Makanan Minuman
Makanan Minuman
makanan Jawa Timur sidoarjo
kue lumpur lapindo
- 27 November 2017

Untuk kue lumpur lapindo sebenarnya adalah salah satu dari resep sebuah jajanan yang tentunya unik terdengar oleh kita. Cara untuk membuatnya juga tidaklah terlalu susah. Entah apa yang membuat dari kue lembut nan nikmat ini dikasih nama begitu, sebagai kue lumpur lapindo. Tapi sebenarnya, nama dari kue ini popular sesudah munculnya dari musibah dari lumpur lapindo di Sidoarjo tempo dahulu kala.

Sebenarnya untuk kue yang lembut di mulut ini nyaris sama apabila kita bandingkan dengan kue lumpur kentang susu keju dan juga kue lumpur tidak dengan kentang. Pembedanya yaitu hanya cuma si kue ini lebih sedikit basah dan lebih lumer ketika nantinya dimakan. Seiring dengan berjalannya waktu, semakin banyak juga untuk penikmat kue lumpur yang coba mengkresikannya dalam bermacam-macam jenis rasa. Kenikmatan yang didapat semakin bertingkat dari hari ke hari.

Lama Waktu Saat Pengerjaan Kue Lumpur Lapindo

  • Sekiranya 20 menit waktu yang diperlukan untuk persiapan
  • Dan 40 menit waktu yang diperlukan untuk memasak

Peralatan-Peralatan Yang Dibutuhkan Membuat Kue Lumpur Lapindo

 

  • Siapkan terlebih dahulu untuk wadah
  • Siapkan juga untuk timbangan
  • Kemudian sendok teh
  • Cetakan untuk kue nya
  • Siapkan juga untuk panci

Bahan-Bahan Untuk Membuat Kue Lumpur Lapindo

  • Siapkan untuk 25 gram dari tepung terigu
  • Siapkan 600 mili liter santan kelapa yang kental
  • 25 gram dari tepung maizena
  • 50 gram dari margarine
  • 5 lembar dari daun pandan setelah itu simpulkan untuk daunnya
  • 100 gram dari gula pasir
  • 9 butir dari kuning telur ayam
  • 5 butir dari putih telur ayam
  • 1/2 sendok teh dari baking powder
  • 1/2 sendok teh dari vanili
  • Selanjutnya garam dapur secara secukunya saja

Cara Untuk Membuat Kue Lumpur Lapindo Khas Dari Sidoarjo

  • Untuk langkah yang pertama: Ambil terlebih dulu santan kurang lebihnya utuk 350 mili liter, seterusnya anda rebus bersama dengan daun pandan sampai benar-banar mendidih, seterusnya maka anda angkat dan sisihkan.
  • Untuk langkah yang kedua: Untuk di wadah yang lainnya, masak juga untuk margarine bersama dengan sisa santan tadi, lalu aduk dan tunggu sampai dengan mendidih seterusnya angkat.
  • Untuk langkah yang ketiga: Tambahkan juga untuk tepung maizena, kemudian tepung terigu, garam dapur, gula pasir dan pula vanili yang telah anda siapkan. Aduk hingga tercampur benar-benar sampai merata.
  • Untuk langkah yang keempat: Tuangkankan juga untuk rebusan santan dengan cara perlahan sambil diaduk seterusnya, kemudian setelah itu anda sisihkan.
  • Untuk langkah yang kelima: Kocok juga untuk kuning telur dan pun putih telur sampai dengan mengembang selanjutnya masukkan adonan sambil diaduk sampai dengan tercampur secara merata. Langkah seterusnya, maka anda tambahkan pula baking powder dan aduk sampai benar-benar tercampur.
  • Untuk langkah terakhir: Siapkan juga untuk cetakan dan olesi cetakan dengan minyak. Panasi juga untuk cetakannya, setelah itu masukkan adonan sampai sekiranya 3/4 tinggi dari cetakan. Selanjutnya anda masak adonan tadi masak kurang lebih 35 menit.
  • Maka kue lumpur lapindo khas dari sidoarjo ini siap untuk dihidangkan.

 

 

RM/Toko yang Menyediakan:
 
Kue Lumpur Sidoarjo
Store in Sidoarjo, Indonesia
Address: Jl. Hang Tuah, Sidokumpul, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 61218

 

 

 

sumber: http://reseponline.info/resep-kue-lumpur-lapindo-lezat-khas-dari-sidoarjo/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
PELARIAN MAJAPAHIT DI PACITAN
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

GELOMBANG EKSODUS I. Pelarian Di Pacitan Ketika panji-panji emas Majapahit tercabik oleh perang perebutan warisan dinasti, sejarah arus utama seolah menoleh ke arah lain. Yang tercatat kemudian hanyalah runtuhnya tiga pusat kekuasaan besar secara beruntun: Wilwatikta-Trowulan yang ambruk pada 1478 M, Kediri di bawah Girindrawardhana yang tumbang dua dasawarsa kemudian, serta: Lenyapnya benteng pertahanan terakhir Patih Mahodara pada 1527 M. Di balik kronik pergantian rezim itu, tersimpan kisah lain yang jauh lebih megah dan tragis: kisah manusia-manusia yang terseret arus perubahan kekuasaan baru, Demak Bintoro. Seusai kemenangan Ranawijaya atas kubu Bhre Kertabhumi, muncul kebutuhan mendesak untuk membangun dasar legitimasi baru. Upaya itu dijalankan melalui jejaring brahmana, penetapan tanah-tanah sima yang dibebaskan dari kewajiban pajak, penguatan tradisi Buddha-Siwa, serta pembentukan identitas Keling yang berpusat di Daha. Dalam pandangan para pendukungnya, ide...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT II (Keling Daha Kediri)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Sejarah Senjakala Majapahit-Daha II. Patih Udara/Mahodara Berkuasa (1498 M) A. Krisis Demi mempertahankan kekuasaan di tengah impitan ekonomi dan bayang-bayang kehancuran, Ranawijaya memperlakukan rakyat kecil pedalaman sebagai sapi perah guna mendanai prajurit yang butuh logistik besar menghadapi kelompok pembangkang yang mulai tumbuh kembali. Pembangunan Kedaton baru beserta sistem pertahanan militer di Daha dalam waktu delapan tahun membawa kesengsaraan yang luar biasa bagi kaum tani di sepanjang aliran Sungai Brantas yang subur. Dinasti Girindrawardhana memberlakukan sistem kerja paksa, yang dikenal sebagai kerja gaga, secara militeristik demi mendirikan kompleks istana bata merah yang megah serta jaringan perbentengan baru. Di sisi lain, ribuan petani dipaksa meletakkan bajak dan cangkul mereka untuk mengangkut batu kapur dari perbukitan selatan, menebang pohon jati di belantara, serta mencetak jutaan bata merah untuk dinding pertahanan. Kesengsaraan ini kian mencekik...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT I (Brawijaya V - Trowulan)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

SENJAKALA MAJAPAHIT I (1478 M) > Senjakala Majapahit bukanlah sebuah cerita tentang kelanjutan kemaharajaan yang tenang di bawah asuhan para resi yang bijaksana. Sebaliknya, ia merupakan sebuah panggung sejarah yang rapuh, berdarah, dan diperebutkan oleh kelompok-kelompok politik yang haus akan pengakuan kekuasaan. Demi melunasi dendam masa lalu, menegakkan kehormatan keluarga, dan mengejar ego dinasti, faksi-faksi pemberontak ini tanpa sadar telah memeras keringat rakyat, merampas hak atas tanah perdikan, dan mengirim ribuan rakyat jelata (kawula) Jawa ke lubang kematian yang sia-sia. I. Senjakala Pertama Majapahit Trowulan (1478 M) A. Pemberontakan Ranawijaya (Keling-Daha) Brawijaya IV saat bertakhta sebagai Maharaja Majapahit bergelar Sri Adi Suraprabhawa Singhawikramawardhana Singhawikramawardhana terpaksa mundur ke basis pertahanan keluarganya di Kediri. Setelah terusir dari Trowulan oleh kudeta Bhre Kertabhumi (Brawijaya V) pada tahun 1468 M, Brawijaya IV menyelamat...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker
Gambar Entri
SALE-SALEAN
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Di rumah adat Batak tradisional, terdapat sebuah bagian penting yang disebut Sale-salean. Sale-salean merupakan rak atau ukiran berbentuk segi empat yang digantung di atas tungku perapian (tataring). Fungsinya sangat praktis sekaligus mencerminkan kearifan leluhur dalam memanfaatkan ruang di dalam rumah. Di tempat inilah masyarakat Batak dahulu mengeringkan ikan, daging, hasil pertanian, hingga kayu bakar. Asap dari tungku yang terus menyala membantu proses pengeringan sekaligus membuat bahan makanan lebih awet untuk disimpan. Bagi masyarakat Batak masa lalu, dapur bukan sekadar tempat memasak. Dapur adalah pusat kehidupan keluarga, tempat berkumpul, berbagi cerita, dan menjaga persediaan pangan. Sale-salean menjadi bukti bahwa arsitektur tradisional Batak dibangun berdasarkan pengalaman, kebutuhan hidup, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan budaya tidak selalu berupa benda mewah. Kadang ia hadir dalam benda sederhana yang menjadi bagian dari kehidu...

avatar
Hokker