Jukut Bejek merupakan salah satu makanan khas Bali, biasanya disajikan bersama ayam sitsit atau ayam suwir dalam nasi campur Bali. Jukut Bejek jika di terjemahkan kedalam bahasa Indonesia akan memiliki arti Sayur (jukut) Remas (bejek) nama yang agak aneh memang tapi istilah bejek atau remas ini didapat dari cara pencampuran bumbu dan kacang panjang yang diaduk dengan tangan sambil diremas-remas agar bumbunya tercampur rata.1. Jukut Bejek merupakan salah satu makanan khas Bali, biasanya disajikan bersama ayam sitsit atau ayam suwir dalam nasi campur Bali. Jukut Bejek jika di terjemahkan kedalam bahasa Indonesia akan memiliki arti Sayur (jukut) Remas (bejek) nama yang agak aneh memang tapi istilah bejek atau remas ini didapat dari cara pencampuran bumbu dan kacang panjang yang diaduk dengan tangan sambil diremas-remas agar bumbunya tercampur rata.
Bahan-Bahan :
- Kacang panjang ( kurang lebih 2 atau 3 ikat)
bunbu-bumbu
cara membuat
1. Bersihkan kacang panjang, buang bagian pangkal dan ujungnya. Bagi 2 kacang panjang (dipotong sekitar 15 sampai 20 cm).
2. Kukus atau rebus kacang panjang setengah matang, jangan sampai terlalu matang.
3. Angkat kacang panjang saat sudah matang, dinginkan sebentar kemudian suwir atau belah dua dengan tangan. sisihkan.
4. Haluskan bawang putih, bawang merah, kemiri, kencur dan kunyit.
5. Panaskan sedikit minyak goreng, tumis bumbu halus, masukkan garam dan kaldu bubuk. Tumis bumbu hingga harum.
6. Angkat bumbu, sisakan sekitar 1 sdm bumbu yang sudah ditumis dalam wajan, tambahkan air dan santan kental aduk rata, masak sebentar hingga mengental dengan menggunakan api kecil.
7. Angkat bumbu santan, sisihkan.
8. Panaskan minyak goreng, goreng sebentar cabai yang sudah diiris, tiriskan dan angkat.
9 .Goreng terasi dalam minyak bekas menggoreng cabai, angkat terasi dengan sedikit minyaknya, bisa ditaruh dalam satu wadah dengan cabai goreng
cara penyajian
1. Ambil kacang panjang yang sudah dikukus atau direbus
2. Beri 2 sdm bumbu halus, bawang goreng, cabai goreng, terasi dan daun jeruk yg sudah diiris.
3. Aduk bumbu dan kacang panjang dengan cara diremas-remas pelan.
4. Setelah tercampur beri 2 sdm bumbu santan kental, aduk lagi hingga rata.
5. Jukut bejek siap dinikmati dengan lauk lainnya. Jika suka pedas tinggal menambahkan cabai gorengnya saja.
Sumber:
http://www.sashylittlekitchen.com/2015/02/jukut-bejek-khas-bali.html
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...
Pamali: Ketika Larangan Tak Tertulis Mengatur Kehidupan Mengapa sebagian masyarakat Indonesia yang telah mengenyam pendidikan modern dan hidup di tengah kemajuan teknologi masih enggan memotong kuku di malam hari, bersiul saat senja tiba, atau menanam pohon kelapa di depan rumah? Fenomena ini bukan sekadar sisa primitivisme yang tertinggal, melainkan manifestasi dari pamali —sistem norma yang secara mengejutkan masih eksis sebagai pengatur sosial yang efektif. Pada titik tertentu, pamali menghadirkan paradoks budaya yang menarik: ia adalah "hukum" tanpa tulisan, "polisi" tanpa seragam, namun memiliki kekuatan mengikat yang seringkali lebih efektif dari peraturan tertulis. Kearifan Ekologis dalam Selubung Larangan Di tataran praktis, pamali seringkali berfungsi sebagai mekanisme pelestarian alam yang diselimuti narasi mistis. Masyarakat Sunda, misalnya, mengenal berbagai bentuk pamali yang sejatinya merupakan bentuk adaptasi terhadap lingkungan dan ekosiste...