Ngurek atau Ngunying berasal dari kata urek; melubangi atau menusuk. Tradisi ini ialah salah satu atraksi menusuk diri sendiri dengan menggunakan keris, peristiwa ini berlangsung ketika para pelaku/peserta ‘Ngurek’ berada dalam keadaan kerasukan (diluar kesadaran diri). Dalam beberapa ritual keagamaan di Bali, tradisi ‘Ngurek’ ini wajib dilaksanakan, hal ini sama dengan melambangkan wujud bakti seseorang yang dipersembahkan kepada Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa). ‘Ngurek’ pada zamannya hanya dilakukan oleh para pemangku (tokoh keagamaan Hindu), namun kini orang yang melakukan Ngurek tak lagi dibedakan statusnya, bisa pemangku, penyungsung pura, anggota krama desa, tokoh masyarakat, laki-laki dan perempuan. Tapi suasananya tetap yaitu mereka melakukannya dalam keadaan kerasukan. Kendati keris yang terhunus itu ditancapkan ketubuh, namun tidak setitikpun darah yang keluar atau terluka. Tradisi Ngurek...
Rambut adalah mahkota bagi para wanita. Rambut yang sehat dan terawat akan menambah kecantikan rambut itu sendiri, Jaman dahulu para wanita identik dengan rambut panjang khususnya para wanita di Bali. Rambut panjang menjadi identitas para wanita di Bali. Apalagi yang menjadi penari atau disebut pragina. Jaman dahulu mengikat rambut merupakan suatu kewajiban karena rambut panjang yang terurai berkaitan dengan mistis. Beberapa mitos yang aku tahu saat ini masih ada di masyarakat Bali tentang rambut yaitu jangan mengurai rambut saat membuat upakara (upakara adalah sarana untuk upacara suci keagamaan), jangan mengurai rambut saat sembahyang dan saat memasuki area suci (Pura), jangan mengurai rambut saat sandi kala (pertemuan siang/sore menuju malam), jangan menyelipkan sisir di rambut saat sandi kala, hati - hati membuat helai rambut yang rontok atau setelah dipotong, dan sebagainya. Mengapa tidak boleh mengurai rambut saat membuat upakara atau istilahnya m...
Rambut adalah mahkota bagi para wanita. Rambut yang sehat dan terawat akan menambah kecantikan rambut itu sendiri, Jaman dahulu para wanita identik dengan rambut panjang khususnya para wanita di Bali. Rambut panjang menjadi identitas para wanita di Bali. Apalagi yang menjadi penari atau disebut pragina. Jaman dahulu mengikat rambut merupakan suatu kewajiban karena rambut panjang yang terurai berkaitan dengan mistis. Beberapa mitos yang aku tahu saat ini masih ada di masyarakat Bali tentang rambut yaitu jangan mengurai rambut saat membuat upakara (upakara adalah sarana untuk upacara suci keagamaan), jangan mengurai rambut saat sembahyang dan saat memasuki area suci (Pura), jangan mengurai rambut saat sandi kala (pertemuan siang/sore menuju malam), jangan menyelipkan sisir di rambut saat sandi kala, hati - hati membuat helai rambut yang rontok atau setelah dipotong, dan sebagainya. Mengapa tidak boleh mengurai rambut saat membuat upakara atau istilahnya m...
Rambut adalah mahkota bagi para wanita. Rambut yang sehat dan terawat akan menambah kecantikan rambut itu sendiri, Jaman dahulu para wanita identik dengan rambut panjang khususnya para wanita di Bali. Rambut panjang menjadi identitas para wanita di Bali. Apalagi yang menjadi penari atau disebut pragina. Jaman dahulu mengikat rambut merupakan suatu kewajiban karena rambut panjang yang terurai berkaitan dengan mistis. Beberapa mitos yang aku tahu saat ini masih ada di masyarakat Bali tentang rambut yaitu jangan mengurai rambut saat membuat upakara (upakara adalah sarana untuk upacara suci keagamaan), jangan mengurai rambut saat sembahyang dan saat memasuki area suci (Pura), jangan mengurai rambut saat sandi kala (pertemuan siang/sore menuju malam), jangan menyelipkan sisir di rambut saat sandi kala, hati - hati membuat helai rambut yang rontok atau setelah dipotong, dan sebagainya. Mengapa tidak boleh mengurai rambut saat membuat upakara atau istilahnya m...
Sanggul pusung tagel adalah sanggul yang dipakai oleh wanita yang telah bersuami. Pusung tagel bagian kiri disebut penyawat, sanggul yang berbentuk bulatan dinamakan batun pusungan yang terletak di seeblah kanan penyawat adalah tagelan. Aksesoris: sisir/ mahkota diletakkan di atas penyawat/ lungsen, yang berguna untuk mengikat sanggul bunga cempaka satu tangkai diletakkan di atas mahkota bunga kantil/ cempaka yang diletakkan pada bagian kanan dan kiri pusungan bunga semanggi dipasangkan disebelah / disamping butun pusungan kompyong (sekumpulan bunga hidup, dahlia, kamboja) yang dipasang pada sebelah kanan tagelan alat dan bahan: sisir sasak sisir penghalus jepit bebek besi jepit hitam harnal baja harnal halus karet gelang hair net hair spray cemara rambut 90-100 cm langkah kerja: rambut dibagi menjadi tiga bagian yaitu ba...
Tuak ental dikenal di daerah Bali yang banyak ditumbuhi pohon ental, seperti Merita, Culik, Tianyar, Kubu. Dibuat dari sadapan air bunga pohon lontar/siwalan. Lebih berat kadar alkoholnya dibanding tuak nyuh, rasaya lebih gurih, dan cepat membuat mabuk. Sumber: https://balebengong.id/sosial-budaya/budaya/metuakan-tradisi-minum-tuak-di-karangasem.html?lang=id
Tuak nyuh dibuat di daerah Bali yang banyak pohon kelapanya, seperti Pikat, Pidpid, dan Gunaksa. Dibuat dari sadapan air bunga pohon kelapa. Kadar alkoholnya lebih keras dari tuak jake, peminum umumya cepat merasa pusing. Sumber: https://balebengong.id/sosial-budaya/budaya/metuakan-tradisi-minum-tuak-di-karangasem.html?lang=id
Tuak bayu adalah tuak yang telah tersimpan selama dua sampai tiga hari. Sumber: https://balebengong.id/sosial-budaya/budaya/metuakan-tradisi-minum-tuak-di-karangasem.html?lang=id
Tuak wayah adalah tuak yang telah tersimpan satu sampai dua hari. Sumber: https://balebengong.id/sosial-budaya/budaya/metuakan-tradisi-minum-tuak-di-karangasem.html?lang=id