Lojo-lojo merupakan bentuk permainan kejar-kejaran antara satu anak yang menjadi maskotnya dan mengejar lainnya. Sama seperti pak polisi tunggal dengan banyak penjahat.Polisi berusaha mengejar penjahat-penjahat tersebut, kemudian yang tersentuh oleh polisi akan menjadi polisi berikutnya dan polisi pertama yang berhasil menyentuh penjahat secara otomatis akan menjadi penjahat berikutnya. Tentu saja kata polisi dan penjahat dalam hal ini bukan arti dan makna yang sesungguhnya, sebagai analogi untuk mempermudah penceritaan.
Di awal, penentuan siapa yang menjadi polisi tunggal dan bayak penjahat dilakukan dengan permainan adu ketangkasan. Adu ketangkasan inilah yang dalam hal ini disebut sebagai Lojo-lojo. Setiap anak atau pemain membentuk posisi melingkar kemudian beberapa tangan pemain dijulurkan ke depan dengan posisi jari membuka dan telapaknya menghadap ke bawah.
Beberapa pemain lain mengacungkan satu jari dan ditaruh di bawah tangan pemain lain yang telapaknya menghadap ke bawah. Dengan demikian ujung jari telunjuk pemain satu akan menyentuh di tengah telapak tangan pemain lainnya yang terbuka menghadap ke bawah. Dinyanyikanlah lagu lojo-lojo: lojo-lojo, lojo pakan retai, pasubi gallang-gallang encere doang tasibungjapo
Akhir kalimat lagu tersebut merupakan sebuah kode bagi pemain untuk menggenggam atau menjauhkan jari telunjuknya dari telapak tangan pemain lainnya. Pemain yang jari telunjuknya terpegang oleh pemain lain yang sebelumnya membuka telapak tangannya, maka pemain yang terpegang telunjuknya itulah yang kalah. Pemain satu yang kalah akan melakukan permainan serupa dengan pemain yang kalah lainnya. T erkadang untuk menghemat waktu, pemain yang kalah melakukan hom-pim-pa, yakni semacam unda-undi pertarungan antara tangan yang terbuka (telapak tangan menghadap ke atas) dan tertutup (telapak tangan menghadap ke bawah). Kini, kebanyakan hom-pim-pa yang lebih sering digunakan sejak pertama kali permainan dimulai, bukan dengan pegang jari seperti di atas. Tatapi vokal lojo-lojo tetap dilantunkan untuk memberi kode layaknya di atas.
Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.
Cara membatalkan pinjaman ayopinjam Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.
Cara membatalkan pinjaman ayopinjam: Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.
PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK Hikmah Karuhun Pikeun Kahirupan Ditulis ku: Henry Purwanto Kategori: Etika, Moral & Pepatah PENDAHULUAN Kidung Lakbok lain ukur carita baheula. Lian ti éta, ieu naskah kuno nyimpen pituduh anu jero pisan pikeun kahirupan urang di jaman kiwari. Karuhun urang teu ngan ninggalkeun carita, tapi ogé pangalaman, peringatan, jeung hikmah. Ieu pesan induk jadi pondasi pikeun urang hirup: ngajaga jati diri bari tetep maju ka hareup. Hayu urang bahas hiji-hiji. ULAH POHO KA ASAL-USUL (Jangan Lupa Pada Asalnya) Makna: Saha urang, ti mana asalna, naon sajarah karuhun urang – kabehna kudu dipikanyaho. Ulah isin ku sajarah sorangan, sabab dinya tempat urang tumuwuh. Kaitan jeung Lakbok: Karajaan Bandjarpatroman téh akar ti wewengkon ieu. Lamun urang poho sajarah, sarua jeung neangan leungit jati diri. Urang bakal gampang kaileng ku budaya deungeun anu teu saluyu jeung ajén-inajén lembur. Pesen: Sugema jeung bagja téh mimitina mah nya tina n...
Naskah Nusantara • Sunda Kuno Kidung Lakbok Kisah Kerajaan Banjarpatroman, Ramalan Abadi, dan Kelahiran Wayang Kila Kidung Lakbok adalah sebuah karya sastra lama berbentuk prosa naratif atau puisi naratif dalam bahasa Sunda yang menceritakan tentang sejarah dan legenda Kerajaan Banjarpatroman. Kerajaan tersebut dipercaya pernah berdiri di wilayah yang kini dikenal sebagai Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Naskah ini sempat nyaris hilang, kemudian ditulis ulang dan dilestarikan kembali pada tahun 2013 melalui publikasi daring. 📜 Sejarah dan asal-usul Menurut naskah Kidung Lakbok, Kerajaan Banjarpatroman mengalami masa kejayaan sebelum akhirnya runtuh akibat perang saudara atau perebutan kekuasaan. Peristiwa tersebut dianggap sebagai dosa besar yang menimbulkan kutukan. Akibat perbuatan tersebut, turunlah azab berupa bencana alam besar, seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, dan banjir bandang. Kerajaan yang dahsyat itu akhirnya tenggelam dan berubah menja...