Lapis Legit bintik khas Bangka #keto Inspirasi lapgit ini dari selena cake, saya adaptasi versi low carb tidak pakai tepung..pakai tepung telur kue y...selengkapnya Vinta Kitchen Vinta Kitchen Jakarta Bahan-bahan 1 loyang uk 24 porsi 500 g butter dingin 22 butir kuning telur 8 butir putih telur 200 g tepung kuning telur 50 g dark coklat 80 persen up 1 sdm bumbu spekuk 100 g erithol / lakanto Sejumput garam (1/2 sdt) 12 tetes sucralose 1 sdm vanilla larome 50 g butter untuk olesan Langkah Mixer putih telur sampai kaku
Lapis Legit bintik khas Bangka #keto langkah memasak 1 foto Mixer 500 gram butter dengan 100 gram erithol kecepatan tinggi selama 10 menit atau berubah warna
Lapis Legit bintik khas Bangka #keto langkah memasak 2 foto Rendahkan kecepatan, masukan telur ke dalam wadah butter satu persatu
Lapis Legit bintik khas Bangka #keto langkah memasak 3 foto Ambil 5 sdm bahan campurkan dengan coklat dan masukan dalam pipping bag
Lapis Legit bintik khas Bangka #keto langkah memasak 4 foto Setelah masuk semua kencangkan speednya lagi, mixer selama 10 menitan
Matikan mixer, ayak perlahan sambil.di aduk tepung telur, garam, larome vanilla, spekuk
Lapis Legit bintik khas Bangka #keto langkah memasak 6 foto Setelah bahan2 selesai di ayak, masukan putih telur yang telah kaku kedalam adonan
Lapis Legit bintik khas Bangka #keto langkah memasak 7 foto Siapkan bahan2, Jadikan satu (tepung telur, bumbu spekuk, vanila larome, garam)
Lapis Legit bintik khas Bangka #keto langkah memasak 8 foto Taruh bahan2 diatas loyang uk.18 cm yg telah dilapisi baking papper, tuangkan kurleb 100 g, di panggang api atas 230 derajat selama 9 menit (sesuaikan open masing). Setelah berubah warna keluarkan dan di tekan2 bisa dengan sendok. Di berikan butter sambil di tekan2,
Lapis Legit bintik khas Bangka #keto langkah memasak 9 foto Coklat dibuat seperti ini di panggang sebentar sekitar 3 menit di keluarkan kemudian adonan lapgit di tuangkan, dipanggang selama 8 menit api atas 230 derajat. Di teruskan lapis per lapis sampai adonan habis
Lapis Legit bintik khas Bangka #keto langkah memasak 10 foto Lapis Legit bintik khas Bangka #keto langkah memasak 10 foto Setelah adonan terpakai semua, oven lapgit selama 15 menit api atas bawah 180 derajat. Atau telah berubah warna. Keluarkan kue. Diamkan dahulu
Lapis Legit bintik khas Bangka #keto langkah memasak 11 foto Cair kan coklat dengan 10 sdm air. Masukan 3 centong nasi bahan kedalam coklat. Dan di masukan dalam piping bag
Lapis Legit bintik khas Bangka #keto langkah memasak 12 foto Kue siap hidang lebih nikmat setelah 2 hari
Lapis Legit bintik khas Bangka #keto langkah memasak 13 foto Lapis Legit bintik khas Bangka #keto langkah memasak 13 foto Lapis Legit bintik khas Bangka #keto langkah memasak 13 foto
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...
Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan? Identitas dan Asal-Usul Lontar Usada Bali adalah naskah klasik yang mengkategorikan diri dalam ranah pengetahuan dan praktik pengobatan tradisional (usada) di Nusantara [S1], [S3]. Naskah-naskah ini secara spesifik ditulis di atas daun lontar dengan menggunakan aksara dan bahasa Bali Kuna hingga Bali Tengahan [S1]. Kategorinya dalam sistem Warisan Budaya Takbenda Indonesia masuk dalam domain "Pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta," sejalan dengan penetapan praktik serupa seperti Pengobatan Tradisional Raksa Jasad [S2]. Asal-usul historisnya di Bali seringkali dilekatkan pada periode pengaruh Majapahit dan penyebaran agama Hindu, meskipun sayangnya, belum ada sumber dari daftar yang secara pasti mengungkap waktu dan tokoh awal penciptaan teks-teks ini. Salah satu versi mengaitkan proses kodifikasi dan pengembangan sistem pengobatan ini dengan peran Dang Hyang Nirartha, seorang tokoh...
Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo Identitas dan Asal-Usul Kedatuan Luwu diidentifikasi sebagai salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan, dengan jejak sejarah yang terjalin erat dengan mitologi, tradisi lisan, dan bukti arkeologis [C11]. Sejarah awal Luwu tidak terlepas dari kisah kosmologis mengenai kedatangan manusia pertama ke bumi, yang menjadi dasar pembentukan tatanan sosial dan kekuasaan di wilayah tersebut [C12]. Kedatuan ini merupakan salah satu dari tiga kerajaan Bugis pertama yang tercatat dalam epik I La Galigo , bersama dengan Wewang Nriwuk dan Tompotikka [S1]. Pendirian Kedatuan Luwu diperkirakan terjadi pada abad ke-14 [C4], dengan Tumanurung sebagai Datu Mappanjunge' ri Luwu pertama pada tahun 1300-an [C3]. Kedatuan ini berlanjut hingga sekarang [C1], meskipun tidak memiliki mata uang sendiri dan menggunakan sistem barter [C5]. Luwu bersama kerajaan-kerajaan lain diakui sebag...
Sekaten adalah Upacara Peringatan Kelahiran Nabi Muhammad SAW: Asal-usul dan sejarah serta fungsi, makna, dan nilai budaya Identitas Ritual Sekaten adalah rangkaian upacara tahunan yang diselenggarakan oleh Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW (Maulid Nabi) [S1][S3]. Ritual ini berlangsung selama delapan hari, dimulai pada tanggal 5 Rabi'ul Awal (Mulud dalam kalender Jawa) dan berakhir pada tanggal 12 Rabi'ul Awal dengan upacara penutup bernama Garebeg Mulud [S3]. Nama "Sekaten" sendiri berasal dari adaptasi istilah Arab syahadatain , yang merujuk pada dua persaksian (syahadat) dalam Islam [S1]. Komunitas pelaksana Sekaten adalah institusi keraton sebagai pusat ritual, dengan melibatkan masyarakat luas dalam prosesi dan perayaan [S2]. Lokasi utama penyelenggaraan adalah Yogyakarta, meskipun tradisi serupa juga dilaksanakan di Surakarta [S1]. Upacara ini bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan laku budaya-religius...
Tenun NTT: Simbol Status, Identitas, dan Kisah Leluhur Identitas dan Asal-Usul Tradisi tenun yang paling populer di Indonesia merujuk pada Tenun Ikat , khususnya varian yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Popularitas ini tidak terlepas dari keunikan teknik, motif, dan makna filosofisnya yang kuat dalam budaya masyarakat setempat [S1]. Tenun ikat di NTT merupakan warisan budaya yang bertahan hingga kini, diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian integral dari identitas komunitas [S2]. Secara geografis, sentra tenun ikat NTT tersebar di berbagai pulau, dengan Pulau Sumba dikenal sebagai salah satu pusat tradisi ini yang paling kuat. Di Sumba, pembuatan kain tenun ikat tradisional masih lestari, dengan kampung-kampung seperti Kanatang dan desa-desa di wilayah Sumba Timur menjadi lokasi perajin aktif [S3]. Proses pembuatannya sangat mengikat dengan sejarah dan kehidupan masyarakat, di mana kain tenun bukan sekadar produk ekonomi tetapi juga warisan leluhur yang...