Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Jawa Tengah Purworejo
Ikan Mas saus pedas khas Purworejo
- 21 Januari 2020 - direvisi ke 2 oleh Deni Andrian pada 21 Januari 2020

Bahan-bahan untuk 1 porsi:

  • 1 ekor ikan mas ukuran sedang
  • 500 ml air dlm baskom yang sudah digarami dan bercampur bawang
  • 1 liter minyak goreng yang masih baru
  • 2 sdm kacang polong
  • Bawang merah, bawang putih, dan bawang bombay (secukupnya)
  • 1 bj cabe merah besar dan cabe hijau besar
  • 1 bj jeruk nipis (bisa diganti dengan jeruk limun)
  • 1 buah Tomat dan Mentimun (secukup nya)
  • Irisan daun bawang (secukupnya)
  • Saus tiram dan saus cabe (secukupnya)
  • Air kanji (secukupnya)
  • 1 sdm minyak wijen

Langkah:

  1. Rendam ikan mas dalam air baskom yg sudah terbumbui tadi, lama perendaman kira kira 15 menit, agar gurihnya meresap dalam badan ikan.
  2. Sambil menunggu ikannya yang sedang direndam, mari kita potong/cincang bawang merah/ putih, bombay, cabe merah, cabe hijau, tomat dan timun tadi dengan potongan kotak2 kecil. Dan campurkan juga irisan daun bawang beserta kacang polongnya. Berikut gambar nya:
  3. Ikan Mas saus pedas khas Purworejo langkah memasak 2 foto
  4. Jika sudah selesai, maka langkah berikutnya adalah saatnya kita menggoreng ikan yg sudah direndam selama 15 menit tadi. Kita siapkan penggorengan dan minyaknya lalu panaskan, dan kita goreng ikan mas tersebut hingga matang. Jika sudah matang, kita angkat dan tiriskan.
  5. Langkah berikutnya ialah: saatnya kita untuk tumis semua potongan sayuran tadi (cabe, bawang, dll.) hingga matang. Berikut gambarnya :
  6. Ikan Mas saus pedas khas Purworejo langkah memasak 4 foto
  7. Jika aroma tumisan tadi sudah terasa harum, lalu kita tambahkan air kira2 200 ml. Jangan lupa untuk membumbuinya dengan: garam, vetsin, gula bubuk, merica, dan air perasan jeruk nipis tadi secukupnya. Tambahkan juga saus tiram, saus cabe dan minyak wijen. Kasih kecap manis secukupnya dan harus selalu diicipin kuahnya agar pas rasa gurih dan pedasnya.
  8. Jika sudah dirasa matang, kita tuangi bumbu tersebut dengan campuran air kanji, sdikit saja supaya kental kuahnya, lalu angkat dan tuang dlm mangkok.
  9. Naaah, langkah yang terahir adalah saatnya kita siapkan piring dan siapkan garnish agar tampil lebih cantik (untuk garnish bebas bahannya, sesuai selera masing2). Jika sudah, ikan mas kita taruh di piring dan kita garnish, lalu kita siramkan bumbu saus pedas tadi diatas ikan nya. Jadi inilah hasil masakan saya kemarin siang. Hehehhee..... Selamat mencoba dan menikmati resep hasil buatan saya sendiri.

sumber: https://cookpad.com/id/resep/7711266-ikan-mas-saus-pedas-khas-purworejo

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan?
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan? Identitas dan Asal-Usul Lontar Usada Bali adalah naskah klasik yang mengkategorikan diri dalam ranah pengetahuan dan praktik pengobatan tradisional (usada) di Nusantara [S1], [S3]. Naskah-naskah ini secara spesifik ditulis di atas daun lontar dengan menggunakan aksara dan bahasa Bali Kuna hingga Bali Tengahan [S1]. Kategorinya dalam sistem Warisan Budaya Takbenda Indonesia masuk dalam domain "Pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta," sejalan dengan penetapan praktik serupa seperti Pengobatan Tradisional Raksa Jasad [S2]. Asal-usul historisnya di Bali seringkali dilekatkan pada periode pengaruh Majapahit dan penyebaran agama Hindu, meskipun sayangnya, belum ada sumber dari daftar yang secara pasti mengungkap waktu dan tokoh awal penciptaan teks-teks ini. Salah satu versi mengaitkan proses kodifikasi dan pengembangan sistem pengobatan ini dengan peran Dang Hyang Nirartha, seorang tokoh...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo Identitas dan Asal-Usul Kedatuan Luwu diidentifikasi sebagai salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan, dengan jejak sejarah yang terjalin erat dengan mitologi, tradisi lisan, dan bukti arkeologis [C11]. Sejarah awal Luwu tidak terlepas dari kisah kosmologis mengenai kedatangan manusia pertama ke bumi, yang menjadi dasar pembentukan tatanan sosial dan kekuasaan di wilayah tersebut [C12]. Kedatuan ini merupakan salah satu dari tiga kerajaan Bugis pertama yang tercatat dalam epik I La Galigo , bersama dengan Wewang Nriwuk dan Tompotikka [S1]. Pendirian Kedatuan Luwu diperkirakan terjadi pada abad ke-14 [C4], dengan Tumanurung sebagai Datu Mappanjunge' ri Luwu pertama pada tahun 1300-an [C3]. Kedatuan ini berlanjut hingga sekarang [C1], meskipun tidak memiliki mata uang sendiri dan menggunakan sistem barter [C5]. Luwu bersama kerajaan-kerajaan lain diakui sebag...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Sekaten adalah Upacara Peringatan Kelahiran Nabi Muhammad SAW: Asal-usul dan sejarah serta fungsi,
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Sekaten adalah Upacara Peringatan Kelahiran Nabi Muhammad SAW: Asal-usul dan sejarah serta fungsi, makna, dan nilai budaya Identitas Ritual Sekaten adalah rangkaian upacara tahunan yang diselenggarakan oleh Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW (Maulid Nabi) [S1][S3]. Ritual ini berlangsung selama delapan hari, dimulai pada tanggal 5 Rabi'ul Awal (Mulud dalam kalender Jawa) dan berakhir pada tanggal 12 Rabi'ul Awal dengan upacara penutup bernama Garebeg Mulud [S3]. Nama "Sekaten" sendiri berasal dari adaptasi istilah Arab syahadatain , yang merujuk pada dua persaksian (syahadat) dalam Islam [S1]. Komunitas pelaksana Sekaten adalah institusi keraton sebagai pusat ritual, dengan melibatkan masyarakat luas dalam prosesi dan perayaan [S2]. Lokasi utama penyelenggaraan adalah Yogyakarta, meskipun tradisi serupa juga dilaksanakan di Surakarta [S1]. Upacara ini bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan laku budaya-religius...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Tenun NTT: Simbol Status, Identitas, dan Kisah Leluhur
Motif Kain Motif Kain
Nusa Tenggara Timur

Tenun NTT: Simbol Status, Identitas, dan Kisah Leluhur Identitas dan Asal-Usul Tradisi tenun yang paling populer di Indonesia merujuk pada Tenun Ikat , khususnya varian yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Popularitas ini tidak terlepas dari keunikan teknik, motif, dan makna filosofisnya yang kuat dalam budaya masyarakat setempat [S1]. Tenun ikat di NTT merupakan warisan budaya yang bertahan hingga kini, diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian integral dari identitas komunitas [S2]. Secara geografis, sentra tenun ikat NTT tersebar di berbagai pulau, dengan Pulau Sumba dikenal sebagai salah satu pusat tradisi ini yang paling kuat. Di Sumba, pembuatan kain tenun ikat tradisional masih lestari, dengan kampung-kampung seperti Kanatang dan desa-desa di wilayah Sumba Timur menjadi lokasi perajin aktif [S3]. Proses pembuatannya sangat mengikat dengan sejarah dan kehidupan masyarakat, di mana kain tenun bukan sekadar produk ekonomi tetapi juga warisan leluhur yang...

avatar
Kianasarayu