Makanan Minuman
Makanan Minuman
Kuliner Bali Bali
komoh
- 14 Maret 2017

Komoh adalah salah satu bentuk lauk pauk yang berbentuk cairan yang dibuat dari daging ( daging babi, daging ayam, daging itik, daging penyu dan lain – lainnya ), kulit, hati dan bumbu. Komoh ini bisanya dibuat bila ada upacara keagamaan bersama – sama dengan pembuatan jenis lauk pauk lainnya terutama lawar. Komoh digunakan sebagai sajian atau hidangan. Komoh disajikan dalam mangkok kecil dan cara mengkonsumsinya adalah bisa langsung mangkok yang berisi komoh didekatkan ke mulut dengan tangan kemudian komoh tersebut di minum dan bisa juga dengan menggunakan sendok makan.
Secara tradisional masih ada juga yang mengkonsumsi komoh ini dengan cara nasi terlebih dahulu dikepal – kepal dengan tangan dengan ukuran tertentu. Selanjutnya kepalan nasi itu dicelupkan kedalam cairan komoh, diangkat terus dimakan. Cara ini biasanya dilakukan saat makan bersama antara 4 – 8 orang yang dikenal dengan nama makan megibung

Resep membuat komoh Bali :

BAHAN :
a. 1 kg Kulit Babi / sapi
b. 1/8 buah nangka muda, rebus lalu rajang kasar. Rendam sambil diremas2, peras air hingga habis

BUMBU (Sambal Embe) :
a. bw merah goreng
b. bw putih goreng
c. cabe rajang goreng
d. 1 limau belah dua

BUMBU (Basa Gede) dirajang halus :
a. Laos
b. Kencur
c. Jahe
d. Kunyit
e. bw putih
f. Kemiri
g. Lada hitam
h. daging kelapa dibakar, ambil kulit yg gosong lalu rajang halus
i. santan kental dari sisa kelapa bakar

Cara: goreng semua bahan yang sudah dirajang kecuali santan, tumis hingga harum lalu tambahkan santan, aduk hingga santan habis, sisihkan.

BUMBU (Basa Penyangluh) :
a. Laos, rajang halus
b. kencur, rajang halus
c. bw putih, rajang halus
d. kemiri, sangrai lalu dihaluskan

Cara: goreng semua bahan dengan sedikit minyak kelapa aseli, hingga setengah kering.

CARANYA MEMBUAT LAWAR BABI :
1. Dalam pembuatan lawar, bahan kulit akan dirajang. Caranya kulit direbus hingga empuk, lalu potong memanjang.
2. Pisahkan kulit dengan lemak yang menempel dikulit (lelesin)
3. Tahap berikutnya disebut NGELIBAR dimana kulit di iris tipis, gunakan pisau tipis yang sangat tajam untuk melakukan tahap ini.
4. Tahap berikutnya adalah NGERAMAS, Irisan tipis kulit tadi dirajang halus, gunakan Blakas(Golok khas Bali).
5. Buatlah ENTEGAN (Entegan adalah daging yang dipanggang hingga semua sisinya berwarna kecoklatan. panggang daging pada wajan yang anti lengket, bersamaan dengan itu bakar juga bw putih dan lombok besar. Setelah daging panggang matang, lalu rajang bersama bw putih dan lombok besar hingga halus.
6. Lakukan PENGADONAN LAWAR. Caranya : Siapkan ramasan Kulit tadi, kemudian tambahkan Entegan dan nangka rajang lalu campur rata. Tambahkan 3 sdm Basa Gede pada adonan ramasan, aduk rata. Tambahkan Basa Penyangluh dan tahap ini tambahkan garam dan gula secukupnya. aduk hingga bumbu merata. Terakhir tambahkan bahan sambal Embe dan jeruk limau, aduk lagi hingga merata. Siap disajikan, dengan nasi hangat sambal embe, muluk goreng dan sate babi.

CARANYA MEMBUAT KUAH KOMOH :
1. Daging Entegan sudah dirajang halus, tambahkan air panas, aduk sebentar kemudian daging disaring, lalu peras air daging hingga habis. Daging yang sudah diperas airnya digunakan sebagai bahan campuran lawar, sedangkan air daging inilah inti dari KUAH KOMOH.
2. Tambahkan kaldu dengan sejumput sambal embe, 1 sdm basa gede dan 1 sdm basa penyangluh, dan 1/2 perasan jeruk limau, siap disajikan.

 

Sumber :

https://resepmasax.files.wordpress.com/2010/01/komoh.jpg
 

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker