1
1.248 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
6_Tradisi Sitobo Lalang Lipa
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU -  Tradisi Sitobo Lalang Lipa (saling tikam dalam sarung) menggunakan senjata tajam jenis badik, sudah jarang Anda temui di Sulawesi Selatan. Tradisi tersebut meruapakan cara mempertahankan Siri' (malu) suku Bugis-Makassar.   TribunJeneponto.com , Rabu (20/4/2017), berkesempatan menonton langsung laga seru itu di perhelatan Olimpiade Olahraga Sekolah Nasional (O2SN) di Lapangan Passamaturukang, Jl Pahlawan, Kecamatan Binamu, Jeneponto, Rabu (20/04/2017) sore.   Dua orang remaja dari Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Jeneponto memperagakan aksi menegangkan itu. Keduany bernama Erik Zulkifli dan Ardiansyah. Mula-mula kedua pemuda berseragam serba hitam itu masuk dalam sarung. Musik tradisional suling dan gendang pun mulai ditabuh, pertanda pertarungan segera dimulai.   Masing-masing mempersenjatai diri dengan sebilah badik yang diselipkan dalam pinggang. Badik terhunus, keduanya pun...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
6_Mallipa Bacukiki
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

TRIBUN-TIMUR.COM, PAREPARE  -Sebagai daerah yang kental akan budayanya, warga  Bacukiki , Kota Parepare terus mempertahankan dan masih terjaga hingga saat ini.   Salah satu adat  Bacukiki  yakni  Festival Mallipa  yang diselenggarakan, Sabtu (9/12/2017), di Kelurahan Wattang  Bacukiki .   Mallipa’ atau dalam bahasa Indonesianya “memakai sarung” yang merupakan salah satu budaya bugis khususnya masyarakat  Bacukiki  yang perlu terus dilestarikan dan dijaga keberadaannya sebab sudah menjadi tradisi masyarakat bugis bahkan jauh sebelum agama Islam masuk ke tanah bugis itu sendiri.   Camat  Bacukiki , Iskandar Nusu mengungkapkan tradisi memakai sarung atau mallipa’ sudah identik dengan kehidupan masyarakat Bugis tanpa terkecuali di  Bacukiki , bahkan hampir semua aspek kehidupan dan aktifitas keseharian mereka berkaitan dengan sarung baik pada acara formal maupun tidak r...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
6_Tudang Sipulung
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

KATASULSEL.COM Sidrap —  Musyawarah Tudang Sipulung merupakan tradisi tahunan yang dilaksanakan masyarakat Sidrap. Berbagai kalangan hadir dalam acara ini. Mulai petani, pihak perbankan, BUMN, BUMD dan stake holder lainnya terkait sektor pertanian, termasuk Pallontara. Hadir juga seluruh jajaran Forkopinda Kabupaten Sidrap. Sekretaris Kabupaten Sidrap Sudirman Bungi Selasa (30/1/2018) mengatakan Musyawarah Tudang Sipulung tersebut merupakan tradisi tahunan dimana semua stake holder terutama masyarakat dan pemerintah bertemu merumuskan rencana sektor pertanian ke depannya. Ajang Musyawarah Tudang Sipulung ini lanjut Sudirman hendaknya menjadi ajang untuk terus berupaya mempertahankan prestasi dan predikat yang telah diraih selama ini. “Sidrap adalah lumbung pangan nasional, ini harus terus kita jaga dan pertahankan,”katanya. Sebagai daerah penyumbang pangan nasional, Sidrap didukung oleh lahan persawahan seluas 48.603 hektar atau sebesar 25,8 perse...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
4_Badik Raja
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Sulawesi Selatan

Badik raja berukuran agak besar dengan panjang antara 20 sd 25 cm. Bentuknya seperti badik lampo battang dengan bilah yang membungkuk dan perut bilah yang membesar. Badik ini dibuat dari logam kualitas tinggi dan kerap dilengkapi dengan pamor indah di bagian hulunya, seperti pamor timpalaja atau pamor mallasoancale. Sesuai namanya, senjata tradisional Sulawesi Selatan ini dahulunya kerap digunakan oleh para raja-raja Bone.   Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2017/04/senjata-tradisional-sulawesi-selatan/

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
4_Badik Lagecong
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Sulawesi Selatan

Badik ini dahulunya digunakan untuk berperang atau dalam keadaan terdesak. Yang unik dari badik jenis ini adalah adanya bisa racun yang ada pada bilahnya. Sekali melukai, lawan tak akan butuh waktu lama untuk menghembuskan nafas terakhirnya. Karena hal itu, badik ini memiliki nilai kehormatan tersendiri. Jenis senjata tradisional Sulawesi Selatan ini kini banyak dicari orang sebagai koleksi. Ukurannya memang hanya sejengkalan orang dewasa, kecil tapi mematikan. Itulah yang menambah nilai keunikannya.   Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2017/04/senjata-tradisional-sulawesi-selatan/

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
4_Badik Luwu
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Sulawesi Selatan

Sesuai namanya, Badik Luwu berasal dari budaya masyarakat kabupaten Luwu di masa silam. Bentuknya membungkuk seperti bungkuk kerbau (mabbukku tedong). Bilahnya lurus dan meruncing di bagian ujung. Sebagian masyarakat Bugis percaya bila badik ini disepuh dengan bibir kem@luan gadis perawan, maka orang dengan ilmu kebal apapun akan mati bila ditusuk.   Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2017/04/senjata-tradisional-sulawesi-selatan/

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
4_Badik Lompo Battang
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Sulawesi Selatan

Dalam bahasa Bugis, lompo battang berarti perut besar. Tak heran jika kita lihat bentuk bilahnya memang tampak seperti perut yang besar. Jenis senjata tradisional Sulawesi Selatan ini juga tak kalah unik. Wajar bila banyak kolektor yang memburunya.   Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2017/04/senjata-tradisional-sulawesi-selatan/

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
4_Keris Sulawesi Selatan
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Sulawesi Selatan

Keris dalam bahasa Bugis disebut kawali, dan dalam bahasa Makassar dinamakan seleq, yang berlekuk dengan jumlah ganjil. misalnya berlekuk 7,9, atau 13. Pada tahap awal pembuatan keris, bahannya bukan dari besi atau jenis logam lainnya, melainkan dari batu meteor yang telah mengeras. Karena itulah kawali tidak terdeteksi oleh detektor metal. Setiap kawali punya aura yang biasa juga disebut pamor. Panrita (empu) kawali tidak punya kemampuan menciptakan pamor pada keris. Pamor itu tercipta sendiri setelah keris selesai ditempa.   Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2017/04/senjata-tradisional-sulawesi-selatan/

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Sao-Raja dan Bola
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Rumah Panggung Kayu adalah salah satu rumah tradisional Bugis yang berbentuk persegi empat memanjang ke belakang. Konstruksi bangunan rumah ini dibuat secara lepas-pasang (knock down) sehingga dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain. Orang Bugis juga mengenal sistem tingkatan sosial yang dapat mempengaruhi bentuk rumah mereka, yang ditandai dengan simbol-simbol khusus. Berdasarkan pelapisan sosial tersebut, maka bentuk rumah tradisional orang Bugis dikenal dengan istilah Sao-raja (Sallasa/Balla Lompo) dan Bola. Sao-rja berarti rumah besar, yakni rumah yang ditempati oleh keturunan raja atau kaum bangsawan, sedangkan Bola berarti rumah biasa, yakni rumah tempat tinggal bagi rakyat biasa. Dari segi konstruksi bangunan, kedua jenis rumah tersebut tidak memiliki perbedaan yang prinsipil. Perbedaannya hanya terletak pada ukuran rumah dan status sosial penghuninya. Pada umumnya, Sao-roja lebih besar dan luas daripada Bola yang biasanya ditandai oleh jumlah tiangnya. Saor...

avatar
Sobat Budaya