Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Khas Sumatera Utara Tapanuli Selatan
Ikan Mas Holat Padang Bolak
- 1 Oktober 2019 - direvisi ke 5 oleh M Hasan pada 1 Oktober 2019

Holat adalah makanan khas dari Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (dulunya bagian dari Kabupaten Tapanuli Selatan), Provinsi Sumatera Utara[1]. Penyebaran makanan ini cukup luas merambah ke daerah-daerah di sekitarnya, diantaranya Padangsidimpuan, Labuhan Batu, Mandailing Natal, dan Medan. Konon Holat merupakan makanan yang dibuat secara khusus bagi para raja di Tapanuli Selatan. Yang menjadi bahan utama dalam masakan ini adalah ikan mas yang sudah dibakar terlebih dahulu. Adapun ciri khas dari masakan ini adalah kulit batang balakka yang dijadikan bumbu utama dipadu dengan tambahan tepung beras yang disangrai terlebih dahulu dan juga pakkat.

Seputar Batang Balakka dan Pakkat.

Batang Balakka atau dalam Bahasa Indonesia adalah Kayu Balakka merupakan kayu dari tumbuhan yang hanya tumbuh di daerah Tapanuli Selatan. Tumbuhan yang bernama latin Phyllantus embica L ini banyak dijadikan sebagai obat.

Pakkat merupakan pucuk rotan muda yang telah dibakar. Pakkat biasanya disajikan sebagai pendamping holat, bisa disebut sebagai lalapan. Pakkat sangat melimpah saat bulan Ramadan, sudah menjadi suatu kebiasaan ketika Ramadan banyak yang ingin mengonsumsi pakkat ini sebagai lalapan saat buka puasa[2]. Hal ini ditandai banyaknya penjual pakkat di bulam Ramadan.

Holat sekilas tampak seperti sup, tetapi kuah holat terasa lebih kelat. Sesuai dengan namanya Holat yang berarti kelat[3].

Bahan yang diperlukan untuk membuat holat antara lain :

  • Ikan mas segar yang sudah dibakar
  • Batang balakka (yang berkulit tebal)
  • Garam secukupnya
  • Jahe secukupnya
  • Jeruk nipis secukupnya
  • Beras
  • Bawang merah
  • Cabai rawit
  • Pakkat

Cara membuat :

  • Batang Balakka memiliki kulit, terlebih dahulu pisahkan kulit balakka dari batangnya.
  • Bersihkan permukaan luar kulit batang balakka kemudian kulit balakka diserut.
  • Iris bawang merah dan jahe, campurkan dengan serutan kulit balakka hingga merata.
  • Siapkan tungku tanah liat, sangrai beras dengan tungku hingga harum
  • Beras yang telah disangrai hingga harum ditumbuk sampai halus.
  • Saring beras yang telah ditumbuk dan hasil saringan dicampurkan dengan serutan balakka.
  • Tambahkan garam sesuai secukupnya, masukkan air mendidih kedalam adonan tanpa direbus. Aduk hingga merata.
  • Setelah semua tercampur merata, masukkan ikan mas yang telah dibakar dan diamkan hingga dingin.
  • Untuk pelengkap dalam menyantap holat, siapakan potongan jeruk nipis, cabai rawit yang telah dihaluskan, kecap manis dan asin, beserta pakkat.
  • Makanan siap disantap.

Referensi

  1. https://travel.kompas.com/read/2017/05/08/101600627/holat.di.rantau.prapat. Diakses pada 1 Oktober 2019
  2. https://m.tribunnews.com/travel/2015/06/19/pakkat-pucuk-rotan-yang-jadi-menu-lalapan-khas-orang-mandailing. Diakses pada 1 Oktober 2019
  3. https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbaceh/holat-ikan-panggang-berkuah-dari-padang-bolak/. Diakses pada 1 Oktober 2019

SBITB-K7-M Hasan Faadillah

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Candi Miri: Peninggalan Arsitektur Hindu Kerajaan Mataram Kuno
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Candi Miri: Peninggalan Arsitektur Hindu Kerajaan Mataram Kuno Candi Miri merupakan salah satu situs candi Hindu yang menjadi bagian dari warisan arsitektur religius Kerajaan Mataram Kuno di Pulau Jawa. Keberadaannya di wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menunjukkan penyebaran pusat-pusat keagamaan yang strategis pada periode klasik Jawa. Sebagai candi Hindu, Candi Miri mencerminkan adaptasi tradisi arsitektur India yang dikembangkan dengan karakteristik lokal Jawa Kuno, berdiri sebagai saksi bisu kejayaan peradaban Hindu-Buddha di Nusantara. Sejarah & Latar Belakang Candi Miri didentifikasi sebagai peninggalan Kerajaan Mataram Kuno (Sumber 4). Letaknya berada di wilayah administratif Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, yang merupakan salah satu kawasan terpenting dalam sejarah peradaban Jawa klasik. Terdapat variasi dalam pencatatan lokasi spesifik candi ini. Beberapa sumber merujuk lokasi Candi Miri di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo (Sumber 1, Sumber 2, Sumber...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Babi Panggang Karo: Simfoni Rasa dari Tanah Batak
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Babi Panggang Karo: Simfoni Rasa dari Tanah Batak Di tengah kekayaan kuliner Indonesia yang tak terhingga, Babi Panggang Karo (sering disingkat BPK) muncul sebagai sebuah mahakarya rasa yang menghadirkan jejak budaya dan tradisi dari tanah Sumatera Utara. Lebih dari sekadar hidangan, BPK adalah manifestasi dari identitas masyarakat Karo, sebuah sajian yang kaya akan aroma, rempah, dan cerita. Mengapa BPK begitu istimewa, dan bagaimana ia menjadi simbol kebanggaan kuliner bagi suku Karo? Mari kita telusuri keunikan dan daya pikatnya. ## Andaliman: Jantung Rasa BPK Rahasia di balik kelezatan BPK terletak pada penggunaan rempah-rempah khas, dan yang paling menonjol adalah andaliman. Dikenal juga sebagai "merica Batak" atau "sichuan pepper"-nya Indonesia, andaliman memberikan sensasi rasa yang unik dan tak tertandingi: pedas, sedikit asam, dan yang paling khas adalah efek kebas atau "getar" di lidah (Sumber 2). Rasa yang identik dan aroma yang kuat dari andal...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Batik Kamoro: Mengenal Keindahan Seni Batik dari Papua Batik Kamoro merupakan salah satu jenis
Motif Kain Motif Kain
Papua

Batik Kamoro: Mengenal Keindahan Seni Batik dari Papua Batik Kamoro merupakan salah satu jenis batik khas Papua yang dikenal dengan corak unik dan makna mendalam. Berbeda dengan batik dari daerah lain di Indonesia, batik Papua, termasuk Kamoro, memiliki ciri khas motif yang terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya suku asli di sana (Sumber 1, Sumber 3). Batik ini secara spesifik menampilkan corak khas Timika, yang terinspirasi dari suku Kamoro dan keindahan alam sekitarnya (Sumber 1). Batik Kamoro tidak hanya sekadar kain bermotif, tetapi juga merupakan representasi semangat dan keberanian penduduk asli Papua (Sumber 2). Simbol-simbol yang terkandung di dalamnya merefleksikan kehidupan masyarakat adat, menjadikannya salah satu warisan budaya yang patut dilestarikan. ## Motif dan Makna Batik Kamoro Motif utama batik Kamoro sangat khas dan mudah dikenali. Corak yang sering ditemukan pada batik ini meliputi: ### Simbol Patung Salah satu motif yang paling menonjol pada batik Kamoro adal...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Dendam Rajo sang Manusia Harimau Putih
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

Karya: Mahlil Azmi Di sebuah perkampungan kecil bernama Desa Pucok Krueng, di Aceh bagian barat selatan, hiduplah sebuah keluarga kecil yang damai dan bahagia. Mereka berjumlah empat orang: sang ayah bernama Uda Bintang Puteh berumur 40 tahun, ibu Nyak Bulan berumur 30 tahun, anak pertama Rajo Puteh berumur 10 tahun, dan adik perempuannya bernama Nyak Puteh yang berumur 5 tahun.Kedua orang tua mereka adalah petani dan pekebun pala. Sementara itu, Rajo adalah anak yang nakal dan sering berkelahi dengan teman-temannya hingga meresahkan orang tuanya. Walaupun begitu, ia sangat menyayangi keluarganya, terutama adiknya. Nyak Puteh adalah anak yang ceria, patuh, rajin mengaji, dan suka membantu orang tua mencuci piring. Setiap menjelang pagi, ayah dan ibu berpamitan untuk bekerja di ladang memetik buah pala, dan terkadang menjadi buruh tani di sawah milik saudagar kampung. Walaupun upah yang mereka dapatkan sedikit, mereka tetap bersyukur.Beberapa tahun kemudian, saat Rajo berumur 17 tahun,...

avatar
Mahlil Azmi
Gambar Entri
Candi Miri: Peninggalan Sejarah di Yogyakarta
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Candi Miri: Peninggalan Sejarah di Yogyakarta Sejarah & Latar Belakang Candi Miri adalah salah satu candi Hindu yang terletak di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Diperkirakan dibangun pada abad ke-9, Candi Miri merupakan bagian dari warisan budaya Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini berdiri tidak jauh dari beberapa candi lain yang juga bersejarah, seperti Candi Banyunibo dan Candi Barong, menjadikannya sebagai bagian penting dari kompleks candi yang memiliki nilai arkeologis yang tinggi (Sumber 2, 4, 14). Candi Miri, yang terletak di bukit karst dengan ketinggian sekitar 300 meter, menjadi lokasi yang strategis untuk aktivitas keagamaan dan pemujaan. Meskipun saat ini kondisinya mengalami kerusakan dan belum dilakukan pemugaran, keberadaannya tetap menarik perhatian para peneliti dan wisatawan yang ingin menyelami sejarah kekayaan budaya Indonesia (Sumber 1, 8, 14). Karakteristik Arsitektur Candi Miri memiliki...

avatar
Kianasarayu