Tor-Tor Tongkat Panaluan Tari tongkat Panaluan adalah sebuah tongkat yang bersifat magis dan terbuat dari kayu yang telah diukir dengan gambar kepala manusia dan binatang, panjang tongkat tersebut diperkirakan lebih kurang 2 (dua ) meter sedangkan tebalnya / besarnya kira – kira 5-6 cm.. Dalam suku batak tongkat panaluan dipakai oleh para datu dalam upacara ritus, dan tongkat ini dipakai para datu (dukun) dengan tarian tortor yang diiringi gondang (gendang) sabangunan. Konon menurut sejarah suku batak bahwa Tunggal Panaluan ini merupakan fakta sejarah yang memiliki kisah hubungan terlarang, pada dahulu kala ada seorang raja yang tinggal di desa Sidogor dogor Pangururan di pulau Samosir di teluk perpisahan antara darat dan air, Raja ini bernama Guru Hatiabulan dengan memiliki seorang istri bernama Nan Sindak Panaluan. https://www.silontong.com/2018/08/26/tarian-adat-daerah-sumatera-utara/
Tarian Tor-Tor Sigale-Gale Sigale-gale merupakan pertunjukan kesenian dari daerah Tapanuli Utara. Sigale-gale adalah nama sebuah patung yang terbuat dari kayu yang berfungsi sebagai pengganti anak raja Samosir yang telah meninggal. Untuk menghibur raja maka dibuatlah patung kayu yang di beri nama Sigale-Gale dan di gerakkan oleh manusia. https://www.silontong.com/2018/08/26/tarian-adat-daerah-sumatera-utara/
Tari Manduda Tarian Manduda ini berasal dari daerah Simalungun, menggambarkan kehidupan petani yang sedang turun kesawah dengan suasana gembira, mulai menanam padi hingga sampai kepada suasana menuai padi. Gerak memotong padi, mengirik dan menampis padi tergambar melaui motif-motif gerakannya yang lemah gemulai dan lincah. https://www.silontong.com/2018/08/26/tarian-adat-daerah-sumatera-utara/
Tarian Balanse Madam Sejarah keberadaan Tari Balanse Madam tidak terlepas dari kehadiran bangsa Portugis di pantai barat pulau Sumatera pada abad ke enam belas. Kedatangan bangsa Portugis ke Kota Padang telah membawa dampak terhadap tumbuhnya kesenian di Padang waktu itu, diantaranya tari Balanse Madam dan Musik Gamad. Tari Balanse Madam sebuah tari tradisional yang terdapat di Seberang Palinggam Kota Padang, yang menjadi milik dan warisan budaya masyarakat Suku Nias Kota Padang. Tari Balanse Madam merupakan sebuah kesenian tari yang berupa peninggalan budaya lama yang telah ditransmisikan secara turun temurun dalam masyarakat suku Nias di Seberang Palinggam. https://www.silontong.com/2018/08/26/tarian-adat-daerah-sumatera-utara/
Tari Elang Tarian elang juga merupakan tarian yang biasa digunakan untuk penyambutan tamu agung yang dilakukan secara adat. Tarian ini biasanya dibawakan oleh gadis-gadis Nias yang melakukan gerakan layaknya burung Elang. https://www.silontong.com/2018/08/26/tarian-adat-daerah-sumatera-utara/
Phakpak Sumatera Utara Tarian yang ini menggambarkan kehidupan burung, terbang kesana kemari mencari makan dan bersendau gurau dengan kawan-kawanya. Tari ini berasal dari Phakpak, Dairi, Sumatera Utara. https://www.silontong.com/2018/08/26/tarian-adat-daerah-sumatera-utara/
1. Anak-anak sarune, terbuat dari daun kelapa dan embulu-embulu (pipa kecil) diameter 1 mm dan panjang 3-4 mm. Daun kelapa dipilih yang sudah tua dan kering. Daun dibentuk triangel sebanyak dua lembar. Salah satu sudut dari kedua lembaran daun yang dibentuk diikatkan pada embulu-embulu, dengan posisi kedua sudut daun tersebut, 2.Tongkeh sarune, bagian ini berguna untuk menghubungkan anak-anak sarune. Biasanya dibuat dari timah, panjangnya sama dengan jarak antara satu lobang nada dengan nada yang lain pada lobang sarune, 3. ampang-ampang sarune, bagian ini ditempatkan pada embulu-embulu sarune yang berguna untuk penampung bibir pada saat meniup sarune. Bentuknya melingkar dnegan diameter 3 cm dan ketebalan 2 mm. Dibuat dari bahan tulang (hewan), tempurung, atau perak, 4. batang sarune, bagian ini adalah tempat lobang nada sarune, bentuknya konis baik bagian dalam maupun luar. Sarune mempunyai delapan buah lobang nada. Tujuh di sisi atas dan satu di belakang. Jarak lobang 1 ke...
Okir Beraspati Okir Beraspati Sumber : Arsip Batak Pakpak Ukiran ini menggambarkan sepasang cicak yang disebut tendi sapo. Ornamen ini dianggap sebagai pelindung dan lambang tendi (roh) yang akan melindung si penghuni rumah baik lahir maupun bathin. Hiasan ini juga melambangkan dewa penguasa tanah sebagai lambang kesuburan, disebut juga Beraspati Tanoh. Sumber : https://bataksiana.blogspot.com/2017/07/jenis-jenis-gerga-ornamen-suku-pakpak.html
Gerga Nengger Gerga Nengger Sumber : Arsip Batak Pakpak Ornamen ini disebut juga dengan Nipermunung, melambangkan kedudukan raja, pertaki (penguasa) seorang bangsawan yang bermarga asli di daerah tempat dia berdomisili. Hiasan ini serta merta melambangkan kejayaan pemerintahan seorang raja. Letaknya tegak lurus dari puncak atas sampai pertengahan bagian depan atau di tengah-tengah melmelen bonggar. Sumber : https://bataksiana.blogspot.com/2017/07/jenis-jenis-gerga-ornamen-suku-pakpak.html