Abdul Aziz, Sabar Bokir, Yoyik Lembayung serta para peserta Siswa/I SMK 57, SMK 28 Oktober, dan Komunitas Seni Betawi.
Disamping itu, para peserta pun masing-masing turut serta dalam menampilkan kebolehannya menyampaikan sebuah cerita. Ahmad Jalaludin membawakan cerita Hikayat Ma’ruf Eskape, Siswi SMK 28 Oktober dengan cerita Hikayat Teman, Siswi SMK Al Hidayah Lestari menampilkan cerita Hikayat Romlih Juleha.
Dalam melestarikan budaya, omong kosong bila tanpa diusahakan pengembangannya yang menjadikan budaya tradisi penuh makna karena cerita didalamnya mengandung dan masing-masing membawa pesan.
Disinilah dituntut kemampuan seniman dalam mengemas pesan dalam bentuk cerita yang dituturkan, berbeda dengan sastra tulis menyampaikan pesan melalui tulisan. Tinggal bagaimana kemasannya.
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...