Bahan-bahan 4 porsi Bunga durian 1/4kg Tahu sutra 1potong (boleh diganti tahu yang lain atau ayam) Bumbu-bumbu: 3 siung bawang putih 4 siung bawang merah secukupnya Cabai rawit secukupnya Gula, garam, penyedap rasa Minyak untuk menumis & menggoreng Langkah 15menit Buang putik sari dari bunga durian, agar tidak sepet Rebus Bunga durian kurang lebih 6 menit, agar bau langunya hilang, sisihkan...
Alkisah, di sebuah dusun di daerah Sulawesi Tenggara, hiduplah seorang anak laki-laki yatim bernama La Moelu yang masih berusia belasan tahun. Ibunya meninggal dunia sejak ia masih bayi. Kini, ia tinggal bersama ayahnya yang sudah sangat tua dan tidak mampu lagi mencari nafkah. Jangankan bekerja, berjalan pun harus dibantu dengan sebuah tongkat. Untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, La Moelu-lah yang harus bekerja keras. Karena masih anak-anak, satu-satunya pekerjaan yang dapat dilakukannya adalah memancing ikan di sungai yang terletak tidak jauh dari tempat tinggalnya. Pada suatu hari, La Moelu pergi memancing ikan di sungai. Hari itu, ia membawa umpan dari cacing tanah yang cukup banyak dengan harapan dapat memperoleh ikan yang banyak pula. Saat ia tiba di tepi sungai itu, tampaklah kawanan ikan muncul di permukaan air. Ia pun semakin tidak sabar ingin segera menangkap ikan-ikan tersebut. Dengan penuh semangat, ia segera memasang umpan pada mata kailnya lalu melemparka...
Tari Moida-ida Tari Moida-ida adalah tarian daerah yang berasal dari daerah Sulawesi Tenggara. Tarian ini diiringi dengan nyanyian dan alat musik tradisional , sementara sekelompok orang berkumpul membentuk lingkaran dan masing-masing berpegangan pada seutas tali sehingga membentuk cincin. Penampakan cincin sangat jelas dilihat oleh penonton jika dari atas. Tidak tahu pasti apa maksud dari cerita cincin pada tarian ini. Mungkin maksudnya adalah seorang pria yang hendak melamar wanita dengan mahar cincin. https://www.silontong.com/2018/10/10/tarian-tradisional-daerah-sulawesi-tenggara-gambar/
Tari Dinggu Tari Dinggu adalah tarian adat tradisional dari daerah Sulawesi Tenggara yang merupakan tarian tradisional rakyat yang menggambarkan sifat kegotongroyongan masyarakat Tolaki. Gotong royong dilakukan masyarakat ketika saat musim panen padi tiba. Pada umumnya, tarian ini biasanya ditampilkan oleh penari laki-laki dan wanita dengan mengenakan busana petani pada zaman dahulu. S ejarah menyatakan bahwa tarian ini berawal dari kebiasaan masyarakat Tolaki yang melakukan panen padi dengan cara bergotong-royong, mulai dari memetik padi hingga membawa hasil panenan padi sampai di rumah. Setelah panen selesai dan terkumpul semua, diadakan sebuah acara modinggu, yaitu bersama-sama menumbuk padi hasil panen yang dilakukan oleh muda-mudi. https://www.silontong.com/2018/10/10/tarian-tradisional-daerah-sulawesi-tenggara-gambar/
Rumah Adat Banua Tada Rumah adat Banua Tana memang berbentuk rumah panggung dengan bahan material utamanya ialah kayu tanpa menggunakan paku. Banua Tada terdiri dari dua kata, yakni Banua yang memiliki arti rumah dan Tada yang berarti siku. Secara harfiah, Banua Tada ialah rumah siku. Sebagai salah satu peninggalan dari kesultanan Buton, rumah adat Kamali atau Malige ini yang begitu dikenal sebagai Rumah Adat Sulawesi Tenggara. Di Malige sendiri terdapat juga banyak simbol-simbol dan hiasan yang banyak dipengaruhi oleh adanya konsep dan ajaran tasawuf. Simbol dan juga hiasan tersebut ialah melambangkan nilai-nilai budaya, kearifan lokal dan juga cerita dari peradaban kesultanan Buton di masa lampau. Berdasarkan peruntukannya sendiri, rumah adat Banua Tada ini terbagi dalam 3 jenis, yakni Kamali atau malige, yang adalah sebuah rum ah atau istana tempat tinggal bagi raja berserta keluarganya, Banua tada tare pata pale, ialah rumah siku bertiang empat t...
Gambus Gambus merupakan alat musik petik tradisional yang seperti mandolin yang berasal dari Sulawesi Tenggara. Meiliki senar yang hanya tiga senar paling banyak. Sebenarnya, alat musik ini asalnya dari daerah Timur Tengah. Berdasarkan sejarah , awal masuknya alat musik Gambus ini ke tanah air sebenarnya karena pengaruh dari penyebaran agama Islam di beberapa daerah di Indonesia termasuk di Sulawesi Tenggara ini. Sesuai perkembangan zaman, alat musik Gambus ini pada akhirnya juga digunakan untuk melantunkan lagu-lagu tidak hanya berbahasa Arab seperti aslinya, namun juga berbahasa Melayu. https://www.silontong.com/2018/10/18/alat-musik-tradisional-sulawesi-tenggara/
Dimba Nggowuna (Gendang Bambu) Dimba Nggowuna adalah alat musik tradisional yang berasal dari Sulawesi Tenggara dan terbuat dari bambu juga rotan. Pada zaman dahulu, alat musik ini dimainkan oleh para kaum wanita disaat mereka bekerja dirumah menenun kain. Tujuannya dari dimainkannya alat musik ini hanyalah sebagai sarana hiburan agar tidak terlalu jenuh. Alat musik ini diyakini sudah ada sejak zaman Neolitikum, dengan ukurannya yang berkisar 40 – 45 cm. Dimba Nggowana merupakan perwujudan dari seni musik leluhur yang mempunyai bunyi khas dari setiap petikannya. Kemajuan zaman mengakibatkan alat musik suku Tolaki mulai perlahan ditinggalkan masyarakat. https://www.silontong.com/2018/10/18/alat-musik-tradisional-sulawesi-tenggara/
Kanda Wuta Alat musik tradisional yang bernama Kanda Wuta ini dibuat dari kayu, tanah liat, rotan dan pelepah sagu. Berasal dari Sulawesi Tenggara, alat musik ini dimainkan selama tiga malam berturut-turut. a. Malam pertama terbit empas bulan di langit (Melamba); b. Malam kedua terbit lima belas bulan di langit (Mata Omehe); c. Malam ketiga terbit enam belas bulan di langit (Tombara Omehe). Alat musik ini untuk mengiringi khusus tarian daerah Sulawesi Tenggara Lulo Ngganda setelah panen. https://www.silontong.com/2018/10/18/alat-musik-tradisional-sulawesi-tenggara/
Kecapi Alat musik Kecapi merupakan salah satu musik instrument tradisional daerah Sulawesi Tenggara. Bentuk dari alat musik Kecapi menyerupai bentuk perahu dan terdiri dari dua senar. Bahan untuk membuat Kecapi yaitu ayu dan senar. Fungsi dari alat musik Kecapi dimainkan untuk mengiringi tarian dan lagu-lagu daerah. https://www.silontong.com/2018/10/18/alat-musik-tradisional-sulawesi-tenggara/