Makanan Minuman
Makanan Minuman
Minuman Tradisional Khas Betawi DKI Jakarta Jakarta
Es Selendang Mayang, Minuman Cantik yang Menyegarkan
- 4 Mei 2023 - direvisi ke 4 oleh Haha_azharani_21 pada 4 Mei 2023

Es Selendang Mayang merupakan jenis minuman tradisional dari masyarakat Betawi, suku asli Jakarta. Terbuat dari tepung sagu aren yang berbentuk puding kemudian disiram gula merah yang sudah dicarikan dan santan kelapa memberikan cita rasa khas yang manis, lembut dan gurih sangat cocok untuk dinikmati saat cuaca panas.

Nama selendang mayang berasal dari cerita rakyat Si Jampang Mayang Sari. Budayawan Betawi, Yahya Andi Saputra yang penulis dapatkan dari sumberbudayabetawi.com mengatakan bahwa nama es selendang mayang berasal dari “selendang” dan “mayang”. Selendang mengarah pada bentuk lapisan puding yang terlihat seperti selendang penari dengan tiga lapisan berwarna hijau, putih dan merah. Sedangkan kata mayang dimaknai dengan perempuan bernama Mayang yang indah dan cantik.

Kehadiran selendang mayang sudah ada sejak tahun 1940-an dan diwariskan secara turun-temurun. Es selendang mayang sendiri berasal dari proses akulturasi budaya karena warna-warna dari lapisan puding selendang mayang yang memiliki makna tersendiri. Warna merah misalnya yang berada di lapisan paling atas puding berhubungan dengan kepercayaan Tiongkok. Warna kuning yang merupakan warna khas masyarakat Melayu dan warna hijau yang dipandang sebagai warga masyarakat Arab.

Kudapan manis dan menyegarkan ini dapat dinikmati oleh berbagai kalangan masyarakat. Abah Mamat, seorang pedagang Es Selendang Mayang yang penulis temui di lingkungan Kota Tua, Jakarta Pusat, pada 29 April 2023 mengatakan banyak orang Cina yang juga menggemari jenis minuman ini karena rasanya yang manis dan tekstur puding selendang mayang yang lembut dengan siraman santan kelapa yang gurih. Zaman dahulu juga para kolonial Belanda gemar menikmati jenis minuman dengan cita rasa yang khas.

Es Selendang Mayang kerap kali ditemukan di acara pernikahan orang Betawi bahkan dapat disajikan sebagai sajian santai ketika berkumpul silaturahmi. Minuman ini juga dapat ditemukan di pinggir jalanan kota atau pedagang yang berjualan berkeliling dengan memikul dua baku. Sayangnya saat ini penjual Selendang mayang tidak mudah untuk dijumpai dan terkadang mereka menjajakan minuman ini di tempat-tempat yang ramai orang seperti pasar besar tradisional atau tempat wisata. Harga Es Selendang Mayang juga cukup terjangkau berkisar lima ribu rupiah (Rp5.000) sampai sepuluh ribu rupiah (Rp10.000)

Cara membuat minuman ini juga cukup mudah. Bahan-bahan yang diperlukan yaitu:

Bahan Selendang Mayang:

  • 100 gr tepung sagu aren atau tepung tapioka
  • 100 gr tepung Hun Kwe (tepung pati kacang hijau)
  • 125gr gula pasir
  • ¼ sdt garam
  • 3 lembar daun pandan atau 1 sachet vanili bubuk
  • 1ltr air

Bahan Saus Santan:

  • 1 liter santan kelapa atau 2 sachet santan instan @65ml
  • ½ sdt garam
  • 2 sdm tepung maizena
  • 3 lembar daun pandan

Bahan saus Gula Merah:

  • 200 gr gula merah
  • 4 sdm gula pasir
  • 1 sdm tepung maizena
  • 3 lembar daun pandan
  • 250 ml air

Cara pembuatan:

  1. Campurkan tepung tapioka, tepung Hunkwe, gula pasir, garam, lalu tambah air sedikit demi sedikit sambil diaduk rata.
  2. Siapkan loyang 24 x 11 cm yang dialasi plastik dan diolesi minyak goreng. Sisihkan.
  3. Bagi menjadi tiga bagian adonan. Beri pewarna merah, hijau dan putih.
  4. Jerang di api sedang masing-masing warna. Pertama warna hijau dan daun pandan/vanili, aduk terus sampai adonan menjadi bening seperti lem (sebelum menjadi lem tarik daun pandannya agar tdk susah memisahkannya atau bisa diganti vanili bubuk). Masukkan ke dalam loyang ratakan. Ulangi cara yang sama di lapisan selanjutnya dengan warna putih dan lapisan paling atas warna merah.
  5. Membuat saus santan: campur air santan, tepung maizena, daun pandan, garam, lalu aduk rata. Kemudian jerang di api sedang. Aduk terus agar santan tidak pecah sampai mendidih.
  6. Membuat saus gula merah: campur semua bahan gula merah, gula pasir, tepung maizena, daun pandan dan air. Aduk rata. Kemudian jerang di api sedang sampai mendidih. Saring.
  7. Penyajian Es Selendang Mayang: potong selendang mayang sesuai selera tambahkan saus gula merah dan saus santan serta batu es.
  8. Sajikan.

Referensi: Dokumentasi pribadi, Wawancara dengan penjual Es Selendang Mayang Abah Mamat, website berita dan jurnal, dan majalah "Majalah MediaJaya Terbitan 2018"

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
PELARIAN MAJAPAHIT DI PACITAN
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

GELOMBANG EKSODUS I. Pelarian Di Pacitan Ketika panji-panji emas Majapahit tercabik oleh perang perebutan warisan dinasti, sejarah arus utama seolah menoleh ke arah lain. Yang tercatat kemudian hanyalah runtuhnya tiga pusat kekuasaan besar secara beruntun: Wilwatikta-Trowulan yang ambruk pada 1478 M, Kediri di bawah Girindrawardhana yang tumbang dua dasawarsa kemudian, serta: Lenyapnya benteng pertahanan terakhir Patih Mahodara pada 1527 M. Di balik kronik pergantian rezim itu, tersimpan kisah lain yang jauh lebih megah dan tragis: kisah manusia-manusia yang terseret arus perubahan kekuasaan baru, Demak Bintoro. Seusai kemenangan Ranawijaya atas kubu Bhre Kertabhumi, muncul kebutuhan mendesak untuk membangun dasar legitimasi baru. Upaya itu dijalankan melalui jejaring brahmana, penetapan tanah-tanah sima yang dibebaskan dari kewajiban pajak, penguatan tradisi Buddha-Siwa, serta pembentukan identitas Keling yang berpusat di Daha. Dalam pandangan para pendukungnya, ide...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT II (Keling Daha Kediri)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Sejarah Senjakala Majapahit-Daha II. Patih Udara/Mahodara Berkuasa (1498 M) A. Krisis Demi mempertahankan kekuasaan di tengah impitan ekonomi dan bayang-bayang kehancuran, Ranawijaya memperlakukan rakyat kecil pedalaman sebagai sapi perah guna mendanai prajurit yang butuh logistik besar menghadapi kelompok pembangkang yang mulai tumbuh kembali. Pembangunan Kedaton baru beserta sistem pertahanan militer di Daha dalam waktu delapan tahun membawa kesengsaraan yang luar biasa bagi kaum tani di sepanjang aliran Sungai Brantas yang subur. Dinasti Girindrawardhana memberlakukan sistem kerja paksa, yang dikenal sebagai kerja gaga, secara militeristik demi mendirikan kompleks istana bata merah yang megah serta jaringan perbentengan baru. Di sisi lain, ribuan petani dipaksa meletakkan bajak dan cangkul mereka untuk mengangkut batu kapur dari perbukitan selatan, menebang pohon jati di belantara, serta mencetak jutaan bata merah untuk dinding pertahanan. Kesengsaraan ini kian mencekik...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT I (Brawijaya V - Trowulan)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

SENJAKALA MAJAPAHIT I (1478 M) > Senjakala Majapahit bukanlah sebuah cerita tentang kelanjutan kemaharajaan yang tenang di bawah asuhan para resi yang bijaksana. Sebaliknya, ia merupakan sebuah panggung sejarah yang rapuh, berdarah, dan diperebutkan oleh kelompok-kelompok politik yang haus akan pengakuan kekuasaan. Demi melunasi dendam masa lalu, menegakkan kehormatan keluarga, dan mengejar ego dinasti, faksi-faksi pemberontak ini tanpa sadar telah memeras keringat rakyat, merampas hak atas tanah perdikan, dan mengirim ribuan rakyat jelata (kawula) Jawa ke lubang kematian yang sia-sia. I. Senjakala Pertama Majapahit Trowulan (1478 M) A. Pemberontakan Ranawijaya (Keling-Daha) Brawijaya IV saat bertakhta sebagai Maharaja Majapahit bergelar Sri Adi Suraprabhawa Singhawikramawardhana Singhawikramawardhana terpaksa mundur ke basis pertahanan keluarganya di Kediri. Setelah terusir dari Trowulan oleh kudeta Bhre Kertabhumi (Brawijaya V) pada tahun 1468 M, Brawijaya IV menyelamat...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker
Gambar Entri
SALE-SALEAN
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Di rumah adat Batak tradisional, terdapat sebuah bagian penting yang disebut Sale-salean. Sale-salean merupakan rak atau ukiran berbentuk segi empat yang digantung di atas tungku perapian (tataring). Fungsinya sangat praktis sekaligus mencerminkan kearifan leluhur dalam memanfaatkan ruang di dalam rumah. Di tempat inilah masyarakat Batak dahulu mengeringkan ikan, daging, hasil pertanian, hingga kayu bakar. Asap dari tungku yang terus menyala membantu proses pengeringan sekaligus membuat bahan makanan lebih awet untuk disimpan. Bagi masyarakat Batak masa lalu, dapur bukan sekadar tempat memasak. Dapur adalah pusat kehidupan keluarga, tempat berkumpul, berbagi cerita, dan menjaga persediaan pangan. Sale-salean menjadi bukti bahwa arsitektur tradisional Batak dibangun berdasarkan pengalaman, kebutuhan hidup, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan budaya tidak selalu berupa benda mewah. Kadang ia hadir dalam benda sederhana yang menjadi bagian dari kehidu...

avatar
Hokker