Makanan Minuman
Makanan Minuman
makanan Jawa Barat subang
keripik nanas
- 28 November 2017

Olahan keripik nanas ini menjadi penganan yang begitu disukai oleh para penggemar makanan sehat. Memang penganan ini masih belum marak di pasaran, masih sedikit yang memproduksinya, mungkin hanya di Subang.

Berikut cara pembuatan Keripik Nanas khas Subang.

Bahan-bahan

  1. 3 buah nanas matang
  2. Asam askorbat
  3. Gula halus

Cara Membuat

  1. Kupaslah buah nana sampai benar-benar bersih dari kulitnya.
  2. Kemudian, rendamlah buah nanas menggunakan air garam.
  3. Selanjutnya iris buah nanas dengan bentuk dan ukuran sesuai selera. Ingin dibentuk menjadi apa hasil keripik nanasnya nanti, mungkin berbentuk bulat seperti buahnya atau memanjang layaknya ketika mau dikonsumsi langsung. Irislah buah dengan tebal setiap irisannya kira-kira sekitar 5 mm.
  4. Setelah itu, dinginkan buah nanas yang sudah diiris-iris dengan cara dimasukkan ke dalam Freezer. Hal ini dimaksudkan supaya dapat hasil keripik yang baik.
  5. Gorenglah apabila sudah dingin menggunakan alat khusus yang bernama Vacuum Friying. Meskipun alat atau mesin ini yang merupakan penggoreng khusus buah-buahan dan memang harganya lumayan tinggi. jika menggunakan menggoreng secara tradisinal atau menggunakan penggorengan biasa, hasilnya nanti akan hitam bahakn meleleh serupa jelly. Penyebabnya adalah kandungan glukosa pada buah nanas yang sangat tinggi. Selain itu, menggorengnya pun tidak boleh dengan suhu temperatur yang terlalu tinggi.
  6. Kelemehan penggorengan biasa adalah tidak dapat mengatur suhu sehingga rata-rata suhunya cenderung tinggi sampai 100 derajat celcius bahkan lebih. Meskipun suhunya cenderung selalu tinggi, tetapi itu tidak cukup untuk menghilangkan kadar air dari dalam buah sehingga jika proses penggorengan terus dilakukan, hasilnya keripik nanas akan menjadi gosong.
  7. Jika menggunakan alat Vacuum Friying atur suhunya supaya selalu stabil pada saat proses penggorengan. Suhunya tidak lebih dari 85 derajat celcius pada saat memanaskan irisan buah nanas supaya tidak gosong hasil keripik nanasnya.
  8. Angkat setelah dirasa cukup hilang kadar airnya dan kering benar.

 

Tempat yang menyediakan:
 
Lancar Jaya
Fast Food Restaurant
Located in: Pucca Resto
Address: Jl. Taman Palem Mutiara Blok C No.76, RT.13/RW.10, Cengkareng Tim., Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11730
Phone: 0811-8841-958

 

sumber: http://resepnusantara.id/resep-keripik-nanas-khas-subang/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
PELARIAN MAJAPAHIT DI PACITAN
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

GELOMBANG EKSODUS I. Pelarian Di Pacitan Ketika panji-panji emas Majapahit tercabik oleh perang perebutan warisan dinasti, sejarah arus utama seolah menoleh ke arah lain. Yang tercatat kemudian hanyalah runtuhnya tiga pusat kekuasaan besar secara beruntun: Wilwatikta-Trowulan yang ambruk pada 1478 M, Kediri di bawah Girindrawardhana yang tumbang dua dasawarsa kemudian, serta: Lenyapnya benteng pertahanan terakhir Patih Mahodara pada 1527 M. Di balik kronik pergantian rezim itu, tersimpan kisah lain yang jauh lebih megah dan tragis: kisah manusia-manusia yang terseret arus perubahan kekuasaan baru, Demak Bintoro. Seusai kemenangan Ranawijaya atas kubu Bhre Kertabhumi, muncul kebutuhan mendesak untuk membangun dasar legitimasi baru. Upaya itu dijalankan melalui jejaring brahmana, penetapan tanah-tanah sima yang dibebaskan dari kewajiban pajak, penguatan tradisi Buddha-Siwa, serta pembentukan identitas Keling yang berpusat di Daha. Dalam pandangan para pendukungnya, ide...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT II (Keling Daha Kediri)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Sejarah Senjakala Majapahit-Daha II. Patih Udara/Mahodara Berkuasa (1498 M) A. Krisis Demi mempertahankan kekuasaan di tengah impitan ekonomi dan bayang-bayang kehancuran, Ranawijaya memperlakukan rakyat kecil pedalaman sebagai sapi perah guna mendanai prajurit yang butuh logistik besar menghadapi kelompok pembangkang yang mulai tumbuh kembali. Pembangunan Kedaton baru beserta sistem pertahanan militer di Daha dalam waktu delapan tahun membawa kesengsaraan yang luar biasa bagi kaum tani di sepanjang aliran Sungai Brantas yang subur. Dinasti Girindrawardhana memberlakukan sistem kerja paksa, yang dikenal sebagai kerja gaga, secara militeristik demi mendirikan kompleks istana bata merah yang megah serta jaringan perbentengan baru. Di sisi lain, ribuan petani dipaksa meletakkan bajak dan cangkul mereka untuk mengangkut batu kapur dari perbukitan selatan, menebang pohon jati di belantara, serta mencetak jutaan bata merah untuk dinding pertahanan. Kesengsaraan ini kian mencekik...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT I (Brawijaya V - Trowulan)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

SENJAKALA MAJAPAHIT I (1478 M) > Senjakala Majapahit bukanlah sebuah cerita tentang kelanjutan kemaharajaan yang tenang di bawah asuhan para resi yang bijaksana. Sebaliknya, ia merupakan sebuah panggung sejarah yang rapuh, berdarah, dan diperebutkan oleh kelompok-kelompok politik yang haus akan pengakuan kekuasaan. Demi melunasi dendam masa lalu, menegakkan kehormatan keluarga, dan mengejar ego dinasti, faksi-faksi pemberontak ini tanpa sadar telah memeras keringat rakyat, merampas hak atas tanah perdikan, dan mengirim ribuan rakyat jelata (kawula) Jawa ke lubang kematian yang sia-sia. I. Senjakala Pertama Majapahit Trowulan (1478 M) A. Pemberontakan Ranawijaya (Keling-Daha) Brawijaya IV saat bertakhta sebagai Maharaja Majapahit bergelar Sri Adi Suraprabhawa Singhawikramawardhana Singhawikramawardhana terpaksa mundur ke basis pertahanan keluarganya di Kediri. Setelah terusir dari Trowulan oleh kudeta Bhre Kertabhumi (Brawijaya V) pada tahun 1468 M, Brawijaya IV menyelamat...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker
Gambar Entri
SALE-SALEAN
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Di rumah adat Batak tradisional, terdapat sebuah bagian penting yang disebut Sale-salean. Sale-salean merupakan rak atau ukiran berbentuk segi empat yang digantung di atas tungku perapian (tataring). Fungsinya sangat praktis sekaligus mencerminkan kearifan leluhur dalam memanfaatkan ruang di dalam rumah. Di tempat inilah masyarakat Batak dahulu mengeringkan ikan, daging, hasil pertanian, hingga kayu bakar. Asap dari tungku yang terus menyala membantu proses pengeringan sekaligus membuat bahan makanan lebih awet untuk disimpan. Bagi masyarakat Batak masa lalu, dapur bukan sekadar tempat memasak. Dapur adalah pusat kehidupan keluarga, tempat berkumpul, berbagi cerita, dan menjaga persediaan pangan. Sale-salean menjadi bukti bahwa arsitektur tradisional Batak dibangun berdasarkan pengalaman, kebutuhan hidup, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan budaya tidak selalu berupa benda mewah. Kadang ia hadir dalam benda sederhana yang menjadi bagian dari kehidu...

avatar
Hokker