Benjang adalah ragam olahraga pencak silat asli Ujung berung, Bandung
Tadjimalela adalah salah satu cabang olahraga pencak silat asli jawa barat
Bangreng adalah akronim dari kata bang dan reng. terbang dan ronggeng. terbang sendiri adalah sebuah alat musik berukuran besar yang dimaikan dengan cara digoyang. sedangka ronggeng ialah penari, karena biasanya dibuka oleh penari serimpi yang selanjutnya akan diteruskan ke penonton dengan cara mengkaitkan selendang atau karembong. jika menolak maka ia harus membayar. selain terbang alat musik lain yang mengiringi diantaranya kendang, terompet, dan rebab. kesenian ini sudah mulai jarang dilakukan termasuk di sumedangnya sendiri
kolontong ialah makanan khas dari tanah pasundan. biasanya disediakan saat ada acara (hajatan). kolontong terbuat dari beras ketan yang dikukus kemudian ditumbuk dan diiris tipis. Setelahnya dijemur dan digoreng (disangray) menggunakan pasir. Sehingga bentuknya yang tadi tipis menjadi mengembang dan membesar. Dengan ditambah gula putih yang sebelumnya dilarutkan.
Angklung adalah alat musik multitonal (bernada ganda) yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat sunda. Alat musik ini terbuat dari bambu , dan cara memainkannya dengan mengoyangkan (bunyi nada dapat dihasilkan karena benturan bambu satu dengan yang lainnya). Jenis bambu yang digunakan untuk membuat angklung adalah bambu hitam ( awi wulung ) dan bambu putih ( awi temen ). Angklung sering digunakan dalam upacara ritual masyarakat sunda (khususnya petani) untuk menghormati Dewi Sri, dewi kesuburan agar tanaman yang mereka tanam diberkati. Menurut Kidung Sunda, alat musik angklung juga digunakan untuk menyemangati dalam peperangan, hal ini dilakukan oleh Kerajaan Sunda dalam Perang Bubat. Angklung tertua yang masih ada sampai sekarang adalah Angklung Gubrag , angklung ini berasal dari Jasinga, Bogor. beberapa angklung zaman dulu masih tersimpan di Museum Sribaduga, Bandung.
Pesta Laut (syukuran Nelayan) adalah acara yang dihelat setiap bulan Muharam pada Kamis Wage menjelang Jumat Kliwon, Pesta Laut dimaksudkan sebagai ucapan syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rejeki serta keselamatan terhadap para nelayan Pertama-tama para nelayan menyiapkan beberapa jampan (sesaji) terlebih dahulu. Isi dari sesaji ini berupa kepala kerbau dan kepala kambing. Biasanya kerbau dan kambing di beli para nelayang dengan penggalangan dana dari masyarakat Pangandaran. Setelah sesaji siap, para tokoh ulama dan masyarakat Pangandaran mengadakan doa bersaman terlebih dahulu dengan membacakan Yasin dan Ayat-Ayat Suci Al-Qur’an. Kemudian setelah doa selesai dibacakan inti dari Ritual Hajat Laut pun tiba, beberapa nelayan membawa jampan ke pinggir laut. Satu demi satu jampan dinaikan ke atas perahu. Setelah itu bebrapa nelayan membawa jampan tersebut ke tengah laut kira-kira lima mil dari pesisir pantai Pangandaran. Seluruh nelayan ikut da...
Kripas merupakan keripik pisang yang terbuat dari pisang matang. Saat ini, Kripas hanya diproduksi di Kota Banjar.
Kota Banjar terletak di wilayah ujung timur Provinsi Jawa Barat. Kota ini memang bukan daerah penghasil batik, namun sejak tahun 2011 kota ini mulai memperkenalkan batik motif khas kota Banjar. Batik banjar merupakan batik yang tergolong baru di Jawa Barat. Motif Batik Banjar terinspirasi dari budaya lokal Kota Banjar, yaitu motif bunga tarum dan motif ebeg (Kuda Lumping). Motif ebeg diinspirasian dari salah satu bentuk kesenian tradisional khas Kota Banjar yang berkembang di tengah masyarakat wilayah perbatasan antara wilayah Priangan dengan Banyumas, khususnya Kabupaten Cilacap. Sedangkan daun tarum atau pohon tarum menjadi motif khas Banjar, karena pohon jenis merambat tersebut banyak ditemukan di tepi Sungai Citanduy.
Awalnya diceritakan di kahyangan ada sepasang dewa dan dewi yang berbuat kesalahan, maka oleh Sang Hyang Tunggal mereka dikutuk turun ke bumi dalam wujud hewan. Sang dewi berubah menjadi babi hutan (celeng) bernama celeng Wayung Hyang, sedangkan sang dewa berubah menjadi anjing bernama si Tumang. Mereka harus turun ke bumi menjalankan hukuman dan bertapa mohon pengampunan agar dapat kembali ke wujudnya menjadi dewa-dewi kembali. Diceritakan bahwa Raja Sungging Perbangkara tengah pergi berburu. Di tengah hutan Sang Raja membuang air seni yang tertampung dalam daun caring (keladi hutan), dalam versi lain disebutkan air kemih sang raja tertampung dalam batok kelapa. Seekor babi hutan betina bernama Celeng Wayung Hyang yang tengah bertapa sedang kehausan, ia kemudian tanpa sengaja meminum air seni sang raja tadi. Wayung Hyang secara ajaib hamil dan melahirkan seorang bayi yang cantik, karena pada dasarnya ia adalah seorang dewi. Bayi cantik itu ditemukan di tengah hutan oleh sang...