Makanan Minuman
Makanan Minuman
Pengetahuan Tradisional Jawa Barat Garut
Cimol Bojot khas Garut
- 29 Maret 2021 - direvisi ke 3 oleh Zahrafahirai pada 1 April 2021

Cimol bojot merupakan warisan budaya takbenda yang termasuk kategori pengetahuan tradisional (UU no 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Budaya). Cimol bojot diketahui berasal dari kampong Bojot, Kecamatan Karangpawitan Garut. Tidak diketahui siapa pembuat pertama kali. Hanya saja warisan resep turun temurun masyarakat Garut khususnya warga kampung Bojot (Nurani 2020). Tekstur cimol bojot lebih padat dan sedikit keras. Bumbu cimol bojot yang membedakan dengan cimol Bandung. Cimol bojot diberi bumbu minyak bawang dan bawang goreng sehingga memiliki rasa yang gurih. Proses pembuatan cimol bojot sebagai berikut (Sahlah 2021):

a) Bahan cimol:

  • 100 gram tepung kanji
  • 30 gram tepung terigu
  • ½ sdt garam
  • 2 siung bawang putih
  • 100 ml air panas
  • ½ sdt kaldu bubuk
  • Minyak goreng untuk menggoreng

b) Bahan bumbu:

  • 5 siung bawang putih

  • 1 ½ sdm cabe bubuk

  • ½ sdt kaldu bubuk

  • 5 sdm minyak goreng

    c) Cara pembuatan cimol:

  • Campurkan 100 gram tepung kanji/tapioca, terigu, garam dan kaldu bubuk

  • Potong bawang putih sebagai campuran air ketika mendidih

  • Tuangkan air mendidik dan 2 siung bawang putih kedalam campuran adonan Aduk sampai rata.

  • Tunggu adonan hingga sedikit mendingin. Lalu uleni sembari ditaburi sisa tepung kanji sampai adonan dapat dibentuk dan lembut.

  • Oles tangan dengan minyak. Kemudian cetak adonan tersebut menggunakan bantuan sendok supaya membentuk bulat.

  • Setelah dibentuk bulat, panaskan wajan penggorengan. Goreng adonan cimol tersebut menggunakan api kecil.

  • Goreng setengah matang, tidak perlu menunggu hingga mengembang.

  • Matikan api. Angkat dan tiriskan cimol tersebut. d) Cara pembuatan bumbu bawang:

  • Potong tipis 5 siung bawang putih

  • Kemudian goring hingga kecokelatan.

  • Jika sudah berwarna kecokletana. Campurkan bawang goreng dengan 5 sdm minyak.

  • Tambahkan minyak bawang dengan cimol yang sudah digoreng.

  • Cimol bojot khas Garut siap dihidangkan

Referensi: Nurani, Elga. Cimol Bojot Jebew, Camilan Viral di Cianjur yang Wajib Kamu Coba! November 19, 2020. https://cianjurtoday.com/cimol-bojot-jebew-camilan-viral-di-cianjur-yang-wajib-kamu-coba/ (accessed Maret 29, 2021). Sahlah, Liska Ummu. Cookpad. Maret 22, 2021. https://cookpad.com/id/resep/14767872-cimol-bojot?via=search&search_term=cimol%20bojot (accessed Maret 29, 2021).

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker