KATTALA/KATERA Teluk Doreri dan Pulau Mansinam dikenal sebagai pintu gerbang peradaban suku-suku di Papua. Suku asli yang mendiami Pulau Mansinam adalah Suku Numfor. Salah satu pakaian adat Suku Numfor adalah tutup kepala yang bernama Kattala/Katera yang merupakan tutup kepala yang terbuat dari kulit kayu dengan bulu-bulu ijuk yang dihiasi dengan kerang. Pada Kattala terdapat b ulu putih sebagai salah satu hiasan kepala yang dipakai saat upacara tertentu seperti upacara kematian. Jumlah bulu pada Kattala/Katera menunjukkan jumlah orang yang telah dibunuh atau diculik pada masa itu sebelum peradaban Papua dimulai. Suku Numfor bermusuhan dengan Suku Arfak yang berada di pedalaman/pegunungan. Selama masa permusuhan tersebut sering sekali terjadi kasus pembunuhan, penculikan dan perbudakan suku lain untuk membalas dendam. Jumlah bulu pada Kattala menunjukkan semakin besar kedudukan orang yang memakainnya. Kattala/Katera biasanya dipakai oleh kepala suku Doreri ataup...
Buah Sirih dan Pinang Muda Sirih dan pinang merupakan warisan budaya Indonesia yang dapat kita temukan diseluruh wilayah di Indonesia. Tradisi mengunyah sirih dan pinang sudah menjadi identitas bagi masyarakat Papua. Tradisi mengunyah sirih dan pinang di wilayah Papua berbeda dengan wilayah lain. Apabila di daerah lain masyarakat mengunyah daun sirih, tetapi berbeda dengan pada masyarakat Papua yang mengunyah buah sirih. Selain perbedaan pada daun dan buah sirihnya, terdapat sebuah keunikan dalam tradisi mengunyah sirih dan pinang pada masyarakat Papua. Sebelum mengunyah buah sirih, masyarakat Papua akan mengupas buah pinang muda dengan menggunakan gigi secara langsung tanpa menggunakan alat bantu seperti pisau. Setelah masyarakat Papua mengunyah buah pinang, kemudian masyarakat Papua akan mencelupkan buah pinang kedalam bubuk kapur dan kemudian langsung dimakan. Kapur yang digunakan masyarakat Papua merupakan kulit kerang putih yang dihancurkan menjadi bubuk. ...
Tanam Sasi merupakan upacara adat kematian yang berkembang di Kabupaten Merauke dan juga sering dilaksanakan oleh suku Marind atau Marind-Anim. Suku Marind terletak di wilayah dataran luas Papua Barat. Kata Anim mempunyai arti laki-laki, dan kata anum mempunyai arti perempuan. Jumlah penduduknya sebanyak 5000-7000 jiwa. Sasi mempunyai arti sejenis kayu yang menjadi media utama dari rangkaian upacara adat kematian. Sasi tersebut ditanam selama empat puluh hari setelah kematian seseorang yang ada di daerah tesebut. Sasi tersebut akan dicabut kembali setelah 1.000 hari ditanam. Kayu (sasi) yang digunakan tentu bukan sembarang kayu. Kayu yang ditanam dalam tradisi Tanam Sasi tentu memiliki makna bagi masyarakat suku Marind, Papua yaitu: Ukiran kayu khas Papua melambangkan kehadiran roh nenek moyang. Sebagai tanda keadaan hati bagi masyarakat Papua, seperti menyatakan rasa sedih dan bahagia. Sebagai simbol kepercayaan dari masyarakat kepada motif manusia, hewan, tumbuhan, dan...
Pakaian Yokal, umumnya pakaian Yokal ini hanya terdapat di daerah Papua Barat. Pakaian yang satu ini adalah pakaian yang digunakan oleh kaum wanita yang sudah menikah. Selain itu, pakaian ini tidak diperjual belikan karena merupakan sebuah sombolis masyarakat Papua yang menggambarkan kedekatannya dengan alam.
Tari Titir Tumor merupakan tarian yang berasal dari Fakfak, Papua Barat. Tarian ini berupa ungkapan kerinduan akan “damai”. Biasanya tarian ini dibawakan oleh para wanita dalam acara-acara adat atau penyambutan tamu dengan kegembiraan dan keterbukaan. Tari titir tumor juga diiringi dengan lagu titir tumor yang berirama gembira dan semangat.
Alat musik ini terdapat di seluruh pantai, terutama di daerah Biak, Yapen, Waropen, Nabire, Wondama, serta Kepulauan Raja Ampat. Awalnya kegunaan instrumen ini adalah sebagai sarana komunikasi untuk memanggil masyarakat dan memberikan tanda. Yi terbuat dari kayu dan bambu yang dibuat menjadi berbentuk tabung mirip seperti suling. cara memainkannya dengan ditiup. https://twitter.com/PuBudaya/status/1335215813674979329/photo/1
Tarian adat yang berasal dari Raja Ampat ini disebut Tarian Mansorada sebagai tarian adat penyambutan tamu yang dibawakan oleh remaja laki-laki dan perempuan yang merupakan penduduk asli Kabupaten Raja Ampat. sumber: Pesona Indonesia / https://twitter.com/PuBudaya
Tarian Adat dari suku Abun Kabupaten Tambraw, Papua Barat. Sumber : Wahyou Bowo dan https://twitter.com/PuBudaya
Tarian Adat Suku Sumuri, Bintuni Papua Barat. Sumber : Marce Soway dan https://twitter.com/PuBudaya/status/1302032322384986113