Pacco adalah salah satu makanan tradisional penduduk Sulawesi Selatan di daerah pesisir pantai, karena bahan utama makanan ini adalah makanan laut yang masih segar makanan ini dapat juga dikatakan sebagai sashimi dimana makanan sashimi ini berasal dari jepang, dan pacco' khas daerah luwu ini hampir menyerupai sashimi. Namun, ketika kita berkunjung ke sulawesi selatan dimana kuliner kulinernya yang paling terkenal dengan khasnya, dan salah satu makanan khas luwu itu sendiri yaitu PACCO'. Pacco' terkenal dengan khasnya yang luar biasa, dimana rasanya begitu menggelegar dilidah. Sajian ini enak dikonsumsi bersama dange,makanan yang berasal dari daerah yang sama ini, yang terbuat dari sagu yang diolah dengan cara dibakar.
Dan disini saya akan memperlihatkan cara membuat Pacco' : Yaitu,
•Resep membuat Pacco'
1. Ikan teri segar
2. Jeruk nipis
3. Jeruk sambel
4. Lombok kecil (sesuai selera,mau pedis atau tidak terlalu pedis)
5. Kacang tanah goreng
6. Garam
• Cara membuat pacco'
1. Bersihkan ikan teri dari kepala dan tulangnya menggunakan air bersih. Lalu cuci kembali dengan air matang.
2. Tambahkan perasan air jeruk nipis ke ikan yang sudah bersihkan, lalu rendam selama 10 menit,dan sisihkan.
3. Ulek lombo kecil sesuai selera,kacang tanah dan garam.
4. Peras ikan yang sudah disisihkan tadi sampai air jeruk nipisnya hilang.
5. Tambahkan bumbu yang sudah diulek kedalam ikan dan tambahkan jeruk sambel, lalu aduk sampai merata.
Itulah resep dan cara membuat Pacco' yang enak dan rasanya yang menggelegar dilidah.
Adapun Tips yang harus dilakukan ketika sedang membuat pacco' agar rasanya yang khas itu, enak dan sedap dinikmati oleh banyak orang.
• Tips
- Ikan teri yang harus di gunakan benar benar segar, kalau perlu ikan yang baru naiklah dari permukaan laut. Jika ikannya kurang segar, ikannya akan mudah hancur saat diolah.
- Perasan jeruk yang digunakan agak banyak. Selain untuk menghilangkan bau amis pada ikan, air jeruk nipis berfungsi untuk membunuh bakteri yang ada diikan. Jeruk nipis juga bisa digantikan dengn Cuka dapur.
Itulah sedikit Tips dari kami, agar cara membuat pacco' yang sedap dan nikmat.
sumber : http://kulinerluwu22.blogspot.com/2018/12/sejarah-pacco.html
Karya: Mahlil Azmi Di sebuah perkampungan kecil bernama Desa Pucok Krueng, di Aceh bagian barat selatan, hiduplah sebuah keluarga kecil yang damai dan bahagia. Mereka berjumlah empat orang: sang ayah bernama Uda Bintang Puteh berumur 40 tahun, ibu Nyak Bulan berumur 30 tahun, anak pertama Rajo Puteh berumur 10 tahun, dan adik perempuannya bernama Nyak Puteh yang berumur 5 tahun.Kedua orang tua mereka adalah petani dan pekebun pala. Sementara itu, Rajo adalah anak yang nakal dan sering berkelahi dengan teman-temannya hingga meresahkan orang tuanya. Walaupun begitu, ia sangat menyayangi keluarganya, terutama adiknya. Nyak Puteh adalah anak yang ceria, patuh, rajin mengaji, dan suka membantu orang tua mencuci piring. Setiap menjelang pagi, ayah dan ibu berpamitan untuk bekerja di ladang memetik buah pala, dan terkadang menjadi buruh tani di sawah milik saudagar kampung. Walaupun upah yang mereka dapatkan sedikit, mereka tetap bersyukur.Beberapa tahun kemudian, saat Rajo berumur 17 tahun,...
Candi Miri: Peninggalan Sejarah di Yogyakarta Sejarah & Latar Belakang Candi Miri adalah salah satu candi Hindu yang terletak di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Diperkirakan dibangun pada abad ke-9, Candi Miri merupakan bagian dari warisan budaya Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini berdiri tidak jauh dari beberapa candi lain yang juga bersejarah, seperti Candi Banyunibo dan Candi Barong, menjadikannya sebagai bagian penting dari kompleks candi yang memiliki nilai arkeologis yang tinggi (Sumber 2, 4, 14). Candi Miri, yang terletak di bukit karst dengan ketinggian sekitar 300 meter, menjadi lokasi yang strategis untuk aktivitas keagamaan dan pemujaan. Meskipun saat ini kondisinya mengalami kerusakan dan belum dilakukan pemugaran, keberadaannya tetap menarik perhatian para peneliti dan wisatawan yang ingin menyelami sejarah kekayaan budaya Indonesia (Sumber 1, 8, 14). Karakteristik Arsitektur Candi Miri memiliki...
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa,tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan harimau. Tapi bagi kami, hutan ini seperti halaman belakang rumah sendi...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.